Trump Batal Serang Iran, Mengapa AS Tetap Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah?

Jum'at, 23 Januari 2026 - 07:51 WIB
loading...
A A A
Sudah setidaknya tujuh bulan sejak badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), terakhir kali memverifikasi persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran. Pedoman IAEA sendiri menyatakan bahwa verifikasi harus dilakukan setiap bulan.

Iran harus mengajukan laporan kepada IAEA tentang apa yang terjadi pada lokasi-lokasi yang dihantam oleh Amerika Serikat dan material nuklir yang diduga ada di sana, termasuk sekitar 440,9 kg uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen, mendekati tingkat kemurnian senjata nuklir sekitar 90 persen. Menurut standar IAEA, jumlah tersebut cukup untuk membuat 10 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut.

Belum jelas apakah protes di Iran juga akan kembali meningkat. Protes dimulai pada 28 Desember sebagai demonstrasi kecil di Pasar Besar Teheran terkait kesulitan ekonomi dan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) HRANA yang berbasis di AS mengatakan bahwa sejauh ini mereka telah memverifikasi 4.519 kematian terkait kerusuhan, termasuk 4.251 demonstran, 197 personel keamanan, 35 orang berusia di bawah 18 tahun, dan 38 warga sipil yang menurut mereka bukan demonstran maupun personel keamanan.

HRANA masih meninjau 9.049 kematian tambahan. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa jumlah korban tewas yang dikonfirmasi hingga hari Minggu lebih dari 5.000, termasuk 500 anggota pasukan keamanan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved