Serangan AS ke Iran Bisa Terjadi dalam 24 Jam, Semua Waspada
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:13 WIB
loading...
Pesawat pembom Northrop B-2 Spirit AS. Foto/Wikipedia
A
A
A
TEHERAN - Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran "segera terjadi," dan bisa datang dalam hitungan jam. Klaim itu diungkap dalam laporan Reuters, mengutip sumber anonim.
Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan beberapa ancaman terhadap Republik Islam, yang telah dilanda kerusuhan sejak akhir Desember.
Kerusuhan tersebut meletus di tengah inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam rial Iran. Teheran menyalahkan kekerasan jalanan, yang diduga mengakibatkan ratusan kematian, kepada AS dan Israel.
Pada hari Rabu (14/1/2026), Reuters mengutip seorang pejabat militer Barat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan, "Semua sinyal menunjukkan serangan AS akan segera terjadi."
Namun, sumber anonim tersebut dilaporkan menambahkan, "Itulah juga cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada, dengan ketidakpastian sebagai bagian dari strategi."
Menurut media tersebut, yang mengutip dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya, "intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan."
Reuters juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan Trump tampaknya telah memutuskan menyerang Iran, meskipun cakupan aksi militer potensial tersebut masih belum jelas.
Reuters juga melaporkan AS sedang mengevakuasi beberapa personel militernya dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah untuk mengantisipasi serangan balasan dari Iran.
Pada hari Selasa, Trump menyerukan kepada para demonstran Iran mengambil alih kendali lembaga-lembaga negara, setelah sebelumnya ia menyatakan "bantuan sedang dalam perjalanan."
Awal pekan ini, presiden AS menyatakan pemerintahannya "sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat" terhadap Republik Islam.
Pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS mendesak semua warga negara Amerika di Iran untuk segera meninggalkan negara itu.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan meskipun Iran tidak mencari konfrontasi militer dengan AS, Iran "siap untuk perang."
Namun, diplomat tersebut mencatat Teheran juga "siap negosiasi" dengan Washington, selama negosiasi tersebut "adil, terhormat, dan dari posisi yang setara."
Baca juga: Viral! Banyak Mayat Demonstran Menumpuk, Ini Respons Iran
Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan beberapa ancaman terhadap Republik Islam, yang telah dilanda kerusuhan sejak akhir Desember.
Kerusuhan tersebut meletus di tengah inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam rial Iran. Teheran menyalahkan kekerasan jalanan, yang diduga mengakibatkan ratusan kematian, kepada AS dan Israel.
Pada hari Rabu (14/1/2026), Reuters mengutip seorang pejabat militer Barat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan, "Semua sinyal menunjukkan serangan AS akan segera terjadi."
Namun, sumber anonim tersebut dilaporkan menambahkan, "Itulah juga cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada, dengan ketidakpastian sebagai bagian dari strategi."
Menurut media tersebut, yang mengutip dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya, "intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan."
Reuters juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan Trump tampaknya telah memutuskan menyerang Iran, meskipun cakupan aksi militer potensial tersebut masih belum jelas.
Reuters juga melaporkan AS sedang mengevakuasi beberapa personel militernya dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah untuk mengantisipasi serangan balasan dari Iran.
Pada hari Selasa, Trump menyerukan kepada para demonstran Iran mengambil alih kendali lembaga-lembaga negara, setelah sebelumnya ia menyatakan "bantuan sedang dalam perjalanan."
Awal pekan ini, presiden AS menyatakan pemerintahannya "sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat" terhadap Republik Islam.
Pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS mendesak semua warga negara Amerika di Iran untuk segera meninggalkan negara itu.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan meskipun Iran tidak mencari konfrontasi militer dengan AS, Iran "siap untuk perang."
Namun, diplomat tersebut mencatat Teheran juga "siap negosiasi" dengan Washington, selama negosiasi tersebut "adil, terhormat, dan dari posisi yang setara."
Baca juga: Viral! Banyak Mayat Demonstran Menumpuk, Ini Respons Iran
(sya)
Lihat Juga :