Israel Negosiasi Kesepakatan Gas dengan Suriah setelah Setujui Rp585 Triliun dengan Mesir
Jum'at, 19 Desember 2025 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
“Yang terpenting, kesepakatan ini mengharuskan perusahaan untuk menjual gas dengan harga yang baik kepada warga Israel,” ungkap Netanyahu.
Tidak ada konfirmasi atau pernyataan resmi dari otoritas Mesir mengenai kesepakatan tersebut.
Pada bulan September, surat kabar Israel Israel Hayom melaporkan Netanyahu telah menginstruksikan agar kesepakatan gas besar-besaran dengan Mesir tidak dilanjutkan tanpa persetujuannya, di tengah tuduhan Tel Aviv bahwa Kairo telah "melanggar perjanjian perdamaian" yang ditandatangani antara kedua negara melalui pengerahan militer di Sinai—klaim yang dibantah Mesir.
Laporan tentang kesepakatan itu muncul pada 7 Agustus, ketika surat kabar Maariv mengungkapkan NewMed Energy telah menandatangani perjanjian baru untuk mengekspor gas ke Mesir dari ladang Leviathan, memperluas perjanjian yang ada sejak 2019 (60 miliar meter kubik), menurut laporan Anadolu.
Media Israel sebelumnya melaporkan Mesir mungkin akan beralih ke Qatar untuk menutupi pasokan gas jika Israel gagal menyetujui kesepakatan tersebut.
Setelah laporan-laporan ini, laporan media Israel berbicara tentang perubahan posisi Netanyahu, mencatat ia telah memberikan lampu hijau untuk menyelesaikan kesepakatan gas dengan Mesir.
Berdasarkan perjanjian tersebut, para mitra akan menjual 130 miliar meter kubik gas ke Mesir hingga tahun 2040 dengan imbalan sekitar USD35 miliar.
Hak operasi di ladang Leviathan dibagi antara Noble Energy (39,66%), yang diakuisisi raksasa energi AS Chevron pada Oktober 2020; NewMed Energy Partnership (45,33%); dan Ratio Oil Exploration (15%).
Tidak ada konfirmasi atau pernyataan resmi dari otoritas Mesir mengenai kesepakatan tersebut.
Keberatan Netanyahu Sebelumnya
Pada bulan September, surat kabar Israel Israel Hayom melaporkan Netanyahu telah menginstruksikan agar kesepakatan gas besar-besaran dengan Mesir tidak dilanjutkan tanpa persetujuannya, di tengah tuduhan Tel Aviv bahwa Kairo telah "melanggar perjanjian perdamaian" yang ditandatangani antara kedua negara melalui pengerahan militer di Sinai—klaim yang dibantah Mesir.
Laporan tentang kesepakatan itu muncul pada 7 Agustus, ketika surat kabar Maariv mengungkapkan NewMed Energy telah menandatangani perjanjian baru untuk mengekspor gas ke Mesir dari ladang Leviathan, memperluas perjanjian yang ada sejak 2019 (60 miliar meter kubik), menurut laporan Anadolu.
Media Israel sebelumnya melaporkan Mesir mungkin akan beralih ke Qatar untuk menutupi pasokan gas jika Israel gagal menyetujui kesepakatan tersebut.
Setelah laporan-laporan ini, laporan media Israel berbicara tentang perubahan posisi Netanyahu, mencatat ia telah memberikan lampu hijau untuk menyelesaikan kesepakatan gas dengan Mesir.
Hak Operasi
Berdasarkan perjanjian tersebut, para mitra akan menjual 130 miliar meter kubik gas ke Mesir hingga tahun 2040 dengan imbalan sekitar USD35 miliar.
Hak operasi di ladang Leviathan dibagi antara Noble Energy (39,66%), yang diakuisisi raksasa energi AS Chevron pada Oktober 2020; NewMed Energy Partnership (45,33%); dan Ratio Oil Exploration (15%).
Lihat Juga :