Erdogan Disebut Minta Putin Ambil Kembali Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35
Jum'at, 19 Desember 2025 - 08:46 WIB
loading...
A
A
A
Menurut sumber-sumber tersebut, melepaskan peralatan militer Rusia dapat meningkatkan hubungan Turki dengan AS secara signifikan. Itu juga membuka jalan menuju pencabutan sanksi Amerika terhadap industri pertahanan Turki dan akses Ankara terhadap pesawat tempur F-35.
Seorang diplomat senior Turki baru-baru ini mengatakan bahwa dia memperkirakan sanksi tersebut akan dicabut tahun depan.
Turki membeli sistem S-400 dari Rusia selama periode keterasingan dari sekutu-sekutunya di Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO), yang dimulai selama masa kepresidenan Barack Obama di AS dan semakin memburuk setelah upaya kudeta yang gagal terhadap Erdogan pada tahun 2016. Pada saat itu, Turki juga berupaya membeli sistem rudal Patriot buatan AS tetapi mengeklaim Washington tidak berkomitmen untuk menyelesaikan kesepakatan.
Turki berharap perannya sebagai mediator antara Rusia dan Ukraina akan mendorong Moskow untuk menerima permintaan tersebut, kata sumber-sumber itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitivitas subjek tersebut.
Ankara juga meminta pengembalian dana miliaran dolar yang dihabiskannya untuk membeli sistem pertahanan udara tersebut, imbuh sumber-sumber tersebut. Hal itu meningkatkan kemungkinan Turki meminta pengurangan dari tagihan impor minyak dan gas alamnya dari Rusia, meskipun mereka menambahkan bahwa hal ini harus dinegosiasikan.
Namun, biaya sistem rudal dan radar S-400 tidak sebanding dengan modal diplomatik yang dapat diperoleh Turki dengan sekutu NATO—dan khususnya Trump—jika Turki menyingkirkan sistem tersebut, kata sumber-sumber tersebut.
NATO mengatakan Rusia dapat memperoleh intelijen penting jika Turki menggunakan S-400 bersama jet-jet tempur Barat. Saat ini, Ankara tidak mengoperasikan sistem rudal canggih Rusia tersebut.
Seorang diplomat senior Turki baru-baru ini mengatakan bahwa dia memperkirakan sanksi tersebut akan dicabut tahun depan.
Turki membeli sistem S-400 dari Rusia selama periode keterasingan dari sekutu-sekutunya di Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO), yang dimulai selama masa kepresidenan Barack Obama di AS dan semakin memburuk setelah upaya kudeta yang gagal terhadap Erdogan pada tahun 2016. Pada saat itu, Turki juga berupaya membeli sistem rudal Patriot buatan AS tetapi mengeklaim Washington tidak berkomitmen untuk menyelesaikan kesepakatan.
Turki berharap perannya sebagai mediator antara Rusia dan Ukraina akan mendorong Moskow untuk menerima permintaan tersebut, kata sumber-sumber itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitivitas subjek tersebut.
Pengembalian Dana Sistem Rudal S-400
Ankara juga meminta pengembalian dana miliaran dolar yang dihabiskannya untuk membeli sistem pertahanan udara tersebut, imbuh sumber-sumber tersebut. Hal itu meningkatkan kemungkinan Turki meminta pengurangan dari tagihan impor minyak dan gas alamnya dari Rusia, meskipun mereka menambahkan bahwa hal ini harus dinegosiasikan.
Namun, biaya sistem rudal dan radar S-400 tidak sebanding dengan modal diplomatik yang dapat diperoleh Turki dengan sekutu NATO—dan khususnya Trump—jika Turki menyingkirkan sistem tersebut, kata sumber-sumber tersebut.
NATO mengatakan Rusia dapat memperoleh intelijen penting jika Turki menggunakan S-400 bersama jet-jet tempur Barat. Saat ini, Ankara tidak mengoperasikan sistem rudal canggih Rusia tersebut.
Lihat Juga :