7 Negara yang Mengoperasikan Kapal Induk, Indonesia Segera Masuk Daftar
Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:17 WIB
loading...
Indonesia segera masuk daftar negara yang mengoperasikan kapal induk. Foto/Wikipedia
A
A
A
LONDON - Saat ini, pangkalan udara bergerak ini tetap menjadi pusat kekuatan angkatan laut modern, memproyeksikan dominasi udara, mendukung operasi amfibi, dan memastikan keamanan maritim di lautan luas.
Melansir Wionews, kapal induk pertama yang dibangun khusus muncul pada awal abad ke-20, dengan HMS Argus (1918) milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris sering disebut sebagai contoh pertama yang sepenuhnya mampu.
Selama Perang Dunia Kedua, kapal induk menggantikan kapal perang sebagai platform angkatan laut yang dominan, memungkinkan pesawat untuk menyerang target yang berjarak ratusan mil. Saat ini, pangkalan udara bergerak ini tetap menjadi pusat kekuatan angkatan laut modern, memproyeksikan dominasi udara, mendukung operasi amfibi, dan memastikan keamanan maritim di lautan luas.
Selain itu, mereka memiliki 9 kapal induk helikopter sehingga totalnya menjadi 20 kapal induk. AS juga memiliki sembilan kapal serbu amfibi seperti kelas America dan Wasp, yang dapat mengerahkan pesawat tempur F-35B dan helikopter.
Secara keseluruhan, kekuatan kapal induk Angkatan Laut AS memberikan jangkauan global yang tak tertandingi dan kemampuan respons cepat, membentuk tulang punggung kelompok serang globalnya.
Kapal induk pertama mereka, Liaoning, adalah kapal Soviet yang direnovasi, diikuti oleh Shandong yang dibangun di dalam negeri dan Fujian generasi baru, yang telah memulai uji coba laut. Fujian dilengkapi dengan sistem ketapel elektromagnetik canggih, yang menyaingi teknologi kapal induk Barat.
China juga mengoperasikan beberapa kapal induk amfibi dan helikopter besar, yang menandakan ambisinya untuk mencapai dominasi angkatan laut di perairan biru di Indo-Pasifik.
Kapal tersebut berfungsi sebagai kapal utama Angkatan Laut Prancis dan alat kunci bagi kehadiran militer global Prancis. Kapal induk Prancis generasi berikutnya, Porte-Avions Nouvelle Génération (PANG), saat ini sedang dalam pengembangan dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2030-an.
Baca Juga: Trump: Perubahan Rezim di Iran Adalah Hal Terbaik yang Bisa Terjadi
Kapal-kapal ini, bersama dengan kapal induk helikopter yang lebih kecil, memberi Jepang salah satu kekuatan penerbangan angkatan laut paling mumpuni di Asia. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam postur pertahanan Jepang pasca-perang, memperkuat kemampuan pencegahannya di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Visi jangka panjang India mencakup kapal induk ketiga, INS Vishal, untuk meningkatkan kehadirannya di Kawasan Samudra Hindia dan melawan ancaman regional.
Sebelumnya, Indonesia bersiap mencetak sejarah baru dalam penguatan pertahanan laut. Kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, dikabarkan telah memasuki tahap akhir proses pengalihan dan akan diterima Indonesia melalui skema hibah pertahanan. Jika terealisasi, inilah kapal induk pertama yang akan dioperasikan TNI Angkatan Laut.
Langkah ini bukan sekadar penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Kehadiran Garibaldi berpotensi menggeser doktrin pertahanan laut Indonesia, dari sekadar menjaga wilayah teritorial menjadi kekuatan dengan kemampuan proyeksi maritim jarak jauh.
Melansir Wionews, kapal induk pertama yang dibangun khusus muncul pada awal abad ke-20, dengan HMS Argus (1918) milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris sering disebut sebagai contoh pertama yang sepenuhnya mampu.
Selama Perang Dunia Kedua, kapal induk menggantikan kapal perang sebagai platform angkatan laut yang dominan, memungkinkan pesawat untuk menyerang target yang berjarak ratusan mil. Saat ini, pangkalan udara bergerak ini tetap menjadi pusat kekuatan angkatan laut modern, memproyeksikan dominasi udara, mendukung operasi amfibi, dan memastikan keamanan maritim di lautan luas.
