AS Kembali Lancarkan Serangan ke Kapal Narkotika di Laut Karibia

Minggu, 02 November 2025 - 17:25 WIB
loading...
A A A
"Maduro akan segera terjebak dan mungkin akan segera menyadari bahwa ia tidak dapat melarikan diri dari negara ini bahkan jika ia memutuskan untuk melakukannya," kata harian yang berbasis di Florida tersebut mengutip sebuah sumber. "Yang lebih buruk baginya, sekarang ada lebih dari satu jenderal yang bersedia menangkap dan menyerahkannya, sepenuhnya menyadari bahwa membicarakan kematian itu satu hal, dan melihat kedatangannya adalah hal lain."

Setidaknya 14 serangan telah dilakukan sejak awal September, sebagian besar di Laut Karibia dan Samudra Pasifik, menewaskan lebih dari 61 orang.

Kelompok hak asasi manusia dan pakar hukum telah mempertanyakan legalitas operasi tersebut, dengan alasan bahwa serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba melanggar hukum internasional.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, menyebut serangan itu "tidak dapat diterima" dan mendesak penyelidikan independen atas apa yang digambarkan kantornya sebagai pembunuhan di luar hukum.

Maduro menuduh Washington "memalsukan" perang melawan negaranya, menyebut tuduhan AS itu "vulgar" dan "sepenuhnya palsu." Ia bersikeras bahwa Venezuela "tidak memproduksi daun kokain" dan mengatakan pergerakan militer AS di dekat pantainya menandakan rencana untuk "perang baru yang abadi."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Tambahan Upah Pungut...
'Tambahan Upah Pungut Kae Ono Tho' Jadi Bahasa Kode Bupati Etik Suryani Peras Pegawai BPKAD
Mengapa Api Jadi Simbol...
Mengapa Api Jadi Simbol Penyucian? Ki Atmo Akhirnya Ungkap Filosofi di Balik Ritual Ini
Alarm Bahaya untuk Argentina...
Alarm Bahaya untuk Argentina Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved