Anggota Keluarga Kerajaan Saudi Sebut AS Adalah Anugerah, Apa Motivasinya?

Sabtu, 08 November 2025 - 18:35 WIB
loading...
Anggota Keluarga Kerajaan...
Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Putri Reema binti Bandar menyebut AS adalah anugerah. Foto/X/@Swahili_Section
A A A
WASHINGTON - Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Putri Reema binti Bandar, memuji hubungan bilateral antara Washington dan Riyadh sebagai "yang terkuat yang pernah ada." Dia mengatakan kepada investor global bahwa Kerajaan tersebut adalah gerbang mereka ke Timur Tengah.

“Hubungan Saudi-AS saat ini adalah yang terkuat yang pernah ada. Jika selama bertahun-tahun dibangun di atas energi dan pertahanan, sekarang dibangun di atas teknologi dan inovasi. Dibangun di atas hubungan. Dibangun di atas bisnis,” kata Putri Reema, dilansir Al Arabiya.

Anggota Keluarga Kerajaan Saudi Sebut AS Adalah Anugerah, Apa Motivasinya?

1. Kerja Sama Saudi dan AS Meningkat

Duta Besar tersebut menyampaikan kebanggaannya atas peran diplomatik Kerajaan yang semakin meningkat dan pengakuan AS atas upaya Arab Saudi dalam mendukung stabilitas dan perdamaian.

“Salah satu tugas pertama yang diberikan kepada kami adalah mendukung Gedung Putih dan Presiden [Trump] ini bersama Rusia dan Ukraina,” ujarnya.

Menyerukan dukungan Saudi di Suriah dan Gaza, Putri Reema mengatakan Riyadh terus memperjuangkan solusi dua negara dan berupaya mengakhiri perang di Sudan. “Namun, tidak ada yang bisa melakukannya tanpa Amerika Serikat. Dan kami sangat, sangat bangga dapat sejalan dengan AS dalam kebijakan luar negeri tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Benarkah NATO Siap Hadapi Ancaman Perang Nuklir dengan Rusia?

2. Memiliki Keberagaman dan Peluang

Berbicara di Forum Bisnis Amerika di Miami pada hari Rabu, Putri Reema menggambarkan Amerika Serikat sebagai “sebuah anugerah,” memuji keberagaman dan peluang yang dimilikinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved