AS Tak Peduli 8 Negara NATO Kerahkan Tentara, Tetap Akan Caplok Greenland
Jum'at, 16 Januari 2026 - 06:30 WIB
loading...
Sudah delapan negara NATO Eropa kerahkan tentara mereka ke Greenland. Namun, itu tak ubah pendirian Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A
A
A
NUUK - Delapan negara NATO Eropa, yakni Denmark, Prancis, Jerman, Swedia, Norwegia, Finlandia, Belanda, dan Inggris sudah mengerahkan tentara mereka ke Greenland pada saat pulau otonom Denmark itu terancam dicaplok oleh Amerika Serikat (AS). Namun, Gedung Putih menegaskan langkah negara-negara Eropa itu tidak akan mengubah pendirian Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi pulau terbesar di dunia tersebut.
Trump mengatakan Greenland seharusnya menjadi milik AS dan tidak mengesampingkan kemungkinan merebutnya dengan kekerasan.
AS dan Denmark terus berselisih mengenai masa depan Greenland setelah pembicaraan tingkat tinggi diadakan di Gedung Putih gagal mengubah pendirian Trump. Menurut Trump, Washington perlu memiliki pulau tersebut karena alasan keamanan nasional.
Baca Juga: 3 Tentara NATO Kerahkan Tentara ke Greenland, Waswas Dicaplok AS
"Saya rasa pasukan di Eropa tidak memengaruhi proses pengambilan keputusan presiden, dan sama sekali tidak memengaruhi tujuannya untuk mengakuisisi Greenland," kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, seperti dikutip Reuters, Jumat (16/1/2026).
Setelah pertemuan di Gedung Putih yang menemui jalan buntu, Trump mengulangi pernyataannya bahwa Denmark tidak dapat diandalkan untuk melindungi Greenland jika Rusia atau China ingin mendudukinya.
Greenland dan Denmark mengatakan pulau itu tidak untuk dijual dan ancaman penggunaan kekuatan AS adalah tindakan yang gegabah.
Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, mengatakan dari Kopenhagen bahwa dia belum memiliki angka pasti untuk perluasan kehadiran pasukan NATO di Greenland yang direncanakan.
"Tetapi jelas bahwa sekarang kita akan dapat merencanakan kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen sepanjang tahun 2026 dan itu sangat penting untuk menunjukkan bahwa keamanan di Arktik bukan hanya untuk Kerajaan Denmark, tetapi untuk seluruh NATO," katanya.
Denmark memiliki sekitar 150 personel militer dan sipil yang bekerja di Komando Arktik Gabungan di pulau itu. Jerman, Prancis, Swedia, Norwegia, Finlandia, dan Belanda telah mengatakan mereka mengirimkan staf militer untuk memulai persiapan latihan yang lebih besar akhir tahun ini.
Negara-negara terkemuka Uni Eropa telah mendukung Denmark, memperingatkan bahwa perebutan wilayah NATO oleh militer AS dapat mengakhiri aliansi militer yang dipimpin oleh Washington tersebut.
Marc Jacobsen, seorang profesor di Royal Danish Defence College, mengatakan pengerahan militer Eropa ke Greenland mengirimkan dua pesan kepada pemerintahan AS.
"Salah satunya adalah untuk mencegah, untuk menunjukkan bahwa 'jika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu secara militer, kami siap membela Greenland'," katanya.
"Dan tujuan lainnya adalah untuk mengatakan, 'Baiklah, kami menanggapi kritik Anda dengan serius, kami meningkatkan kehadiran kami, menjaga kedaulatan kami, dan meningkatkan pengawasan di Greenland.'"
Sementara itu, Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa pembicaraan NATO tentang Moskow dan Beijing sebagai ancaman bagi Greenland adalah mitos yang dirancang untuk memicu histeria dan memperingatkan bahaya peningkatan konfrontasi di wilayah tersebut.
Namun, setiap upaya untuk mengabaikan kepentingan Rusia di Arktik tidak akan dibiarkan begitu saja, kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.
Hanya ada sedikit bukti bahwa sejumlah besar kapal China dan Rusia berlayar di dekat pantai Greenland sebagaimana yang diklaim AS.
AS memiliki sejarah panjang ingin mengakuisisi Greenland, tetapi orang-orang yang tinggal di pulau itu mengatakan komentar terbaru Trump tentang aneksasi terasa berbeda.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan bahwa sekitar 200 tentara AS ditempatkan di Greenland, yang memiliki populasi sekitar 57.000 jiwa.
Skala peningkatan militer Eropa yang direncanakan belum diumumkan secara publik, tetapi penempatan awal tampaknya kecil. Angkatan Bersenjata Jerman mengerahkan tim pengintai yang terdiri dari 13 orang, pertama ke Kopenhagen, kemudian ke Greenland dengan personel Denmark.
Pada Rabu malam, sebuah pesawat Angkatan Udara Denmark mendarat di bandara Nuuk dan personel berseragam militer turun. Swedia mengirimkan tiga perwira, Norwegia dua.
Prancis mengirimkan sekitar 15 spesialis gunung, yang akan diperkuat dalam beberapa hari mendatang oleh aset darat, udara, dan laut, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Prancis dan Uni Eropa harus tegas dalam menegakkan kedaulatan teritorial," katanya.
Seorang perwira Inggris bergabung dengan kelompok pengintaian. Belanda mengatakan akan mengirimkan satu perwira Angkatan Laut. Finlandia akan mengirimkan dua perwira penghubung militer.
Trump mengatakan Greenland seharusnya menjadi milik AS dan tidak mengesampingkan kemungkinan merebutnya dengan kekerasan.
AS dan Denmark terus berselisih mengenai masa depan Greenland setelah pembicaraan tingkat tinggi diadakan di Gedung Putih gagal mengubah pendirian Trump. Menurut Trump, Washington perlu memiliki pulau tersebut karena alasan keamanan nasional.
Baca Juga: 3 Tentara NATO Kerahkan Tentara ke Greenland, Waswas Dicaplok AS
"Saya rasa pasukan di Eropa tidak memengaruhi proses pengambilan keputusan presiden, dan sama sekali tidak memengaruhi tujuannya untuk mengakuisisi Greenland," kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, seperti dikutip Reuters, Jumat (16/1/2026).
Setelah pertemuan di Gedung Putih yang menemui jalan buntu, Trump mengulangi pernyataannya bahwa Denmark tidak dapat diandalkan untuk melindungi Greenland jika Rusia atau China ingin mendudukinya.
Greenland dan Denmark mengatakan pulau itu tidak untuk dijual dan ancaman penggunaan kekuatan AS adalah tindakan yang gegabah.
Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, mengatakan dari Kopenhagen bahwa dia belum memiliki angka pasti untuk perluasan kehadiran pasukan NATO di Greenland yang direncanakan.
"Tetapi jelas bahwa sekarang kita akan dapat merencanakan kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen sepanjang tahun 2026 dan itu sangat penting untuk menunjukkan bahwa keamanan di Arktik bukan hanya untuk Kerajaan Denmark, tetapi untuk seluruh NATO," katanya.
Denmark memiliki sekitar 150 personel militer dan sipil yang bekerja di Komando Arktik Gabungan di pulau itu. Jerman, Prancis, Swedia, Norwegia, Finlandia, dan Belanda telah mengatakan mereka mengirimkan staf militer untuk memulai persiapan latihan yang lebih besar akhir tahun ini.
Negara-negara terkemuka Uni Eropa telah mendukung Denmark, memperingatkan bahwa perebutan wilayah NATO oleh militer AS dapat mengakhiri aliansi militer yang dipimpin oleh Washington tersebut.
Marc Jacobsen, seorang profesor di Royal Danish Defence College, mengatakan pengerahan militer Eropa ke Greenland mengirimkan dua pesan kepada pemerintahan AS.
"Salah satunya adalah untuk mencegah, untuk menunjukkan bahwa 'jika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu secara militer, kami siap membela Greenland'," katanya.
"Dan tujuan lainnya adalah untuk mengatakan, 'Baiklah, kami menanggapi kritik Anda dengan serius, kami meningkatkan kehadiran kami, menjaga kedaulatan kami, dan meningkatkan pengawasan di Greenland.'"
Sementara itu, Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa pembicaraan NATO tentang Moskow dan Beijing sebagai ancaman bagi Greenland adalah mitos yang dirancang untuk memicu histeria dan memperingatkan bahaya peningkatan konfrontasi di wilayah tersebut.
Namun, setiap upaya untuk mengabaikan kepentingan Rusia di Arktik tidak akan dibiarkan begitu saja, kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.
Hanya ada sedikit bukti bahwa sejumlah besar kapal China dan Rusia berlayar di dekat pantai Greenland sebagaimana yang diklaim AS.
AS memiliki sejarah panjang ingin mengakuisisi Greenland, tetapi orang-orang yang tinggal di pulau itu mengatakan komentar terbaru Trump tentang aneksasi terasa berbeda.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan bahwa sekitar 200 tentara AS ditempatkan di Greenland, yang memiliki populasi sekitar 57.000 jiwa.
Skala peningkatan militer Eropa yang direncanakan belum diumumkan secara publik, tetapi penempatan awal tampaknya kecil. Angkatan Bersenjata Jerman mengerahkan tim pengintai yang terdiri dari 13 orang, pertama ke Kopenhagen, kemudian ke Greenland dengan personel Denmark.
Pada Rabu malam, sebuah pesawat Angkatan Udara Denmark mendarat di bandara Nuuk dan personel berseragam militer turun. Swedia mengirimkan tiga perwira, Norwegia dua.
Prancis mengirimkan sekitar 15 spesialis gunung, yang akan diperkuat dalam beberapa hari mendatang oleh aset darat, udara, dan laut, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Prancis dan Uni Eropa harus tegas dalam menegakkan kedaulatan teritorial," katanya.
Seorang perwira Inggris bergabung dengan kelompok pengintaian. Belanda mengatakan akan mengirimkan satu perwira Angkatan Laut. Finlandia akan mengirimkan dua perwira penghubung militer.
(mas)
Lihat Juga :