Abdel Fattah al-Sisi Sebut Zionis Adalah Musuh, Mungkihkan Mesir dan Israel Berperang?

Rabu, 17 September 2025 - 21:55 WIB
loading...
Abdel Fattah al-Sisi...
Mesir dan Israel kerap bersitegang dan kedua negara terancam untuk berperang. Foto/X/@afristats_polls
A A A
KAIRO - Serangan udara Israel di Qatar pekan lalu telah menambah ketegangan dengan Mesir . Kairo memandang pembunuhan yang ditargetkan terhadap para pemimpin Hamas sebagai eskalasi yang mengkhawatirkan dan berpotensi menempatkannya di garis tembak Tel Aviv.

Mesir dilaporkan memperingatkan dalam pertukaran dengan AS bahwa jika Israel menyerang para pemimpin Hamas di wilayahnya, "gerbang neraka" akan terbuka. Mesir kemudian memutuskan untuk mengurangi koordinasi keamanan dengan Tel Aviv.

Bahkan sebelum serangan Israel di Doha, ketegangan meningkat antara Kairo dan Tel Aviv, yang menimbulkan spekulasi tentang arah hubungan mereka di masa depan. Kedua ibu kota terikat oleh kesepakatan damai yang rapuh yang ditandatangani pada tahun 1979, setelah empat perang di antara mereka.

Hampir 45 tahun kemudian, kesepakatan tersebut masih belum diterima publik maupun belum terintegrasi secara ekonomi. Perkembangan dalam beberapa bulan terakhir telah memicu perdebatan lebih lanjut tentang kemampuan perjanjian tersebut untuk bertahan.

Abdel Fattah al-Sisi Sebut Zionis Adalah Musuh, Mungkihkan Mesir dan Israel Berperang?

1. Tidak Suka dengan Kebijakan

Mesir baru-baru ini meningkatkan kritiknya terhadap perang Israel di Gaza, mengecam pembatasan yang diberlakukan tentara Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina yang porak-poranda akibat perang. Mesir juga telah berulang kali memperingatkan tentang konsekuensi dari pengusiran penduduk Gaza ke selatan di dekat perbatasan Mesir.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, yang menggambarkan perang Israel di Gaza sebagai "genosida sistematis", mengatakan negaranya tidak akan menjadi pintu gerbang bagi pengungsian penduduk wilayah tersebut.

Kemarahan Kairo jelas berdampak di Tel Aviv, dengan Israel mengancam akan membekukan kesepakatan gas bernilai miliaran dolar dengan Mesir. Perjanjian tersebut, yang diperkirakan bernilai USD35 miliar, akan menjembatani kesenjangan yang menganga antara produksi dan konsumsi gas alam Mesir.

Baca Juga: 6 Negara yang Diserang Israel sebagai Upaya Mewujudkan Greater Israel

2. Israel Mengusung Israel Raya

Awal bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Mesir memenjarakan warga Palestina di Gaza setelah Kairo menegaskan bahwa pemindahan paksa massal merupakan garis merah.

"Ketegangan telah meningkat antara kedua belah pihak selama beberapa waktu, yang berpotensi memengaruhi keamanan dan stabilitas regional," ujar peneliti politik Mesir, Mohamed Rabie al-Dehi, kepada The New Arab.

"Perang brutal Israel di Gaza dan pernyataan Netanyahu tentang apa yang dikenal sebagai visi Israel Raya, semuanya memicu kemarahan di Mesir."

3. Marah dengan Pengusiran Warga Gaza oleh Israel

Kemarahan Mesir berakar pada rencana Israel untuk menggusur penduduk Gaza, sebuah gagasan yang pertama kali dilontarkan pada awal perang oleh beberapa politisi Israel, dan sekarang menjadi kebijakan negara yang didukung oleh pemerintahan Trump.

Tentara Israel kini memaksa ratusan ribu orang meninggalkan Kota Gaza dan menuju selatan menuju zona kemanusiaan di dekat perbatasan Mesir, tempat ratusan ribu warga Palestina lainnya telah mengungsi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved