Iran Tutup Wilayah Udaranya, Serangan AS Dilaporkan Segera Terjadi

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:51 WIB
loading...
Iran Tutup Wilayah Udaranya,...
Iran telah menutup wilayah udaranya sejak Rabu. Sedangkan AS dilaporkan segera menyerang Iran. Foto/Future UAE
A A A
TEHERAN - Iran telah menutup wilayah udaranya sejak hari Rabu untuk sebagian besar penerbangan. Langkah ini diambil Teheran di tengah protes yang meluas dan kekhawatiran akan serangan udara Amerika Serikat (AS).

Menurut situs pelacakan penerbangan, FlightRadar24, Kamis (15/1/2026), Peringatan Pemberitahuan kepada Misi Udara (NOTAM) dikeluarkan oleh Teheran tepat setelah pukul 17.00 ET. Dalam NOTAM tersebut, Iran melarang semua penerbangan kecuali penerbangan internasional ke dan dari Iran dengan izin.

Baca Juga: 3 Strategi Baru Iran Hadapi Invasi AS

Peta lalu lintas udara di atas Iran dan wilayah sekitarnya menunjukkan banyak penerbangan dialihkan di sekitar wilayah udara Iran.

Hanya lima pesawat yang terlihat di atas wilayah udara Iran pada saat NOTAM dikeluarkan, menurut situs pelacakan penerbangan tersebut.

Sementara itu, kantor berita Reuters mengutip sumber anonim yang mengatakan serangan militer AS terhadap Iran akan segera terjadi, dan dapat terjadi dalam beberapa jam saja.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan beberapa ancaman terhadap Republik Islam Iran, yang telah dilanda demo rusuh sejak akhir Desember. Kerusuhan tersebut terjadi di tengah inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam rial Iran. Teheran menyalahkan kekerasan jalanan, yang diduga telah mengakibatkan ratusan kematian, kepada AS dan Israel.

Pada hari Rabu, Reuters mengutip seorang pejabat militer Barat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan: "Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS akan segera terjadi."

Namun, sumber tersebut menambahkan: "Itulah cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada, dengan ketidakpastian sebagai bagian dari strategi."

Menurut laporan tersebut, yang mengutip dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya, “Intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.”

Reuters juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan bahwa Trump tampaknya telah memutuskan untuk menyerang Iran, meskipun cakupan aksi militer potensial tersebut masih belum jelas.

Lebih lanjut, laporan Reuters menyebutkan AS sedang mengevakuasi beberapa personel militernya dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah untuk mengantisipasi serangan balasan dari Iran.

Pada hari Selasa, Trump menyerukan para demonstran Iran untuk mengambil alih kendali lembaga-lembaga negara, setelah sebelumnya dia menyatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan".

Awal pekan ini, presiden AS itu menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat terhadap Republik Islam.

Pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS mendesak semua warga negara Amerika di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa meskipun Iran tidak menginginkan konfrontasi militer dengan AS, Iran siap berperang. Namun, diplomat tersebut mencatat bahwa Teheran juga siap bernegosiasi dengan Washington. "Selama negosiasi tersebut adil, terhormat, dan dari posisi yang setara," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved