Iran: Israel Bebas Perluas Persenjataan Militer, tapi Paksa Negara-negara Lain Lucuti Senjatanya

Minggu, 08 Februari 2026 - 06:23 WIB
loading...
Iran: Israel Bebas Perluas...
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sindir Israel yang bebas perluas senjata militernya sambil memaksa negara-negara lain melucuti senjatanya. Foto/Tehran Times
A A A
DOHA - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik apa yang disebutnya sebagai “doktrin dominasi”, yang membebaskan Israel memperluas persenjataan militernya tanpa batas sambil memaksa negara-negara lain di kawasan Timur Tengah untuk melucuti senjata.

Pernyataan Araghchi disampaikan pada hari Sabtu atau sehari setelah perundingan nuklir Iran terbaru antara Teheran dengan Washington. Perundingan sebelumnya gagal ketika Israel melancarkan pengeboman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran Juni lalu yang memicu perang 12 hari.

Baca Juga: Iran: Kami Siap Perang Jika Itu Maunya AS!

Araghchi berbicara di sebuah konferensi di Qatar, tetapi tidak mengungkap hasil perundingan hari Jumat dengan Amerika Serikat (AS).

“Proyek ekspansionis Israel mengharuskan negara-negara tetangga dilemahkan: secara militer, teknologi, ekonomi, dan sosial,” kata Araghchi.

“Di bawah proyek ini, Israel bebas untuk memperluas persenjataan militernya tanpa batas. Namun negara-negara lain dituntut untuk melucuti senjata. Negara-negara lain ditekan untuk mengurangi kapasitas pertahanan. Negara-negara lain dihukum karena kemajuan ilmiah,” ujarnya.

“Ini adalah doktrin dominasi," imbuh diplomat utama Iran tersebut, seperti dikutip dari AFP, Minggu (8/2/2026).

Selama perang 12 hari, Israel menargetkan pejabat militer senior Iran, ilmuwan nuklir, situs-situs penting, dan daerah pemukiman, dengan AS kemudian melancarkan serangannya sendiri terhadap fasilitas nuklir utama.

Iran menanggapi pada saat itu dengan serangan drone dan rudal ke Israel, serta dengan menargetkan pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah yang terletak di Qatar.

Pada hari Jumat, Araghchi memimpin delegasi Iran dalam perundingan nuklir tidak langsung dengan utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, di Muscat, Oman.

Diplomat utama Iran itu kemudian menggambarkan suasana sebagai "sangat positif", sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan itu "sangat baik", dengan kedua belah pihak setuju untuk melanjutkan negosiasi lebih lanjut.

Perundingan tersebut menyusul ancaman dari Washington dan pengerahan kelompok tempur kapal induknya baru-baru ini ke Timur Tengah setelah tindakan keras Iran terhadap protes anti-pemerintah bulan lalu.

Amerika Serikat berupaya membahas program rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok militan di Timur Tengah—isu-isu yang didorong Israel untuk dimasukkan dalam perundingan.

Teheran telah berulang kali menolak untuk memperluas cakupan negosiasi di luar isu nuklir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Berita Terkini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved