Pentagon Rilis Rekaman Serangan Balas Dendam di Suriah
Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:11 WIB
loading...
AS rilis video serangan di Suriah. Foto/X/CENTCOM
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon merilis rekaman pertempuran yang menunjukkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutu melakukan serangan skala besar terhadap target teroris yang diduga ISIS di Suriah. Serangan itu sebagai bagian dari pembalasan Washington atas pembunuhan personel Amerika baru-baru ini.
Dalam unggahan di X pada Jumat malam, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Amerika dan Yordania menyerang lebih dari 70 target di seluruh Suriah tengah menggunakan lebih dari 100 amunisi berpemandu presisi.
Pentagon mengatakan serangan tersebut dilakukan di bawah Operasi Hawkeye Strike dan melibatkan jet tempur AS, helikopter serang, artileri, dan pesawat tempur Yordania.
Rekaman yang dirilis menunjukkan serangan udara dan ledakan yang menghantam posisi militan yang dicurigai di beberapa lokasi, dengan target yang digambarkan sebagai infrastruktur teroris dan lokasi senjata.
“Operasi ini sangat penting untuk mencegah ISIS menginspirasi rencana dan serangan teroris terhadap tanah air AS,” kata komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper. “Kami akan terus tanpa henti mengejar teroris yang berupaya membahayakan warga Amerika dan mitra kami di seluruh wilayah.”
Sejak serangan 13 Desember terhadap pasukan AS dan sekutunya, pasukan Amerika dan sekutu telah melakukan 10 operasi di Suriah dan Irak, yang mengakibatkan tewasnya atau penahanan 23 tersangka anggota ISIS, menurut CENTCOM.
Selama enam bulan terakhir, lebih dari 80 operasi kontra-terorisme telah dilakukan di Suriah, tambah komando tersebut.
Presiden Donald Trump mengatakan pemerintah Suriah yang baru mengetahui dan mendukung serangan balasan tersebut, sementara Menteri Perang Pete Hegseth menekankan operasi tersebut adalah "deklarasi pembalasan" dan bukan perang.
Baca juga: PM Australia Umumkan Rencana Beli Senjata dari Masyarakat setelah Serangan Bondi
Dalam unggahan di X pada Jumat malam, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Amerika dan Yordania menyerang lebih dari 70 target di seluruh Suriah tengah menggunakan lebih dari 100 amunisi berpemandu presisi.
Pentagon mengatakan serangan tersebut dilakukan di bawah Operasi Hawkeye Strike dan melibatkan jet tempur AS, helikopter serang, artileri, dan pesawat tempur Yordania.
Rekaman yang dirilis menunjukkan serangan udara dan ledakan yang menghantam posisi militan yang dicurigai di beberapa lokasi, dengan target yang digambarkan sebagai infrastruktur teroris dan lokasi senjata.
“Operasi ini sangat penting untuk mencegah ISIS menginspirasi rencana dan serangan teroris terhadap tanah air AS,” kata komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper. “Kami akan terus tanpa henti mengejar teroris yang berupaya membahayakan warga Amerika dan mitra kami di seluruh wilayah.”
Sejak serangan 13 Desember terhadap pasukan AS dan sekutunya, pasukan Amerika dan sekutu telah melakukan 10 operasi di Suriah dan Irak, yang mengakibatkan tewasnya atau penahanan 23 tersangka anggota ISIS, menurut CENTCOM.
Selama enam bulan terakhir, lebih dari 80 operasi kontra-terorisme telah dilakukan di Suriah, tambah komando tersebut.
Presiden Donald Trump mengatakan pemerintah Suriah yang baru mengetahui dan mendukung serangan balasan tersebut, sementara Menteri Perang Pete Hegseth menekankan operasi tersebut adalah "deklarasi pembalasan" dan bukan perang.
Baca juga: PM Australia Umumkan Rencana Beli Senjata dari Masyarakat setelah Serangan Bondi
(sya)
Lihat Juga :