Parahnya Demo Iran, Masjid Al-Rasool di Teheran Dibakar
Minggu, 11 Januari 2026 - 11:41 WIB
loading...
Masjid Al-Rasool di Teheran, Iran, dibakar massa dalam demo kemarahan pada Jumat. Foto/via Iran International
A
A
A
TEHERAN - Kemarahan warga Iran memuncak dalam demo pada Jumat malam lalu, di mana Masjid Al-Rasool di Saadat Abad, Teheran, dibakar. Beberapa kendaraan juga bernasib serupa.
Masjid Al-Rasool yang dibakar berada di dekat Lapangan Shahid Tehrani Moghaddam. Para saksi mata mengatakan tindakan itu bukan hanya simbolis, tetapi serangan langsung terhadap fasilitas keagamaan dan keselamatan publik.
Namun, pihak berwenang Iran tetap membantah laporan tentang kerusuhan di pusat ibu kota dan mengatakan situasi di sana terkendali. Mereka hanya mengakui bentrokan dan insiden sporadis terus terjadi di berbagai lingkungan seperti Tehranpars, Jannat Abad, Pasdaran, dan Nizam Abad.
Baca Juga: AS Bersiap Ikut Campur Dalam Kekacauan Iran: 'Bantuan Sedang Dalam Perjalanan'
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamanei dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah pada hari Jumat mengecam dukungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap para demonstran. Menurutnya, tangan Trump kini "berlumuran darah rakyat Iran".
“Rakyat Iran harus menjaga persatuan mereka,” kata Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan televisi Press TV saat penonton meneriakkan “Matilah Amerika!”
"Para pengunjuk rasa merusak jalanan mereka sendiri untuk menyenangkan presiden Amerika Serikat,” lanjut Khamenei.
“Karena dia mengatakan akan membantu mereka. Seharusnya dia memperhatikan keadaan negaranya sendiri," imbuh dia.
Di dalam Masjid Al-Rasool di Teheran, sebuah bangunan seperti sangkar emas hangus akibat kebakaran, dan puing-puing berserakan di lantai saat orang-orang memeriksa kerusakan.
Meskipun Iran memutus internet dan saluran telepon dalam beberapa hari terakhir, rekaman muncul secara online sejak Jumat tentang masjid yang dibakar massa. Beberapa mobil yang hangus dan puing-puing terlihat berserakan di jalan di luar masjid.
Protes kemarahan yang pecah sejak 28 Desember ini bermula karena perekonomian Iran yang sedang lesu, tetapi sejak itu telah berubah menjadi tuntutan pelengseran rezim.
Protes meningkat secara dramatis dalam semalam setelah putra mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi—yang ayahnya yang sakit parah melarikan diri dari Iran tepat sebelum Revolusi Islam 1979—menyerukan para demonstran merebut pusat kota.
“Bangsa Iran yang agung, mata dunia tertuju pada Anda. Turunlah ke jalan dan, sebagai satu kesatuan, teriakkan tuntutan Anda,” kata Pahlavi.
“Tujuan kita bukan lagi hanya turun ke jalan. Tujuannya adalah bersiap untuk merebut dan menguasai pusat-pusat kota,” kata Reza Pahlavi dalam pesan video di media sosial, mendesak lebih banyak protes pada hari Sabtu dan Minggu (11/1/2026).
Masjid Al-Rasool yang dibakar berada di dekat Lapangan Shahid Tehrani Moghaddam. Para saksi mata mengatakan tindakan itu bukan hanya simbolis, tetapi serangan langsung terhadap fasilitas keagamaan dan keselamatan publik.
Namun, pihak berwenang Iran tetap membantah laporan tentang kerusuhan di pusat ibu kota dan mengatakan situasi di sana terkendali. Mereka hanya mengakui bentrokan dan insiden sporadis terus terjadi di berbagai lingkungan seperti Tehranpars, Jannat Abad, Pasdaran, dan Nizam Abad.
Baca Juga: AS Bersiap Ikut Campur Dalam Kekacauan Iran: 'Bantuan Sedang Dalam Perjalanan'
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamanei dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah pada hari Jumat mengecam dukungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap para demonstran. Menurutnya, tangan Trump kini "berlumuran darah rakyat Iran".
“Rakyat Iran harus menjaga persatuan mereka,” kata Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan televisi Press TV saat penonton meneriakkan “Matilah Amerika!”
"Para pengunjuk rasa merusak jalanan mereka sendiri untuk menyenangkan presiden Amerika Serikat,” lanjut Khamenei.
“Karena dia mengatakan akan membantu mereka. Seharusnya dia memperhatikan keadaan negaranya sendiri," imbuh dia.
Di dalam Masjid Al-Rasool di Teheran, sebuah bangunan seperti sangkar emas hangus akibat kebakaran, dan puing-puing berserakan di lantai saat orang-orang memeriksa kerusakan.
Meskipun Iran memutus internet dan saluran telepon dalam beberapa hari terakhir, rekaman muncul secara online sejak Jumat tentang masjid yang dibakar massa. Beberapa mobil yang hangus dan puing-puing terlihat berserakan di jalan di luar masjid.
Protes kemarahan yang pecah sejak 28 Desember ini bermula karena perekonomian Iran yang sedang lesu, tetapi sejak itu telah berubah menjadi tuntutan pelengseran rezim.
Protes meningkat secara dramatis dalam semalam setelah putra mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi—yang ayahnya yang sakit parah melarikan diri dari Iran tepat sebelum Revolusi Islam 1979—menyerukan para demonstran merebut pusat kota.
“Bangsa Iran yang agung, mata dunia tertuju pada Anda. Turunlah ke jalan dan, sebagai satu kesatuan, teriakkan tuntutan Anda,” kata Pahlavi.
“Tujuan kita bukan lagi hanya turun ke jalan. Tujuannya adalah bersiap untuk merebut dan menguasai pusat-pusat kota,” kata Reza Pahlavi dalam pesan video di media sosial, mendesak lebih banyak protes pada hari Sabtu dan Minggu (11/1/2026).
(mas)
Lihat Juga :