Ini 7 Skenario yang Bisa Terjadi Jika AS Menyerang Iran

Jum'at, 30 Januari 2026 - 14:24 WIB
loading...
A A A
Ini adalah ketika Iran meluncurkan begitu banyak drone berdaya ledak tinggi dan kapal torpedo cepat ke satu atau beberapa target sehingga bahkan pertahanan jarak dekat Angkatan Laut AS yang tangguh pun tidak mampu melenyapkan semuanya tepat waktu.

Angkatan Laut IRGC telah lama menggantikan Angkatan Laut Iran konvensional di Teluk, beberapa komandannya bahkan dilatih di Dartmouth selama era rezim Shah.

Awak kapal Angkatan Laut Iran telah memfokuskan sebagian besar pelatihan mereka pada peperangan non-konvensional atau "asimetris", mencari cara untuk mengatasi atau melewati keunggulan teknis yang dinikmati oleh musuh utama mereka, Armada Kelima Angkatan Laut AS.

Penenggelaman kapal perang AS, disertai dengan kemungkinan penangkapan para korban selamat di antara awaknya, akan menjadi penghinaan besar bagi AS.

Meskipun skenario ini dianggap tidak mungkin, kapal perusak USS Cole yang bernilai miliaran dolar lumpuh akibat serangan bunuh diri al-Qaeda di pelabuhan Aden pada tahun 2000, menewaskan 17 pelaut AS.

Sebelum itu, pada tahun 1987 seorang pilot jet Irak secara keliru menembakkan dua rudal Exocet ke kapal perang AS, USS Stark, menewaskan 37 pelaut.

7. Rezim Runtuh, Digantikan oleh Kekacauan

Ini adalah bahaya yang sangat nyata dan merupakan salah satu kekhawatiran utama negara-negara tetangga seperti Qatar dan Arab Saudi.

Selain kemungkinan perang saudara, seperti yang dialami Suriah, Yaman, dan Libya, ada juga risiko bahwa dalam kekacauan dan kebingungan, ketegangan etnis dapat meluas menjadi konflik bersenjata karena Kurdi, Baluchi, dan minoritas lainnya berupaya melindungi rakyat mereka sendiri di tengah kekosongan kekuasaan nasional.

Sebagian besar Timur Tengah tentu akan senang melihat Republik Islam Iran pergi, terutama Israel yang telah memberikan pukulan berat kepada proksi Iran di seluruh wilayah dan yang khawatir akan ancaman eksistensial dari program nuklir Iran yang dicurigai.

Namun, tidak ada yang ingin melihat negara Timur Tengah terbesar berdasarkan populasi—sekitar 93 juta—jatuh ke dalam kekacauan, memicu krisis kemanusiaan dan pengungsi.

Bahaya terbesar sekarang adalah bahwa Presiden Trump, setelah mengumpulkan kekuatan yang besar ini di dekat perbatasan Iran, memutuskan bahwa dia harus bertindak atau kehilangan muka, dan perang dimulai tanpa akhir yang jelas dan dengan dampak yang tidak dapat diprediksi dan berpotensi merusak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved