Venezuela Tuding AS Melakukan Agresi Militer yang Sangat Serius

Sabtu, 03 Januari 2026 - 15:34 WIB
loading...
Venezuela Tuding AS...
Venezuela tuding AS melakukan agresi militer yang sangat serius. Foto/X/@Goreunit
A A A
CARACAS - Pemerintah Venezuela mengatakan bahwa mereka "menolak dan mengecam kepada komunitas internasional agresi militer yang sangat serius" oleh pemerintah AS. Itu terjadi setelah jet tempur AS terbang rendah di wilayah Venezuela dan menggempur fasilitas militer.

Venezuela mengatakan serangan tersebut menargetkan situs sipil dan militer di kota Caracas dan negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Pemerintah berjanji untuk membela diri terhadap serangan yang tampaknya terjadi, dan menuduh AS berupaya melakukan perubahan rezim.

"Seluruh negara harus aktif untuk mengalahkan agresi imperialis ini," bunyi pernyataan pemerintah, menambahkan seruan untuk segera mengadakan pertemuan Dewan Keamanan PBB, dilansir CBS.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memberi lampu hijau kepada militer AS untuk melakukan serangan darat di Venezuela beberapa hari sebelum operasi sebenarnya terjadi. Itu diungkapkan dua pejabat AS yang berbicara kepada CBS News dengan syarat anonim untuk membahas masalah keamanan nasional.

Para pejabat militer membahas kemungkinan pelaksanaan misi pada Hari Natal, tetapi serangan udara AS di Nigeria terhadap target ISIS lebih diutamakan, kata sumber tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Ingin Ambil Alih Selat...
Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Adalah Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
Wasit Piala Dunia 2026...
Wasit Piala Dunia 2026 yang Dicoret FIFA Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Turun Tangan
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Berita Terkini
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved