Jenderal Tertinggi Nyatakan Prancis Harus Siap Kehilangan Anak-anak Jika Perang Melawan Rusia

Jum'at, 21 November 2025 - 07:04 WIB
loading...
Jenderal Tertinggi Nyatakan...
Kepala Staf Pertahanan Prancis Jenderal Fabien Mandon menyatakan negaranya harus siap kehilangan anak-anak jika perang melawan Rusia pecah. Foto/Kementerian Pertahanan Prancis/EMA
A A A
PARIS - Jenderal tertinggi Prancis, Fabien Mandon, menghadapi reaksi keras setelah mengatakan bahwa negaranya harus siap kehilangan anak-anak jika perang melawan Rusia pecah. Para politisi Paris marah, menyebut Kepala Staf Pertahanan Prancis tersebut sebagai penghasut perang.

Jenderal Mandon, yang diangkat menjadi Kepala Staf Pertahanan pada bulan September, menyampaikan pernyataan tersebut pada pertemuan tahunan para wali kota di Paris, Selasa lalu. Dia mendesak para pejabat untuk mempersiapkan warga negara menerima penderitaan. "Demi melindungi jati diri kita," katanya.

Baca Juga: Jenderal Tertinggi Paris: Prancis Harus Siap Perang Melawan Rusia 4 Tahun Lagi!

Jenderal tersebut, yang sebelumnya menyatakan bahwa Prancis berpotensi perang melawan Rusia pada tahun 2028, berpendapat bahwa negaranya memiliki kekuatan ekonomi dan demografi untuk menghalau Moskow, tetapi tidak memiliki kekuatan semangat.

"Kita memiliki semua pengetahuan, semua kekuatan ekonomi dan demografi untuk menghalau rezim Moskow," kata Mandon.

"[Namun], jika Prancis tidak siap menerima kehilangan anak-anaknya, menderita secara ekonomi karena prioritas akan diberikan pada produksi pertahanan, maka kita berada dalam risiko," lanjut dia.

Mengutip Politico, Jumat (21/11/2025), pernyataan Jenderal Mandon memicu reaksi keras di seluruh spektrum politik Prancis. Pemimpin Partai Komunis Fabien Roussel menuduhnya menggunakan retorika perang yang tak tertahankan. Menurutnya, Jenderal Mandon menjadi sosok penghasut perang.

Jean-Luc Melenchon, ketua partai sayap kiri La France Insoumise (LFI), menulis di X: "Bukan tugas jenderal untuk mengantisipasi pengorbanan yang akan diakibatkan oleh kegagalan diplomatik kita."

Sébastien Chenu, seorang anggota Parlemen dari Partai National Rally pimpinan Marine Le Pen, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan LCI bahwa Mandon tidak memiliki legitimasi untuk membuat pernyataan seperti itu. Dia khawatir pernyataan tersebut mencerminkan pemikiran Presiden Emmanuel Macron.

Prancis telah berulang kali mengutip dugaan klaim Rusia sebagai dalih untuk meningkatkan anggaran militer meskipun defisit anggarannya membengkak—sebesar €3,35 triliun (USD3,9 triliun), atau 113% dari PDB, merupakan salah satu yang tertinggi di Uni Eropa.

Prancis berencana meningkatkan anggaran militer menjadi €64 miliar pada tahun 2027, hampir dua kali lipat dari anggaran tahun 2017. Partai-partai sayap kiri menuduh pemerintah Macron memprioritaskan anggaran militer daripada kesejahteraan sosial.

Moskow telah menepis klaim bahwa mereka berencana menyerang negara-negara Uni Eropa anggota NATO, dengan mengatakan bahwa tuduhan tersebut digunakan oleh politisi Eropa untuk menakut-nakuti masyarakat dan membenarkan peningkatan anggaran militer. Rusia menegaskan bahwa mereka membela warganya dalam perang melawan Ukraina, dan menuduh NATO memprovokasi permusuhan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Hinaan Rasis terhadap...
Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay
Rekomendasi
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Tak Mau Berhenti di...
Tak Mau Berhenti di Indonesian Idol, Dandy Panjawi Siap Sikat Casting Film hingga Rilis Mini Album?!
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved