Perang Bisa Pecah, Brasil Waspadai Pasukan AS di Lepas Pantai Venezuela
Selasa, 25 November 2025 - 16:54 WIB
loading...
Kapal perang AS terlihat di perairan. Foto/anadolu
A
A
A
BRASILIA - Brasil "sangat khawatir" tentang peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) di dekat Venezuela, menurut Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Dia menyerukan agar solusi ditemukan "sebelum konflik dimulai."
Pentagon telah mengerahkan beberapa kapal perang dan kapal induk AS terbesar di Karibia dekat negara Amerika Selatan tersebut.
AS telah menewaskan banyak orang dalam serangan kontroversial terhadap kapal-kapal yang diklaimnya terkait dengan dugaan operasi perdagangan narkoba yang dipimpin Venezuela. Caracas membantah tuduhan tersebut.
"Saya sangat prihatin dengan pengerahan militer yang ditempatkan Amerika Serikat di Laut Karibia," ujar Lula kepada wartawan di KTT G20 di Afrika Selatan pada hari Minggu (23/11/2025), menurut Globo News.
Washington siap memulai operasi melawan Venezuela dalam beberapa hari mendatang, Reuters melaporkan pada hari Minggu, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Operasi rahasia kemungkinan akan memulai upaya tersebut, dan penggulingan Presiden Nicolas Maduro sedang dipertimbangkan, menurut Reuters mengutip sumbernya.
Maduro secara konsisten membantah tuduhan AS terkait perdagangan narkoba, dengan alasan Washington menggunakan klaim tersebut sebagai dalih untuk pergantian rezim dan operasi perampasan sumber daya.
Awal bulan ini, militer Venezuela disiagakan tinggi sebagai tanggapan atas peningkatan kekuatan AS, yang dilaporkan melibatkan sekitar 15.000 personel.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez mengecam pengerahan pasukan AS di Karibia.
“Kami dengan tegas menolak manuver, latihan, dan pengerahan pasukan di wilayah kepentingan langsung kami,” ujar jenderal tertinggi tersebut dalam pidatonya pada hari Sabtu.
Dia menegaskan, “Cukup sudah ancaman, kebohongan, fitnah, dan pemaksaan kekuasaan, semua demi mempertahankan hegemoni regional.”
Baca juga: 2 Juta Warga Israel Hadapi Krisis Kesehatan Mental setelah 2 Tahun Perang di Gaza
Pentagon telah mengerahkan beberapa kapal perang dan kapal induk AS terbesar di Karibia dekat negara Amerika Selatan tersebut.
AS telah menewaskan banyak orang dalam serangan kontroversial terhadap kapal-kapal yang diklaimnya terkait dengan dugaan operasi perdagangan narkoba yang dipimpin Venezuela. Caracas membantah tuduhan tersebut.
"Saya sangat prihatin dengan pengerahan militer yang ditempatkan Amerika Serikat di Laut Karibia," ujar Lula kepada wartawan di KTT G20 di Afrika Selatan pada hari Minggu (23/11/2025), menurut Globo News.
Washington siap memulai operasi melawan Venezuela dalam beberapa hari mendatang, Reuters melaporkan pada hari Minggu, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Operasi rahasia kemungkinan akan memulai upaya tersebut, dan penggulingan Presiden Nicolas Maduro sedang dipertimbangkan, menurut Reuters mengutip sumbernya.
Maduro secara konsisten membantah tuduhan AS terkait perdagangan narkoba, dengan alasan Washington menggunakan klaim tersebut sebagai dalih untuk pergantian rezim dan operasi perampasan sumber daya.
Awal bulan ini, militer Venezuela disiagakan tinggi sebagai tanggapan atas peningkatan kekuatan AS, yang dilaporkan melibatkan sekitar 15.000 personel.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez mengecam pengerahan pasukan AS di Karibia.
“Kami dengan tegas menolak manuver, latihan, dan pengerahan pasukan di wilayah kepentingan langsung kami,” ujar jenderal tertinggi tersebut dalam pidatonya pada hari Sabtu.
Dia menegaskan, “Cukup sudah ancaman, kebohongan, fitnah, dan pemaksaan kekuasaan, semua demi mempertahankan hegemoni regional.”
Baca juga: 2 Juta Warga Israel Hadapi Krisis Kesehatan Mental setelah 2 Tahun Perang di Gaza
(sya)
Lihat Juga :