Pasukan Khusus AS Rampas Kapal Tanker Minyak Rusia, Moskow Marah

Kamis, 08 Januari 2026 - 06:58 WIB
loading...
Pasukan Khusus AS Rampas...
Pasukan khusus AS merampas kapal tanker minyak Rusia yang diduga terkait dengan Venezuela. Tindakan AS ini membuat Rusia marah. Foto/BBC/RT.com
A A A
MOSKOW - Rusia menyampaikan kemarahannya setelah pasukan khusus Amerika Serikat (AS) atau merampas sebuah kapal tanker minyak Moskow yang diduga terkait dengan Venezuela di perairan dekat Inggris. Operasi penyitaan kapal tanker bernama Marinera itu juga melibatkan pasukan Inggris.

Kapal tanker Marinera sebelumnya bernama Bella-1. Kapal tersebut telah dikenai sanksi AS, dan mengibarkan bendera Rusia ketika penyitaan berlangsung pada hari Rabu.

Pasukan khusus AS menaiki kapal Marinera di perairan antara Islandia dan Skotlandia saat kapal tersebut berlayar ke utara.

Baca Juga: AS Sita Kapal Tanker Minyak Rusia, Perang Dunia III Akan Pecah?

Kemarahan Rusia disampaikan Kementerian Transportasi dalam sebuah pernyataan. "Tidak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan terhadap kapal yang terdaftar dengan benar di yurisdiksi negara lain," kesal kementerian itu.

Menurut kementerian itu, pasukan AS menaiki kapal Marinera sekitar pukul 15.00 sore waktu Moskow atau pukul 12.00 siang GMT setelah itu semua komunikasi dengan kapal itu terputus.

"Pada 24 Desember 2025, Marinera menerima izin sementara untuk mengibarkan bendera Rusia, yang dikeluarkan sesuai dengan hukum Rusia dan internasional," katanya, menambahkan bahwa serangan terhadap kapal tersebut melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.

Aleksey Zhuravlyov, wakil kepala pertama komite pertahanan Duma Negara Rusia, mengecam langkah AS tersebut.

"Kita perlu memberikan respons militer: serang dengan torpedo atau tenggelamkan beberapa kapal Amerika," serunya, yang menyamakan langkah Amerika itu dengan pembajakan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuntut AS untuk memperlakukan para awak kapal tanker tersebut dengan bermartabat. Kementeriannya menambahkan bahwa mereka memantau dengan cermat laporan tentang pengerahan pasukan Amerika di kapal Mariner berbendera Rusia di Atlantik Utara.

"Mengingat informasi yang masuk mengenai keberadaan warga negara Rusia di antara awak kapal, kami menuntut agar pihak Amerika memastikan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat terhadap mereka, menghormati hak dan kepentingan mereka secara ketat, dan tidak menghalangi kepulangan mereka dengan cepat ke tanah air mereka," kata kementerian itu.

Sementara itu, dalam sebuah unggahan di X, Komando Eropa militer AS mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyita kapal tersebut karena melanggar sanksi AS.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan merespons unggahan dengan menyatakan, "Blokade minyak Venezuela yang dikenai sanksi dan ilegal tetap berlaku penuh—di mana pun di dunia."

Inggris juga menawarkan dukungan, termasuk penggunaan pangkalan, kepada militer AS yang mencegat kapal tanker minyak Rusia tersebut.

"RFA Tideforce [yang sering digunakan sebagai kapal pengisian bahan bakar] memberikan dukungan kepada pasukan AS yang mengejar dan mencegat Bella 1, sementara RAF memberikan dukungan pengawasan dari udara," kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip express.co.uk, Kamis (8/1/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved