Rusia Senang AS dan NATO Berantem: Aliansi Transatlantik Tamat
Senin, 19 Januari 2026 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
"Aliansi transatlantik sudah tamat," tulis Dmitriev di X, mengejek Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan mendesak para pemimpin Eropa untuk tidak "memprovokasi" Trump.
Trump membuat keputusan pengenaan tarif terhadap produk-produk delapan negara NATO tersebut yang masuk AS hanya beberapa hari setelah pasukan Eropa dari Prancis, Jerman, dan negara-negara Eropa lain mulai tiba untuk latihan di Greenland.
Wakil Kepala Dewan Keamanan yang juga mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, juga menyambut retorika Trump. Dia juga menganggap "perkelahian" AS dan sekutu-sekutunya itu bukti semakin dalamnya perpecahan di dalam NATO.
"AS sedang bersiap untuk menyerang Greenland, memilih pulau itu sendiri daripada semacam solidaritas Atlantik," kata Medvedev, menambahkan bahwa negara-negara Eropa akan "dihukum dengan tarif" karena mengandalkan perlindungan AS, sebagaimana dikutip dari Kyiv Independent, Senin (19/1/2026).
Medvedev sebelumnya telah mengejek persatuan Barat dan mendesak Trump untuk segera mencaplok Greenland, yang mencerminkan kepentingan Moskow dalam mengeksploitasi keretakan di antara AS dan sekutunya.
Trump membuat keputusan pengenaan tarif terhadap produk-produk delapan negara NATO tersebut yang masuk AS hanya beberapa hari setelah pasukan Eropa dari Prancis, Jerman, dan negara-negara Eropa lain mulai tiba untuk latihan di Greenland.
Wakil Kepala Dewan Keamanan yang juga mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, juga menyambut retorika Trump. Dia juga menganggap "perkelahian" AS dan sekutu-sekutunya itu bukti semakin dalamnya perpecahan di dalam NATO.
"AS sedang bersiap untuk menyerang Greenland, memilih pulau itu sendiri daripada semacam solidaritas Atlantik," kata Medvedev, menambahkan bahwa negara-negara Eropa akan "dihukum dengan tarif" karena mengandalkan perlindungan AS, sebagaimana dikutip dari Kyiv Independent, Senin (19/1/2026).
Medvedev sebelumnya telah mengejek persatuan Barat dan mendesak Trump untuk segera mencaplok Greenland, yang mencerminkan kepentingan Moskow dalam mengeksploitasi keretakan di antara AS dan sekutunya.
Lihat Juga :