Fokus Perkuat Armada Laut, Arab Saudi Punya Kapal Perang Baru
Rabu, 17 Desember 2025 - 16:27 WIB
loading...
A
A
A
Ditanya apa yang ingin dicapai AS melalui latihan bersama tersebut, Eastburn mengatakan latihan tersebut meningkatkan efektivitas operasional di lingkungan yang tidak familiar dan meningkatkan interoperabilitas antar negara mitra. Ia menambahkan bahwa CENTCOM tetap berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman dan berbagi taktik, teknik, dan prosedur, memberikan lebih banyak ruang pengambilan keputusan bagi para pemimpin senior kami, dan mempertahankan pasukan yang siap dan responsif untuk mengalahkan musuh.
“Bekerja sama dengan mitra regional utama seperti Kerajaan Arab Saudi merupakan peluang berharga untuk meningkatkan keamanan regional,” tambahnya.
Awal tahun ini, kedua negara telah melakukan “Nautical Defender 25,” latihan besar lainnya yang diadakan di Jubail yang bertujuan untuk memperkuat interoperabilitas militer-ke-militer dan koordinasi keamanan maritim.
Kesimpulan dari Marine Defender 25 ini menyusul kunjungan baru-baru ini ke Arab Saudi oleh jenderal tertinggi AS untuk Timur Tengah. Selama kunjungannya, Kepala CENTCOM Jenderal Erik Kurilla bertemu dengan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Saudi Jenderal Fayyad bin Hamed Al-Ruwaili dan mengawasi baterai Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) pertama Kerajaan yang mencapai kemampuan operasional penuh.
Pada hari Kamis, diplomat tertinggi AS tersebut berbicara dengan mitranya dari Saudi tentang upaya bersama untuk menstabilkan kawasan tersebut.
Keduanya juga berbicara tentang kerja sama AS-Saudi untuk memastikan keamanan Laut Merah, kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce. “Menteri Rubio juga membahas kerja sama yang sedang berlangsung untuk memperkuat hubungan AS-Saudi,” tambahnya.
“Bekerja sama dengan mitra regional utama seperti Kerajaan Arab Saudi merupakan peluang berharga untuk meningkatkan keamanan regional,” tambahnya.
Awal tahun ini, kedua negara telah melakukan “Nautical Defender 25,” latihan besar lainnya yang diadakan di Jubail yang bertujuan untuk memperkuat interoperabilitas militer-ke-militer dan koordinasi keamanan maritim.
Kesimpulan dari Marine Defender 25 ini menyusul kunjungan baru-baru ini ke Arab Saudi oleh jenderal tertinggi AS untuk Timur Tengah. Selama kunjungannya, Kepala CENTCOM Jenderal Erik Kurilla bertemu dengan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Saudi Jenderal Fayyad bin Hamed Al-Ruwaili dan mengawasi baterai Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) pertama Kerajaan yang mencapai kemampuan operasional penuh.
Pada hari Kamis, diplomat tertinggi AS tersebut berbicara dengan mitranya dari Saudi tentang upaya bersama untuk menstabilkan kawasan tersebut.
Keduanya juga berbicara tentang kerja sama AS-Saudi untuk memastikan keamanan Laut Merah, kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce. “Menteri Rubio juga membahas kerja sama yang sedang berlangsung untuk memperkuat hubungan AS-Saudi,” tambahnya.
(ahm)
Lihat Juga :