Program Semiconductor Venture Accelerator Soroti Inovasi Talenta Muda Indonesia dalam Kompetisi Final Pitch 2025
Selasa, 25 November 2025 - 18:30 WIB
loading...
Final Pitch Competition digelar pada 25 November 2025 untuk menyoroti potensi inovasi dari talenta muda Indonesia di bidang semikonduktor. Foto/U.S. Consulate General Surabaya
A
A
A
SURABAYA - Program Semiconductor Venture Accelerator, yang disponsori Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Surabaya dan dilaksanakan Arizona State University (ASU) bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menyelenggarakan Final Pitch Competition pada 25 November 2025 untuk menyoroti potensi inovasi dari talenta muda Indonesia di bidang semikonduktor.
Inisiatif yang didanai pemerintah Amerika Serikat ini menegaskan keahlian AS dalam pendidikan semikonduktor serta komitmennya mendorong inovasi berdampak tinggi yang memperkuat kemakmuran bersama dan keamanan rantai pasok.
Delapan mahasiswa terpilih mempresentasikan ide-ide mereka dalam kompetisi final tersebut, menandai puncak dari berbulan-bulan pembelajaran dan bimbingan.
Mereka menampilkan gagasan usaha yang mengaplikasikan teknologi semikonduktor tingkat lanjut untuk mengatasi tantangan lokal maupun global, mulai dari desain chip berbasis AI dan pengembangan material berkelanjutan hingga inovasi rangkaian untuk pemantauan lingkungan.
Panel juri yang terdiri dari para ahli dari pemerintah, industri, dan akademisi, termasuk Ibu Rizki Triana Putri (Deputy Director for Electronics and Component Sector, Kementerian Perindustrian/KEMENPERIN), Prof. Dr. Trio Adiono (Chairman of ICDeC), Ali Soebroto (President Director PT Panggung Electric Citra Buana), dan Dr. Andri Mahendra (Founder and CEO, Nicslab Technology), mengevaluasi presentasi mereka. Setelah penilaian yang ketat, Riva Rizkiana dinobatkan sebagai pemenang dengan proposal berjudul "SusTech ID" dan menerima pendanaan awal senilai USD500 untuk mendukung pengembangan proyek.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program multi-fase yang lebih luas untuk memperkuat kemitraan akademik dan industri yang berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Indonesia di sektor semikonduktor.
Program Semiconductor Venture Accelerator diluncurkan pada Juli 2025 melalui Semiconductor Packaging and Characterization Concentration, yang melibatkan lebih dari 60 mahasiswa di Surabaya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Para mahasiswa menyelesaikan konsentrasi intensif yang terdiri dari sembilan mata kuliah yang diajarkan oleh fakultas ASU berkelas dunia dan dikembangkan bersama para pemimpin industri.
Setelah menyelesaikan kursus tersebut, lebih dari 30 mahasiswa melanjutkan ke fase Accelerator yang terdiri dari sesi sinkron yang dipimpin oleh Dr. Brent Sebold, Hool Coury Law Professor of Entrepreneurship dan Director of Entrepreneurship and Innovation di Ira A. Fulton Schools of Engineering, ASU.
Berbicara atas nama para juri, Rizki Triana Putri memuji capaian para finalis, “Para peserta menunjukkan pemahaman teknis yang kuat dan kreativitas yang luar biasa dalam menjawab tantangan nyata di bidang semikonduktor. Ide-ide mereka memiliki potensi besar untuk pengembangan ke depan, dan sangat menggembirakan melihat talenta seperti ini lahir dari Indonesia.”
Prof. Imam Baihaqi, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi Sistem Informasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, menekankan pentingnya inisiatif ini dengan menyatakan, “ITS bangga dapat berkolaborasi dengan Arizona State University dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya dalam program penting ini yang memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam memajukan inovasi semikonduktor. Kualitas ide yang ditampilkan hari ini mencerminkan potensi luar biasa mahasiswa Indonesia untuk berkontribusi pada kemajuan teknologi global dan mendorong terobosan masa depan di bidang semikonduktor.”
