AS Hanya Bisa Kirim 20-50 Rudal Tomahawk ke Ukraina, Tidak Pengaruhi Perang

Selasa, 14 Oktober 2025 - 17:00 WIB
loading...
AS Hanya Bisa Kirim...
Rudal Tomahawk. Foto/us navy
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) hanya bisa menyisakan 20 hingga 50 rudal jelajah jarak jauh Tomahawk untuk Ukraina. Kabar itu diungkap Financial Times.

“Sekalipun rudal Tomahawk dipasok ke rezim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, rudal tersebut tidak akan mengubah dinamika perang secara signifikan," demikian yang dikutip Financial Times dari Stacie Pettyjohn, direktur program pertahanan di lembaga think tank Center for a New American Security.

Meskipun rudal jarak jauh tersebut dapat melengkapi drone serang jarak jauh dan rudal jelajah Ukraina sendiri, Pettyjohn mencatat rudal-rudal tersebut akan memproyeksikan kemampuan yang sangat terbatas, "tentu saja tidak cukup untuk memungkinkan serangan mendalam yang berkelanjutan terhadap Rusia."

AS memiliki total 4.150 rudal Tomahawk, demikian menurut publikasi tersebut, mengutip perkiraan Mark Cancian, mantan pejabat Pentagon, dalam latihan perang baru-baru ini.

Dari 200 rudal Tomahawk yang dibeli sejak 2022, lebih dari 120 telah ditembakkan, menurut para ahli pertahanan.
Anggaran Pentagon untuk tahun 2026 meminta pendanaan hanya untuk 57 rudal tambahan.

Lebih lanjut, AS juga akan menyisihkan beberapa rudal Tomahawk untuk setiap potensi serangan di wilayah Venezuela, demikian menurut laporan tersebut.

Rusia telah menekankan rudal Tomahawk tidak dapat mengubah situasi di garis depan, dan penanganan rudal yang kompleks tersebut akan membutuhkan partisipasi spesialis AS, yang berpotensi menandai eskalasi besar.

Baca juga: Teks Lengkap Pernyataan Bersama Mesir-Qatar-Turki-AS tentang Perdamaian Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved