Ukraina Akan Dapatkan 100 Jet Tempur Rafale Prancis untuk Perang Melawan Rusia
Selasa, 18 November 2025 - 09:29 WIB
loading...
Ukraina akan mendapatkan 100 jet tempur Rafale Prancis untuk perang melawan invasi Rusia. Foto/ESD
A
A
A
PARIS - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dia telah menandatangani kesepakatan dengan Prancis untuk mendapatkan 100 pesawat tempur Rafale. Ini merupakan upayanya untuk memperkuat kapasitas militer jangka panjang Kyiv dalam perang melawan invasi Rusia.
Zelensky mengunjungi Paris untuk berunding dengan Presiden Emmanuel Macron di saat serangan pesawat nirawak dan rudal Rusia terhadap Ukraina meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Moskow juga telah melaporkan kemajuan pasukan daratnya di wilayah tenggara Zaporizhzhia.
Zelensky mengatakan kepada saluran televisi Prancis; TF1/LCI, bahwa dia telah memesan 100 jet tempur Rafale.
Baca Juga: Serangan Rusia Hantam Kapal Tanker Turki di Ukraina, Negara NATO Evakuasi Warganya
Istana Elysee, seperti dikutip Reuters, Selasa (18/11/2025), mengonfirmasi jumlah tersebut tanpa merinci apakah 100 jet tempur itu merupakan transfer dari stok Prancis atau pembelian.
Tayangan televisi menunjukkan Macron dan Zelenskyy menandatangani surat perjanjian untuk pembelian apa yang disebut Istana Elysee sebagai "peralatan pertahanan Prancis" di depan sebuah jet Rafale dan bendera Prancis serta Ukraina di bandara militer Villacoublay.
"Sebuah perjanjian bersejarah juga telah disiapkan dengan Prancis—akan ada penguatan signifikan pada aviasi tempur, pertahanan udara, dan kemampuan pertahanan lainnya. Sesuai jadwal kunjungan, ini akan berlangsung pada hari Senin," kata Zelensky dalam sebuah unggahan di X pada hari Minggu.
Telah terjadi pembicaraan selama beberapa minggu untuk melihat bagaimana Prancis dapat memberikan lebih banyak dukungan militer bagi pertahanan udara Ukraina, meskipun pemerintahan Macron sedang bergulat dengan ketidakstabilan politik dan anggaran, yang menimbulkan pertanyaan tentang seberapa banyak yang sebenarnya dapat dilakukan Prancis.
Macron bulan lalu berjanji untuk menawarkan lebih banyak jet tempur Mirage, setelah awalnya berjanji mengirimkan enam unit. Dia juga berjanji untuk memasok sejumlah rudal permukaan-ke-udara Aster 30, yang diproduksi oleh grup Eropa MBDA, untuk baterai pertahanan udara SAMP/T yang dioperasikan oleh Ukraina.
Dua orang yang diberi pengarahan mengenai masalah ini mengatakan kepada Reuters sebelumnya bahwa penyediaan jet tempur Rafale multi-peran buatan Dassault kepada Kyiv akan menjadi bagian dari perjanjian penerbangan strategis 10 tahun.
Sumber tersebut mengatakan, beberapa kemungkinan akan datang langsung dari stok Prancis, meskipun sebagian besar akan berjangka panjang dan merupakan bagian dari upaya Ukraina untuk meningkatkan armada jangka panjangnya menjadi 250 pesawat tempur, termasuk F-16 AS dan Gripen Swedia.
Pengoperasian jet tempur canggih tersebut akan membutuhkan waktu mengingat program pelatihan yang ketat bagi para calon pilot.
Kedua sumber tersebut mengatakan kunjungan Zelensky juga dapat menghasilkan kesepakatan untuk lebih banyak sistem pertahanan udara SAMP/T, dari stok Prancis yang ada atau melalui pesanan jangka panjang generasi mendatang, termasuk rudal dan sistem anti-drone.
Sumber itu mengatakan belum jelas bagaimana kesepakatan ini akan dibiayai.
Dalam jumpa pers menjelang kunjungan Zelensky, kantor Macron mengatakan tujuannya adalah untuk menempatkan keunggulan Prancis di industri persenjataan untuk melayani pertahanan Ukraina dan memungkinkannya memperoleh sistem yang dibutuhkan untuk menanggapi agresi Rusia.
Zelensky dijadwalkan menghadiri jumpa pers dari berbagai produsen, termasuk Dassault, pada Senin pagi sebelum menandatangani surat pernyataan niat dan kontrak di kemudian hari, menurut jadwal kepresidenan Prancis yang tidak memberikan rincian spesifik.
Forum terpisah di sore hari akan mempertemukan perusahaan-perusahaan Ukraina dan Prancis yang bergerak di sektor drone untuk melihat bagaimana mereka dapat menggabungkan upaya mereka.
Prancis, bersama Inggris, telah mendorong pembentukan koalisi sekitar 30 negara yang bersedia mengirim pasukan dan aset ke Ukraina atau di sepanjang perbatasan baratnya setelah kesepakatan damai dengan Rusia disepakati.
Tujuan utamanya adalah memastikan Ukraina memiliki bantuan militer dan ekonomi jangka panjang yang memadai agar militernya cukup kuat untuk mencegah serangan Rusia di masa mendatang.
Zelensky mengunjungi Paris untuk berunding dengan Presiden Emmanuel Macron di saat serangan pesawat nirawak dan rudal Rusia terhadap Ukraina meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Moskow juga telah melaporkan kemajuan pasukan daratnya di wilayah tenggara Zaporizhzhia.
Zelensky mengatakan kepada saluran televisi Prancis; TF1/LCI, bahwa dia telah memesan 100 jet tempur Rafale.
Baca Juga: Serangan Rusia Hantam Kapal Tanker Turki di Ukraina, Negara NATO Evakuasi Warganya
Istana Elysee, seperti dikutip Reuters, Selasa (18/11/2025), mengonfirmasi jumlah tersebut tanpa merinci apakah 100 jet tempur itu merupakan transfer dari stok Prancis atau pembelian.
Tayangan televisi menunjukkan Macron dan Zelenskyy menandatangani surat perjanjian untuk pembelian apa yang disebut Istana Elysee sebagai "peralatan pertahanan Prancis" di depan sebuah jet Rafale dan bendera Prancis serta Ukraina di bandara militer Villacoublay.
"Sebuah perjanjian bersejarah juga telah disiapkan dengan Prancis—akan ada penguatan signifikan pada aviasi tempur, pertahanan udara, dan kemampuan pertahanan lainnya. Sesuai jadwal kunjungan, ini akan berlangsung pada hari Senin," kata Zelensky dalam sebuah unggahan di X pada hari Minggu.
Bagaimana Prancis Bantu Pertahanan Udara Ukraina?
Telah terjadi pembicaraan selama beberapa minggu untuk melihat bagaimana Prancis dapat memberikan lebih banyak dukungan militer bagi pertahanan udara Ukraina, meskipun pemerintahan Macron sedang bergulat dengan ketidakstabilan politik dan anggaran, yang menimbulkan pertanyaan tentang seberapa banyak yang sebenarnya dapat dilakukan Prancis.
Macron bulan lalu berjanji untuk menawarkan lebih banyak jet tempur Mirage, setelah awalnya berjanji mengirimkan enam unit. Dia juga berjanji untuk memasok sejumlah rudal permukaan-ke-udara Aster 30, yang diproduksi oleh grup Eropa MBDA, untuk baterai pertahanan udara SAMP/T yang dioperasikan oleh Ukraina.
Dua orang yang diberi pengarahan mengenai masalah ini mengatakan kepada Reuters sebelumnya bahwa penyediaan jet tempur Rafale multi-peran buatan Dassault kepada Kyiv akan menjadi bagian dari perjanjian penerbangan strategis 10 tahun.
Sumber tersebut mengatakan, beberapa kemungkinan akan datang langsung dari stok Prancis, meskipun sebagian besar akan berjangka panjang dan merupakan bagian dari upaya Ukraina untuk meningkatkan armada jangka panjangnya menjadi 250 pesawat tempur, termasuk F-16 AS dan Gripen Swedia.
Pengoperasian jet tempur canggih tersebut akan membutuhkan waktu mengingat program pelatihan yang ketat bagi para calon pilot.
Kedua sumber tersebut mengatakan kunjungan Zelensky juga dapat menghasilkan kesepakatan untuk lebih banyak sistem pertahanan udara SAMP/T, dari stok Prancis yang ada atau melalui pesanan jangka panjang generasi mendatang, termasuk rudal dan sistem anti-drone.
Sumber itu mengatakan belum jelas bagaimana kesepakatan ini akan dibiayai.
Dalam jumpa pers menjelang kunjungan Zelensky, kantor Macron mengatakan tujuannya adalah untuk menempatkan keunggulan Prancis di industri persenjataan untuk melayani pertahanan Ukraina dan memungkinkannya memperoleh sistem yang dibutuhkan untuk menanggapi agresi Rusia.
Zelensky dijadwalkan menghadiri jumpa pers dari berbagai produsen, termasuk Dassault, pada Senin pagi sebelum menandatangani surat pernyataan niat dan kontrak di kemudian hari, menurut jadwal kepresidenan Prancis yang tidak memberikan rincian spesifik.
Forum terpisah di sore hari akan mempertemukan perusahaan-perusahaan Ukraina dan Prancis yang bergerak di sektor drone untuk melihat bagaimana mereka dapat menggabungkan upaya mereka.
Prancis, bersama Inggris, telah mendorong pembentukan koalisi sekitar 30 negara yang bersedia mengirim pasukan dan aset ke Ukraina atau di sepanjang perbatasan baratnya setelah kesepakatan damai dengan Rusia disepakati.
Tujuan utamanya adalah memastikan Ukraina memiliki bantuan militer dan ekonomi jangka panjang yang memadai agar militernya cukup kuat untuk mencegah serangan Rusia di masa mendatang.
(mas)
Lihat Juga :