7 Negara yang Mengoperasikan Kapal Induk, Indonesia Segera Masuk Daftar
1. Amerika Serikat
Angkatan Laut Amerika Serikat memiliki armada kapal induk terbesar dan tercanggih di dunia. Mereka mengoperasikan sebelas kapal induk super bertenaga nuklir dari kelas Nimitz dan Gerald R. Ford, masing-masing berbobot lebih dari 100.000 ton dan membawa sekitar 75 pesawat.Selain itu, mereka memiliki 9 kapal induk helikopter sehingga totalnya menjadi 20 kapal induk. AS juga memiliki sembilan kapal serbu amfibi seperti kelas America dan Wasp, yang dapat mengerahkan pesawat tempur F-35B dan helikopter.
Secara keseluruhan, kekuatan kapal induk Angkatan Laut AS memberikan jangkauan global yang tak tertandingi dan kemampuan respons cepat, membentuk tulang punggung kelompok serang globalnya.
2. China
Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) telah membuat kemajuan luar biasa dalam pengembangan kapal induk. Mereka memiliki 2 kapal induk operasional dan 3 kapal induk helikopter.Kapal induk pertama mereka, Liaoning, adalah kapal Soviet yang direnovasi, diikuti oleh Shandong yang dibangun di dalam negeri dan Fujian generasi baru, yang telah memulai uji coba laut. Fujian dilengkapi dengan sistem ketapel elektromagnetik canggih, yang menyaingi teknologi kapal induk Barat.
China juga mengoperasikan beberapa kapal induk amfibi dan helikopter besar, yang menandakan ambisinya untuk mencapai dominasi angkatan laut di perairan biru di Indo-Pasifik.
3. Prancis
Prancis mengoperasikan Charles de Gaulle, satu-satunya kapal induk bertenaga nuklir di Eropa, bersama dengan 3 kapal induk helikopter. Dengan bobot sekitar 42.000 ton, kapal ini biasanya membawa sekitar 30 pesawat, termasuk pesawat tempur Rafale M, E-2C Hawkeye, dan helikopter.Kapal tersebut berfungsi sebagai kapal utama Angkatan Laut Prancis dan alat kunci bagi kehadiran militer global Prancis. Kapal induk Prancis generasi berikutnya, Porte-Avions Nouvelle Génération (PANG), saat ini sedang dalam pengembangan dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2030-an.
Baca Juga: Trump: Perubahan Rezim di Iran Adalah Hal Terbaik yang Bisa Terjadi
4. Jepang
Jepang telah mengubah dua kapal perusak helikopter kelas Izumo, JS Izumo dan JS Kaga, untuk mengoperasikan pesawat tempur F-35B lepas landas pendek dan pendaratan vertikal (STOVL).Kapal-kapal ini, bersama dengan kapal induk helikopter yang lebih kecil, memberi Jepang salah satu kekuatan penerbangan angkatan laut paling mumpuni di Asia. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam postur pertahanan Jepang pasca-perang, memperkuat kemampuan pencegahannya di tengah meningkatnya ketegangan regional.
5. India
India mengoperasikan dua kapal induk: INS Vikramaditya, kapal kelas Kiev yang telah direnovasi dari Rusia, dan INS Vikrant, kapal induk pertama buatan dalam negeri yang dibangun di Galangan Kapal Cochin. Vikramaditya memiliki bobot sekitar 45.000 ton, sedangkan Vikrant berukuran sekitar 40.000 ton dan dapat membawa hingga 30 pesawat, termasuk pesawat tempur MiG-29K dan helikopter angkatan laut.Visi jangka panjang India mencakup kapal induk ketiga, INS Vishal, untuk meningkatkan kehadirannya di Kawasan Samudra Hindia dan melawan ancaman regional.
7. Inggris
Inggris mengoperasikan dua kapal induk kelas Queen Elizabeth, HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales, masing-masing mampu membawa 40 hingga 60 pesawat, termasuk F-35B.8. Italia
Italia memiliki dua kapal induk, Cavour dan Giuseppe Garibald, keduanya dikonfigurasi untuk operasi multiperan dan jet STOVL. Bersama-sama, kekuatan Eropa ini mendukung kemampuan serangan maritim NATO, menggabungkan kecanggihan teknologi dengan fleksibilitas ekspedisi.Sebelumnya, Indonesia bersiap mencetak sejarah baru dalam penguatan pertahanan laut. Kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, dikabarkan telah memasuki tahap akhir proses pengalihan dan akan diterima Indonesia melalui skema hibah pertahanan. Jika terealisasi, inilah kapal induk pertama yang akan dioperasikan TNI Angkatan Laut.
Langkah ini bukan sekadar penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Kehadiran Garibaldi berpotensi menggeser doktrin pertahanan laut Indonesia, dari sekadar menjaga wilayah teritorial menjadi kekuatan dengan kemampuan proyeksi maritim jarak jauh.
(ahm)
Lihat Juga :