Puspa Asih, Country Director Kantor Perwakilan ASU di Indonesia, menyampaikan, “Kami merasa terhormat dapat mendukung inisiatif ini sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi ini menunjukkan kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam memajukan pendidikan dan inovasi semikonduktor. Kami bangga atas perkembangan setiap peserta selama program ini, yang turut memperkuat talenta semikonduktor Indonesia dan memberdayakan mahasiswa untuk mewujudkan ide mereka menjadi dampak nyata.”
Seiring berakhirnya fase implementasi program ini, Semiconductor Venture Accelerator menjadi model diplomasi pendidikan yang memperkuat hubungan AS–Indonesia melalui kolaborasi di bidang sains, teknologi, dan inovasi.
Selain pengembangan talenta, kemitraan ini memberikan kontribusi strategis bagi visi jangka panjang Indonesia Emas 2045, di mana kemajuan STEM mendorong industrialisasi dan transformasi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Christopher R. Green, Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, menegaskan pentingnya kemitraan pendidikan tinggi STEM dalam memperluas peluang investasi Amerika, dengan menyatakan, “Amerika Serikat bangga memperdalam hubungan ekonomi kami dengan Indonesia di sektor-sektor berpotensi tinggi, termasuk kerja sama di bidang semikonduktor, di mana kami bekerja sama untuk memastikan rantai pasok yang aman dan tangguh. Kompetisi Semiconductor Venture Accelerator mencerminkan pentingnya kemitraan antara akademisi dan industri untuk mendorong pembangunan dan kemakmuran bersama.”
Dengan menjembatani keahlian akademik, kebutuhan industri, dan kewirausahaan, program ini tidak hanya mendukung ambisi nasional Indonesia di bidang semikonduktor, tetapi juga memperkuat ekosistem semikonduktor global melalui inovasi bersama dan kemakmuran yang saling menguntungkan.
Inisiatif ini membekali talenta Indonesia untuk mendorong industri semikonduktor global, memperkuat rantai pasok regional, dan memajukan kerja sama bilateral yang berkelanjutan di bidang ini selama bertahun-tahun mendatang.
Baca juga: 2 Juta Warga Israel Hadapi Krisis Kesehatan Mental setelah 2 Tahun Perang di Gaza
Inisiatif yang didanai pemerintah Amerika Serikat ini menegaskan keahlian AS dalam pendidikan semikonduktor serta komitmennya mendorong inovasi berdampak tinggi yang memperkuat kemakmuran bersama dan keamanan rantai pasok.
Delapan mahasiswa terpilih mempresentasikan ide-ide mereka dalam kompetisi final tersebut, menandai puncak dari berbulan-bulan pembelajaran dan bimbingan.
Mereka menampilkan gagasan usaha yang mengaplikasikan teknologi semikonduktor tingkat lanjut untuk mengatasi tantangan lokal maupun global, mulai dari desain chip berbasis AI dan pengembangan material berkelanjutan hingga inovasi rangkaian untuk pemantauan lingkungan.
Panel juri yang terdiri dari para ahli dari pemerintah, industri, dan akademisi, termasuk Ibu Rizki Triana Putri (Deputy Director for Electronics and Component Sector, Kementerian Perindustrian/KEMENPERIN), Prof. Dr. Trio Adiono (Chairman of ICDeC), Ali Soebroto (President Director PT Panggung Electric Citra Buana), dan Dr. Andri Mahendra (Founder and CEO, Nicslab Technology), mengevaluasi presentasi mereka. Setelah penilaian yang ketat, Riva Rizkiana dinobatkan sebagai pemenang dengan proposal berjudul "SusTech ID" dan menerima pendanaan awal senilai USD500 untuk mendukung pengembangan proyek.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program multi-fase yang lebih luas untuk memperkuat kemitraan akademik dan industri yang berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Indonesia di sektor semikonduktor.
