Awas Perang Pecah! 2 Pesawat Pengebom B-1B AS Gertak Venezuela

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 14:14 WIB
loading...
Awas Perang Pecah! 2...
Militer AS terbangkan sepasang pesawat pengebom B-1B ke dekat Venezuela. Foto/Screenshot video ABC News
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) telah menerbangkan sepasang pesawat pengebom B-1B ke pesisir Venezuela pada hari Kamis. Manuver ini terjadi lebih dari seminggu setelah sekelompok pesawat pengebom Amerika lainnya melakukan penerbangan serupa sebagai bagian dari latihan simulasi serangan.

Militer AS telah membangun kekuatan yang luar biasa besar di Laut Karibia dan perairan lepas pantai Venezuela, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa Presiden Donald Trump hendak menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Menambah spekulasi tersebut, militer AS sejak awal September telah melancarkan serangan mematikan terhadap kapal-kapal di perairan lepas pantai Venezuela, yang menurut Trump menyelundupkan narkoba.

Baca Juga: Presiden Venezuela Nicolas Maduro kepada AS: Jangan Perang Gila, Saya Mohon!

Menurut data pelacakan penerbangan, sepasang pesawat pengebom B-1 Lancer lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Dyess di Texas pada hari Kamis dan terbang melintasi Karibia hingga ke pesisir Venezuela.

Seorang pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas operasi militer yang sensitif, mengonfirmasi bahwa penerbangan latihan B-1 telah berlangsung di Karibia.

Pesawat pengebom B-1 tersebut dapat membawa lebih banyak bom daripada pesawat lain yang ada di inventaris AS.

Penerbangan serupa pesawat pengebom B-52 Stratofortress yang lebih lambat dilakukan di wilayah tersebut minggu lalu.

Kedua pesawat pengebom B-1B bergabung dengan jet tempur siluman F-35B Korps Marinir—satu skuadron saat ini bermarkas di Puerto Riko—untuk apa yang disebut Pentagon sebagai "demo serangan pengebom" dalam foto-foto yang beredar di internet.

Ketika Trump ditanya tentang penerbangan sepasang B-1B hari Kamis dan apakah itu dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Venezuela, dia berkata, "Itu salah, tetapi kami tidak senang dengan Venezuela karena banyak alasan. Narkoba salah satunya."

Pasukan AS di Karibia mencakup delapan kapal perang, pesawat patroli maritim P-8, pesawat nirawak MQ-9 Reaper, dan satu skuadron tempur F-35. Sebuah kapal selam juga telah dipastikan beroperasi di perairan lepas Amerika Selatan.

Trump pada hari Rabu mengatakan dia memiliki "wewenang hukum" untuk melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba dan menyarankan serangan serupa dapat dilakukan di darat.

"Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras ketika mereka datang melalui darat," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

"Kami sepenuhnya siap untuk melakukan itu. Dan kami mungkin akan kembali ke Kongres dan menjelaskan secara tepat apa yang kami lakukan ketika kami tiba di darat."

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan pada hari Rabu bahwa militer telah melancarkan serangan kesembilannya, menewaskan tiga orang di Samudra Pasifik timur.

Serangan ini menyusul serangan pada Selasa malam, juga di Pasifik timur, yang menewaskan dua orang dan menjadikan jumlah korban tewas total dari serangan tersebut menjadi setidaknya 37 orang.

Dua serangan terbaru ini memperluas kampanye pemerintahan Trump melawan perdagangan narkoba di Amerika Selatan dari perairan Karibia ke Pasifik timur.

Hegseth telah membandingkan secara langsung antara perang melawan terorisme yang dideklarasikan AS setelah serangan 11 September 2001 dan tindakan keras pemerintahan Trump.

“Pesan kami kepada organisasi-organisasi teroris asing ini adalah kami akan memperlakukan Anda seperti kami memperlakukan al-Qaeda,” kata Hegseth kepada para wartawan pada hari Kamis di Gedung Putih.

“Kami akan menemukan Anda, kami akan memetakan jaringan Anda, kami akan memburu Anda, dan kami akan membunuh Anda,” imbuh dia, seperti dikutip AP, Jumat (24/10/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut...
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut Jatah Kuota Tiket untuk Suporter Iran di Piala Dunia
Rekomendasi
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Berita Terkini
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved