Dianggap Mempermalukan Kerajaan Inggris, Pangeran Andrew Dicabut dari Garis Suksesi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:25 WIB
loading...
A A A
"Ini berisiko lepas kendali," kata Shaw kepada program Today di Radio 4. Karena itu, penyelidikan ini bisa memakan waktu yang cukup lama, tambahnya.

Usulan pemerintah untuk menghapus Andrew dari garis suksesi muncul setelah beberapa anggota parlemen, termasuk Partai Liberal Demokrat dan SNP, mengisyaratkan dukungan mereka untuk undang-undang tersebut.

Beberapa anggota parlemen Partai Buruh yang kritis terhadap monarki mengatakan kepada BBC bahwa mereka kurang yakin langkah itu diperlukan - sebagian karena sangat kecil kemungkinan mantan Duke of York akan pernah mendekati takhta.

Pada bulan Oktober, Downing Street mengatakan tidak memiliki rencana untuk memperkenalkan undang-undang untuk mengubah garis suksesi.

Setelah terungkapnya informasi terbaru, sejarawan David Olusoga mengatakan kepada BBC Newsnight bahwa sekarang ada "keinginan yang sangat besar di dalam pemerintahan dan di dalam istana untuk membangun tembok pembatas… antara krisis ini dan monarki secara luas".

Istana Buckingham belum memberikan komentar publik mengenai rencana pemerintah untuk mencopot Andrew dari garis suksesi.

Langkah ini memerlukan undang-undang Parlemen, yang harus disetujui oleh anggota Parlemen dan bangsawan dan akan berlaku setelah mendapat persetujuan kerajaan dari Raja.

Langkah ini juga perlu didukung oleh 14 negara Persemakmuran tempat Charles III menjadi kepala negara, termasuk Kanada, Australia, Jamaika, dan Selandia Baru.

Terakhir kali garis suksesi diubah oleh undang-undang Parlemen adalah pada tahun 2013, ketika Undang-Undang Suksesi Mahkota mengembalikan individu yang sebelumnya dikecualikan karena mereka menikah dengan seorang Katolik.

Undang-undang tersebut juga mengakhiri "primogenitur laki-laki", di mana seorang putra bungsu dapat menggantikan seorang putri sulung dalam garis suksesi. Ini berlaku untuk mereka yang lahir setelah 28 Oktober 2011.

Terakhir kali seseorang dikeluarkan dari garis suksesi oleh undang-undang Parlemen adalah pada tahun 1936, ketika mantan Edward VIII dan keturunannya dikeluarkan karena pengunduran dirinya.

Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Sir Ed Davey, mengatakan polisi harus "diizinkan untuk menjalankan tugas mereka, bertindak tanpa rasa takut atau pilih kasih".

Ia menambahkan: "Tetapi jelas ini adalah masalah yang harus dipertimbangkan Parlemen ketika waktunya tepat, tentu saja monarki akan ingin memastikan dia tidak akan pernah menjadi Raja."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Meski Raja Charles Sudah...
Meski Raja Charles Sudah Reuni dengan Harry, Pangeran William Belum Siap Berdamai
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
Ngeri! Jendela Pesawat...
Ngeri! Jendela Pesawat Lepas, Lansia Nyaris Tersedot Keluar saat Penerbangan dari Yunani
Rekomendasi
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Tenaris Berikan Beasiswa...
Tenaris Berikan Beasiswa untuk 360 Siswa dan Bantuan Fasilitas Sekolah di Cilegon serta Batam
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved