Iran dan AS Berunding Hari Ini, Jadi Penentu Perang atau Tidak

Jum'at, 06 Februari 2026 - 09:05 WIB
loading...
Iran dan AS Berunding...
Iran dan Amerika Serikat mulai berunding di Oman, Jumat (6/2/2026). Ini akan menjadi penentu apakah kedua negara akan perang atau tidak. Foto/Daily News Egypt
A A A
TEHERAN - Para pejabat senior Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan berunding di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2/2025). Proses ini akan menjadi penentu apakah kedua negara mencapai kesepakatan atau justru menemui jalan buntu dan memilih opsi perang.

Teheran ingin perundingan dibatasi hanya pada masalah program nuklir Iran. Namun, Washington menuntut perundingan diperluas, termasuk larangan negara Islam itu mengembangkan rudal balisik seperti yang diinginkan Israel.

Baca Juga: Iran: Kami Siap Perang Jika Itu Maunya AS!

Dalam beberapa minggu terakhir, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom Iran jika tidak mencapai kesepakatan. AS telah mengirim ribuan pasukan dan apa yang digambarkan Trump sebagai "armada besar" ke Timur Tengah, termasuk kapal induk bersama dengan kapal perang lainnya serta jet tempur.

Iran telah bersumpah untuk menanggapi serangan dengan kekuatan, mengancam akan menyerang aset-aset militer Amerika di Timur Tengah dan juga Israel.

Delegasi Iran akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang pekan lalu mengatakan bahwa angkatan bersenjata negaranya "siap menembak", sementara AS akan diwakili oleh utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.

Ini akan menjadi pertemuan pertama yang melibatkan pejabat AS dan Iran sejak perang antara Israel dan Iran Juni lalu, ketika AS ikut campur dengan mengebom tiga fasilitas nuklir utama Iran.

Iran mengatakan aktivitas pengayaan uraniumnya berhenti setelah serangan tersebut.

Bagi para pemimpin Iran yang sedang menghadapi tekanan, pembicaraan ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk mencegah aksi militer AS yang dapat semakin menggoyahkan rezim, yang menurut para analis berada dalam posisi terlemahnya sejak berkuasa setelah Revolusi Islam 1979.

Ancaman Trump muncul ketika pasukan keamanan Iran menindak keras demonstrasi besar-besaran, yang dipicu oleh krisis ekonomi yang semakin dalam, dan para pengunjuk rasa menyerukan diakhirinya Republik Islam.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), sebuah kelompok yang berbasis di Washington, mengatakan telah mengonfirmasi setidaknya 6.883 kematian, memperingatkan bahwa jumlahnya bisa jauh lebih tinggi, dan bahwa lebih dari 50.000 orang telah ditangkap.

Krisis saat ini telah kembali memunculkan diskusi mengenai program nuklir Iran, yang telah menjadi pusat perselisihan berkepanjangan dengan Barat.

Selama beberapa dekade, Iran mengatakan programnya bertujuan damai, sementara AS dan Israel menuduhnya sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan senjata nuklir.

Iran mengatakan pihaknya berhak untuk memperkaya uranium di wilayahnya sendiri dan telah menolak seruan untuk memindahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya—400 kg—ke negara ketiga.

Militer Iran Siap Opsi Perang


Sehari menjelang perundingan, juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Iran Mohammad Akraminia mengatakan militer Teheran siap untuk berperang jika itu maunya AS.

Mengomentari penambahan 1.000 drone ke militer Iran, Akraminia mengatakan: "Kami selalu mengumumkan bahwa kami siap menghadapi pilihan dan skenario apa pun yang dipertimbangkan musuh, dan jika musuh memilih opsi perang, kami siap untuk opsi apa pun dalam kondisi perang."

"Trump harus memilih antara kompromi atau perang,” ujarnya. "Jika perang pecah, cakupannya akan meliputi seluruh wilayah geografis kawasan dan semua pangkalan AS—dari wilayah pendudukan hingga Teluk Persia dan Laut Oman, tempat AS memiliki pangkalan. Akses kita ke pangkalan AS mudah, dan ini telah meningkatkan kerentanan mereka," paparnya, sebagaimana dikutip dari ISNA.

Sementara itu, dalam langkah yang dapat semakin memperketat ketegangan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyita dua kapal tanker minyak beserta awak asingnya di perairan Teluk karena menyelundupkan bahan bakar.

Di tengah gertakan perang, Kepala Angkatan Udara Israel Mayor Jenderal Tomer Bar mengatakan pada hari Kamis bahwa militer Zionis terus memperkuat kesiapan dan kemampuan baik dalam pertahanan maupun serangan.

“Angkatan Udara, dan Anda khususnya, diharuskan untuk terus mempertahankan tingkat kesiapan yang tinggi,” kata Bar saat mengunjungi baterai pertahanan udara Iron Dome cadangan di Israel utara, menurut pernyataan yang diterbitkan oleh militer Israel.

“Setiap hari, kami terus memperkuat kesiapan dan kemampuan baik dalam pertahanan maupun serangan," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Messi Menggila! Argentina...
Messi Menggila! Argentina Gilas Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved