Medvedev: AS Berada di Jalur Perang dengan Rusia

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:12 WIB
loading...
Medvedev: AS Berada...
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev sebut Amerika Serikat berada di jalur perang dengan Rusia. Foto/Sputnik
A A A
MOSKOW - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev kesal dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membatalkan pertemuan puncaknya dengan Presiden Vladimir Putin di Budapest, Hungaria. Tak hanya itu, pemerintah Trump juga menjatuhkan sanksi kepada perusahaan minyak Rusia.

Menurut Medvedev, tindakan pemerintah Trump tersebut menunjukkan bahwa Washington berada di jalur perang dengan Moskow.

"AS adalah musuh kita, dan 'pembawa damai' mereka yang banyak bicara kini telah sepenuhnya memulai jalur perang dengan Rusia," tulis Medvedev di Telegram, Kamis (23/10/2025), merujuk pada Trump.

Baca Juga: Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin Terkait Perang Ukraina, Ini Alasannya

"Keputusan yang diambil adalah tindakan perang terhadap Rusia. Dan sekarang Trump telah sepenuhnya berpihak pada Eropa yang gila," lanjut mantan presiden Rusia tersebut, seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, Trump memutuskan untuk membatalkan rencana pertemuan puncaknya dengan Putin di Budapest, Hungaria. Alasannya, dia tidak yakin perundingan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina tersebut akan membuahkan hasil yang diinginkan pada tahap dialog ini.

Trump membuat pengumuman tersebut dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih pada hari Rabu. Dia mengatakan bahwa rencana pertemuan puncak di Hungaria terasa tidak tepat.

"Rasanya kami tidak akan mencapai tujuan yang seharusnya, jadi saya membatalkannya," katanya. "Saya tidak ingin pertemuan yang sia-sia," katanya lagi.

"Saya tidak ingin membuang-buang waktu—jadi kita lihat saja nanti," imbuh dia.

Namun, Trump tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan pembicaraan dengan Moskow di kemudian hari.

"Tetapi kami akan melakukannya [pertemuan puncak] di masa mendatang," ujarnya, tanpa menyebutkan kapan atau di mana pertemuan semacam itu akan berlangsung.

Pernyataan Trump muncul tak lama setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi tambahan terhadap Rusia, dengan alasan kurangnya komitmen serius terhadap proses perdamaian.

Sanksi tersebut menargetkan dua perusahaan minyak terbesar Rusia, Rosneft dan Lukoil, serta anak perusahaan mereka.

Namun, Trump mengakui bahwa dia tidak yakin apakah sanksi baru tersebut akan mengubah sikap Rusia terhadap perangnya di Ukraina.

"Semoga dia [Putin] akan bersikap masuk akal, dan semoga [Volodymyr] Zelensky dari Ukraina juga akan bersikap masuk akal," katanya. "Butuh dua orang untuk berdansa tango."

Rencana pertemuan puncak (KTT) Putin-Trump pertama kali diumumkan minggu lalu setelah kedua pemimpin berbicara melalui telepon, meskipun belum ada tanggal spesifik yang ditetapkan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya mengatakan pertemuan Rusia-AS harus didahului dengan persiapan serius, dan menekankan bahwa pertemuan puncak antara kedua pemimpin tidak boleh disia-siakan, karena kedua presiden terbiasa bekerja untuk mencapai hasil.

Kremlin belum berkomentar atas langkah Trump yang membatalkan pertemuannya dengan Putin.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Iran Serang Israel Lagi,...
Iran Serang Israel Lagi, Ledakan Guncang Yerusalem
Rekomendasi
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved