Penembak dan Pembakar Gereja Michigan Adalah Thomas Sanford, Seorang Marinir AS
Senin, 29 September 2025 - 10:32 WIB
loading...
Thomas Sanford, pelaku penembakan massal dan pembakaran gereja Mormon di Michigan. Dia merupakan anggota Korps Marinir AS. Foto/via The New York Post
A
A
A
WASHINGTON - Pria bersenjata yang menembaki dan membakar gereja Mormon yang ramai jemaat di Michigan, Amerika Serikat (AS), pada Minggu pagi diidentifikasi sebagai Thomas Sanford (40). Dia ternyata anggota Korps Marinir yang memiliki karier gemilang dan pernah bertugas di Irak.
Sanford awalnya menabrakkan mobilnya di pintu depan Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir) di Grand Blanc, Michigan, saat kebaktian. Dia kemudian mengumbar tembakan dengan senapan serbu dan membakar gedung gereja.
Setidaknya empat orang tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. Polisi juga telah menembak mati Sanford selama baku baku tembak.
Baca Juga: Gereja Michigan AS Ditembaki dan Dibakar, 4 Orang Tewas, 100 Agen FBI Dikerahkan
Kepala Polisi Grand Blanc William Renye mengatakan kepada wartawan bahwa petugas menanggapi panggilan 911 dan tiba di gereja dalam waktu 30 detik serta membunuh penembak dalam baku tembak sekitar delapan menit kemudian.
Namun, kepala polisi belum mengungkap motif di balik serangan tersebut.
Mengutip catatan resmi, The New York Times melaporkan bahwa pria bersenjata itu lulus dari SMA terdekat pada tahun 2004. Pria tersebut, yang juga dikenal sebagai Jake, bertugas di Korps Marinir AS dari tahun 2004 hingga 2008.
Seorang juru bicara Korps Marinir AS mengatakan kepada NBC bahwa Sanford adalah seorang "organisational automative mechanic" serta operator pemulihan kendaraan dan naik pangkat menjadi sersan selama masa dinasnya.
Dia juga mendapatkan beberapa medali selama masa dinasnya, termasuk Marine Corps Good Conduct Medal, the Sea Service Deployment Ribbon, the Iraq Campaign Medal, the Global War on Terrorism Service Medal, dan the National Defence Service Medal.
Dia ditugaskan ke Irak dari tahun 2007 hingga 2008, tetapi tugas terakhirnya adalah di Batalyon Pemeliharaan ke-2 Resimen Logistik Tempur 25 di Pangkalan Korps Marinir Lejeune di North Carolina.
Ryan Lopez, mantan teman sekelas Sanford di SMA, mengatakan kepada The New York Times bahwa dia masih berusaha mencerna berita tersebut. Dia mengatakan dia sering melihat Sanford di sekitar kota, dan tidak ada yang tampak aneh.
"Dia senang melihat saya, dia tampak biasa saja," kata Lopez, Senin (29/9/2025). Dia menambahkan bahwa Sanford adalah seorang pemburu angsa, kalkun, dan rusa yang rajin dan tampak seperti "anak desa" pada umumnya saat tumbuh dewasa.
Sanford menikah dengan teman SMA-nya pada tahun 2016, dan pasangan itu memiliki seorang putra berusia 10 tahun, menurut catatan pengadilan. Keluarganya belum merilis pernyataan apa pun.
Brad Schneemann, yang rumahnya sekitar 365 meter dari gereja, mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia dan putrinya mendengar "dua tembakan yang masing-masing terdiri dari empat hingga lima tembakan" sekitar pukul 10.30 pagi.
"Lalu, kami benar-benar tidak mendengar apa pun untuk sementara waktu," katanya, sebelum dia meninggalkan rumah untuk melihat apa yang terjadi.
Timothy Jones (48) mengatakan keluarganya adalah bagian dari jemaat atau lingkungan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir lainnya yang berjarak sekitar 15 menit, tetapi anak-anaknya berada di lingkungan Grand Blanc Township pada Sabtu malam untuk menghadiri festival remaja musim gugur.
Dia dan keluarganya pindah ke Flint dua tahun lalu, sebagian besar karena komunitas agama tersebut di daerah tersebut sangat kuat, katanya.
Ini adalah penembakan massal kedua di AS dalam waktu kurang dari 24 jam. Pada Sabtu malam, seorang pria di atas perahu menembaki kerumunan di Southport, North Carolina, menewaskan tiga orang dan melukai lima orang.
Presiden Donald Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa dia telah menerima pengarahan tentang penembakan di Michigan dan memuji FBI atas responsnya.
Pihak berwenang setempat mengatakan FBI mengirimkan 100 agen ke Grand Blanc Township, sebuah komunitas berpenduduk sekitar 40.000 jiwa di luar Flint.
"Doakan para korban, dan keluarga mereka. Epidemi kekerasan di negarea kita ini harus segera diakhiri!" tulis Trump.
Sanford awalnya menabrakkan mobilnya di pintu depan Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir) di Grand Blanc, Michigan, saat kebaktian. Dia kemudian mengumbar tembakan dengan senapan serbu dan membakar gedung gereja.
Setidaknya empat orang tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. Polisi juga telah menembak mati Sanford selama baku baku tembak.
Baca Juga: Gereja Michigan AS Ditembaki dan Dibakar, 4 Orang Tewas, 100 Agen FBI Dikerahkan
Kepala Polisi Grand Blanc William Renye mengatakan kepada wartawan bahwa petugas menanggapi panggilan 911 dan tiba di gereja dalam waktu 30 detik serta membunuh penembak dalam baku tembak sekitar delapan menit kemudian.
Namun, kepala polisi belum mengungkap motif di balik serangan tersebut.
Sosok Thomas Sanford Si Penembak dan Pembakar Gereja
Mengutip catatan resmi, The New York Times melaporkan bahwa pria bersenjata itu lulus dari SMA terdekat pada tahun 2004. Pria tersebut, yang juga dikenal sebagai Jake, bertugas di Korps Marinir AS dari tahun 2004 hingga 2008.
Seorang juru bicara Korps Marinir AS mengatakan kepada NBC bahwa Sanford adalah seorang "organisational automative mechanic" serta operator pemulihan kendaraan dan naik pangkat menjadi sersan selama masa dinasnya.
Dia juga mendapatkan beberapa medali selama masa dinasnya, termasuk Marine Corps Good Conduct Medal, the Sea Service Deployment Ribbon, the Iraq Campaign Medal, the Global War on Terrorism Service Medal, dan the National Defence Service Medal.
Dia ditugaskan ke Irak dari tahun 2007 hingga 2008, tetapi tugas terakhirnya adalah di Batalyon Pemeliharaan ke-2 Resimen Logistik Tempur 25 di Pangkalan Korps Marinir Lejeune di North Carolina.
Ryan Lopez, mantan teman sekelas Sanford di SMA, mengatakan kepada The New York Times bahwa dia masih berusaha mencerna berita tersebut. Dia mengatakan dia sering melihat Sanford di sekitar kota, dan tidak ada yang tampak aneh.
"Dia senang melihat saya, dia tampak biasa saja," kata Lopez, Senin (29/9/2025). Dia menambahkan bahwa Sanford adalah seorang pemburu angsa, kalkun, dan rusa yang rajin dan tampak seperti "anak desa" pada umumnya saat tumbuh dewasa.
Sanford menikah dengan teman SMA-nya pada tahun 2016, dan pasangan itu memiliki seorang putra berusia 10 tahun, menurut catatan pengadilan. Keluarganya belum merilis pernyataan apa pun.
Brad Schneemann, yang rumahnya sekitar 365 meter dari gereja, mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia dan putrinya mendengar "dua tembakan yang masing-masing terdiri dari empat hingga lima tembakan" sekitar pukul 10.30 pagi.
"Lalu, kami benar-benar tidak mendengar apa pun untuk sementara waktu," katanya, sebelum dia meninggalkan rumah untuk melihat apa yang terjadi.
Timothy Jones (48) mengatakan keluarganya adalah bagian dari jemaat atau lingkungan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir lainnya yang berjarak sekitar 15 menit, tetapi anak-anaknya berada di lingkungan Grand Blanc Township pada Sabtu malam untuk menghadiri festival remaja musim gugur.
Dia dan keluarganya pindah ke Flint dua tahun lalu, sebagian besar karena komunitas agama tersebut di daerah tersebut sangat kuat, katanya.
Ini adalah penembakan massal kedua di AS dalam waktu kurang dari 24 jam. Pada Sabtu malam, seorang pria di atas perahu menembaki kerumunan di Southport, North Carolina, menewaskan tiga orang dan melukai lima orang.
Presiden Donald Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa dia telah menerima pengarahan tentang penembakan di Michigan dan memuji FBI atas responsnya.
Pihak berwenang setempat mengatakan FBI mengirimkan 100 agen ke Grand Blanc Township, sebuah komunitas berpenduduk sekitar 40.000 jiwa di luar Flint.
"Doakan para korban, dan keluarga mereka. Epidemi kekerasan di negarea kita ini harus segera diakhiri!" tulis Trump.
(mas)
Lihat Juga :