2 Pria AS Ingin Rebut Pulau Karibia dan Jadikan Penduduk Wanitanya sebagai Budak Seks

Minggu, 23 November 2025 - 14:19 WIB
loading...
2 Pria AS Ingin Rebut...
Dua pria Amerika Serikat diadili atas tuduhan merencanakan perebutan sebuah pulau milik Haiti di kawasan Karibia. Foto/KTVU
A A A
WASHINGTON - Dua pria Amerika Serikat (AS) telah diadili atas tuduhan merencanakan operasi bersenjata untuk menguasai sebuah pulau di Karibia. Dalam rencana itu, mereka akan membunuh penduduk laki-lakinya, dan menjadikan penduduk perempuan dan anak-anak sebagai budak seks.

Menurut Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Timur Texas, Gavin Rivers Weisenburg (21) dan Tanner Christopher Thomas (20), keduanya asal Dallas, telah bersekongkol untuk merekrut dan memimpin pasukan ekspedisi ilegal ke Ile de la Gonave, sebuah pulau tropis berpenduduk sekitar 100.000 jiwa yang merupakan bagian dari Republik Haiti.

Rencana tersebut, yang dilaporkan dibahas antara Agustus 2024 hingga Juli 2025, bertujuan untuk melancarkan kudeta "untuk mewujudkan fantasi pemerkosaan mereka."

Baca Juga: Kisah Pangeran Brunei Jefri Bolkiah Hidup Mewah dengan 40 Selir Cantik di Istana

“Weisenburg dan Thomas berniat membunuh semua pria di pulau itu agar mereka bisa menjadikan semua perempuan dan anak-anak sebagai budak seks mereka,” kata kantor kejaksaan tersebut.

Kantor itu menambahkan bahwa keduanya didakwa dengan konspirasi untuk membunuh, melukai, atau menculik di negara asing dan memproduksi pornografi anak.

Penyidik mengeklaim keduanya berencana membeli perahu layar dan senjata api, serta berupaya merekrut tunawisma di wilayah Washington DC untuk membentuk kelompok bersenjata.

Para tersangka dilaporkan melakukan “berbagai tindakan terang-terangan", termasuk mempelajari bahasa lokal, menyusun rencana operasional, dan menjajaki program pelatihan untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan rencana invasi.

Para pejabat AS mengatakan Thomas pernah mendaftar di Angkatan Udara AS untuk menerima pelatihan militer.

Pengacara David Finn, yang mewakili Weisenburg, menggambarkan dakwaan tersebut sebagai “hanya sebuah tuduhan” dan mendesak publik untuk menahan diri dan tidak termakan rumor.

"Jika respons awal Anda terhadap siaran pers pemerintah adalah, 'Kedengarannya gila, mustahil, dan absurd', Anda mungkin menemukan sesuatu yang penting," katanya, seperti dikutip Fox News, Minggu (23/11/2025).

Dakwaan konspirasi pembunuhan di negara asing berpotensi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, sementara pelanggaran pornografi anak dapat dihukum 15 hingga 30 tahun penjara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
Ukraina Ingin Seret...
Ukraina Ingin Seret AS dan NATO ke Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved