Iran Anggap Demonstran Musuh Tuhan yang Akan Dihukum Mati
Minggu, 11 Januari 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Putra Mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi, menyerukan protes dan mendesak para demonstran untuk turun ke jalan pada hari Sabtu dan Minggu, membawa bendera singa dan matahari Iran kuno serta simbol-simbol nasional lainnya yang digunakan pada masa Shah untuk "mengeklaim ruang publik sebagai milik Anda sendiri".
Demonstrasi tersebut bermula sebagai ketidakpuasan publik terhadap pemerintah Republik Islam Iran ketika mata uang rial Iran anjlok ke titik terendah sepanjang masa yaitu lebih dari 1,4 juta per dolar AS pada akhir Desember 2025, dan sejak itu berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang meluas.
Sementara itu, AS bersiap ikut campur dalam kekacauan di Iran dengan dalih menolong para demonstran anti-pemerintah. Senator Partai Republik Lindsey Graham, sekutu dekat Presiden Donald Trump, mengatakan bantuan Washington sedang dalam perjalanan untuk para demonstran.
"Kepada rakyat Iran: mimpi buruk panjang Anda akan segera berakhir. Keberanian dan tekad Anda untuk mengakhiri penindasan telah diperhatikan oleh @POTUS dan semua orang yang mencintai kebebasan," tulis Graham dalam sebuah unggahan di X. @POTUS adalah akun resmi Presiden AS.
"Ketika Presiden Trump mengatakan 'Make Iran Great Again [Jadikan Iran Hebat Kembali]', itu berarti para demonstran di Iran harus menang atas ayatollah. Itu adalah sinyal paling jelas bahwa dia, Presiden Trump, memahami bahwa Iran tidak akan pernah hebat dengan ayatollah dan antek-anteknya yang berkuasa," lanjut Graham.
"Kepada semua yang berkorban di Iran, semoga Tuhan memberkati. Bantuan sedang dalam perjalanan," imbuh dia.
Pada saat yang bersamaan, Trump menegaskan kembali dukungannya kepada para demonstran Iran, menyatakan kesiapan Washington untuk membantu mereka dalam perjuangan untuk kebebasan.
Demonstrasi tersebut bermula sebagai ketidakpuasan publik terhadap pemerintah Republik Islam Iran ketika mata uang rial Iran anjlok ke titik terendah sepanjang masa yaitu lebih dari 1,4 juta per dolar AS pada akhir Desember 2025, dan sejak itu berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang meluas.
Sementara itu, AS bersiap ikut campur dalam kekacauan di Iran dengan dalih menolong para demonstran anti-pemerintah. Senator Partai Republik Lindsey Graham, sekutu dekat Presiden Donald Trump, mengatakan bantuan Washington sedang dalam perjalanan untuk para demonstran.
"Kepada rakyat Iran: mimpi buruk panjang Anda akan segera berakhir. Keberanian dan tekad Anda untuk mengakhiri penindasan telah diperhatikan oleh @POTUS dan semua orang yang mencintai kebebasan," tulis Graham dalam sebuah unggahan di X. @POTUS adalah akun resmi Presiden AS.
"Ketika Presiden Trump mengatakan 'Make Iran Great Again [Jadikan Iran Hebat Kembali]', itu berarti para demonstran di Iran harus menang atas ayatollah. Itu adalah sinyal paling jelas bahwa dia, Presiden Trump, memahami bahwa Iran tidak akan pernah hebat dengan ayatollah dan antek-anteknya yang berkuasa," lanjut Graham.
"Kepada semua yang berkorban di Iran, semoga Tuhan memberkati. Bantuan sedang dalam perjalanan," imbuh dia.
Pada saat yang bersamaan, Trump menegaskan kembali dukungannya kepada para demonstran Iran, menyatakan kesiapan Washington untuk membantu mereka dalam perjuangan untuk kebebasan.
Lihat Juga :