Program Semiconductor Venture Accelerator diluncurkan pada Juli 2025 melalui Semiconductor Packaging and Characterization Concentration, yang melibatkan lebih dari 60 mahasiswa di Surabaya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Para mahasiswa menyelesaikan konsentrasi intensif yang terdiri dari sembilan mata kuliah yang diajarkan oleh fakultas ASU berkelas dunia dan dikembangkan bersama para pemimpin industri.
Setelah menyelesaikan kursus tersebut, lebih dari 30 mahasiswa melanjutkan ke fase Accelerator yang terdiri dari sesi sinkron yang dipimpin oleh Dr. Brent Sebold, Hool Coury Law Professor of Entrepreneurship dan Director of Entrepreneurship and Innovation di Ira A. Fulton Schools of Engineering, ASU.
Berbicara atas nama para juri, Rizki Triana Putri memuji capaian para finalis, “Para peserta menunjukkan pemahaman teknis yang kuat dan kreativitas yang luar biasa dalam menjawab tantangan nyata di bidang semikonduktor. Ide-ide mereka memiliki potensi besar untuk pengembangan ke depan, dan sangat menggembirakan melihat talenta seperti ini lahir dari Indonesia.”
Prof. Imam Baihaqi, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi Sistem Informasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, menekankan pentingnya inisiatif ini dengan menyatakan, “ITS bangga dapat berkolaborasi dengan Arizona State University dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya dalam program penting ini yang memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam memajukan inovasi semikonduktor. Kualitas ide yang ditampilkan hari ini mencerminkan potensi luar biasa mahasiswa Indonesia untuk berkontribusi pada kemajuan teknologi global dan mendorong terobosan masa depan di bidang semikonduktor.”
Puspa Asih, Country Director Kantor Perwakilan ASU di Indonesia, menyampaikan, “Kami merasa terhormat dapat mendukung inisiatif ini sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi ini menunjukkan kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam memajukan pendidikan dan inovasi semikonduktor. Kami bangga atas perkembangan setiap peserta selama program ini, yang turut memperkuat talenta semikonduktor Indonesia dan memberdayakan mahasiswa untuk mewujudkan ide mereka menjadi dampak nyata.”
Seiring berakhirnya fase implementasi program ini, Semiconductor Venture Accelerator menjadi model diplomasi pendidikan yang memperkuat hubungan AS–Indonesia melalui kolaborasi di bidang sains, teknologi, dan inovasi.
Selain pengembangan talenta, kemitraan ini memberikan kontribusi strategis bagi visi jangka panjang Indonesia Emas 2045, di mana kemajuan STEM mendorong industrialisasi dan transformasi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Christopher R. Green, Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, menegaskan pentingnya kemitraan pendidikan tinggi STEM dalam memperluas peluang investasi Amerika, dengan menyatakan, “Amerika Serikat bangga memperdalam hubungan ekonomi kami dengan Indonesia di sektor-sektor berpotensi tinggi, termasuk kerja sama di bidang semikonduktor, di mana kami bekerja sama untuk memastikan rantai pasok yang aman dan tangguh. Kompetisi Semiconductor Venture Accelerator mencerminkan pentingnya kemitraan antara akademisi dan industri untuk mendorong pembangunan dan kemakmuran bersama.”
Dengan menjembatani keahlian akademik, kebutuhan industri, dan kewirausahaan, program ini tidak hanya mendukung ambisi nasional Indonesia di bidang semikonduktor, tetapi juga memperkuat ekosistem semikonduktor global melalui inovasi bersama dan kemakmuran yang saling menguntungkan.
Inisiatif ini membekali talenta Indonesia untuk mendorong industri semikonduktor global, memperkuat rantai pasok regional, dan memajukan kerja sama bilateral yang berkelanjutan di bidang ini selama bertahun-tahun mendatang.
Baca juga: 2 Juta Warga Israel Hadapi Krisis Kesehatan Mental setelah 2 Tahun Perang di Gaza
(sya)
Lihat Juga :