Warga Kota Gaza Panik, Militer Israel Menyerang dari 2 Arah, Pengungsi Diusir ke Selatan
Jum'at, 19 September 2025 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Sebanyak 40 orang tewas di Kota Gaza pada hari Kamis, sumber medis mengatakan kepada Al Jazeera.
Di tengah pemandangan apokaliptik, keluarga-keluarga yang mengungsi menghadapi prospek memilukan berupa pengungsian baru di wilayah tanpa "zona aman", hanya saja kali ini dengan kemungkinan yang sangat nyata bahwa mereka mungkin tidak akan pernah kembali ke rumah.
Namun, banyak yang tetap tinggal di tempat. Biro Pusat Statistik Palestina mengklaim sekitar 740.000 orang – sekitar 35% dari 2,1 juta penduduk Gaza – masih berada di utara wilayah kantong tersebut hingga hari Selasa.
Namun, biro tersebut mengisyaratkan jumlah tersebut dapat menurun, karena serangan Israel yang terus-menerus membuat lebih banyak orang mengungsi dan layanan dasar menghilang.
Kantor Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan pada hari Kamis bahwa jalur kehidupan terakhir Kota Gaza sedang runtuh.
OCHA menuduh Israel "secara sistematis menghalangi" upaya penyaluran bantuan kepada masyarakat, dengan alasan penutupan penyeberangan Zikim ke wilayah utara Gaza yang dilanda kelaparan dan larangan pasokan bahan makanan tertentu.
Jalur Kehidupan Runtuh
Di tengah pemandangan apokaliptik, keluarga-keluarga yang mengungsi menghadapi prospek memilukan berupa pengungsian baru di wilayah tanpa "zona aman", hanya saja kali ini dengan kemungkinan yang sangat nyata bahwa mereka mungkin tidak akan pernah kembali ke rumah.
Namun, banyak yang tetap tinggal di tempat. Biro Pusat Statistik Palestina mengklaim sekitar 740.000 orang – sekitar 35% dari 2,1 juta penduduk Gaza – masih berada di utara wilayah kantong tersebut hingga hari Selasa.
Namun, biro tersebut mengisyaratkan jumlah tersebut dapat menurun, karena serangan Israel yang terus-menerus membuat lebih banyak orang mengungsi dan layanan dasar menghilang.
Kantor Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan pada hari Kamis bahwa jalur kehidupan terakhir Kota Gaza sedang runtuh.
OCHA menuduh Israel "secara sistematis menghalangi" upaya penyaluran bantuan kepada masyarakat, dengan alasan penutupan penyeberangan Zikim ke wilayah utara Gaza yang dilanda kelaparan dan larangan pasokan bahan makanan tertentu.
Lihat Juga :