Debat Keras di Parlemen, Serikat Dokter Israel Menolak Terlibat Eksekusi Mati Tahanan Palestina

Kamis, 20 November 2025 - 17:14 WIB
loading...
Debat Keras di Parlemen,...
Tahanan Palestina dibawa ke Rumah Sakit Abu Youssef Al-Najjar di Rafah, selatan Gaza, akibat penyiksaan yang dilakukan pasukan Israel selama penahanan mereka dalam kondisi yang tidak manusiawi. Foto/Firas Al-Shaer
A A A
TEL AVIV - Serikat dokter Israel menyatakan para dokter tidak diizinkan untuk terlibat dalam pelaksanaan hukuman mati bagi tahanan Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat Komite Keamanan Nasional di Knesset pada hari Rabu, yang membahas penerapan hukuman mati dan persiapan rancangan undang-undang untuk pembacaan kedua dan ketiga.

Perwakilan serikat menekankan keterlibatan medis dalam eksekusi bertentangan dengan aturan profesional dan etika, yang menegaskan sikap tegas serikat terhadap keterlibatan dalam prosedur tersebut.

Perwakilan tersebut dikeluarkan dari rapat setelah berulang kali mendesak penolakan para dokter untuk berpartisipasi dalam eksekusi, dengan mengatakan peran medis apa pun dalam tindakan ini melanggar standar etika dan profesional.
Komentarnya memicu ketegangan di ruangan dan menyebabkan pengusirannya.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengatakan ia berharap rancangan undang-undang tentang eksekusi tahanan akan disahkan sebelum pemilihan umum berikutnya.

Dalam sesi yang sama, anggota Knesset dari Partai Demokrat, Gilad Kariv, mengkritik Ben Gvir dengan mengatakan, "Wahai Menteri gelitik dan baklava. Anda adalah orang dengan rekam jejak panjang menumpahkan darah Israel dan Yahudi di jalanan. Anda bajingan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved