Mesir Kerahkan Pertahanan Udara China HQ-9B di Sinai, Israel Ketar-ketir
Selasa, 16 September 2025 - 21:30 WIB
loading...
Sistem pertahanan udara HQ-9B buatan China dikerahkan Mesir di Sinai. Foto/mdaa
A
A
A
KAIRO - Laporan pers mengungkapkan Mesir telah mengerahkan sistem pertahanan udara jarak jauh HQ-9B China di lokasi-lokasi strategis di Semenanjung Sinai. Langkah ini memicu kekhawatiran baru di Israel atas kemungkinan eskalasi.
Sumber berita Israel sebelumnya telah mengonfirmasi Mesir telah memperoleh HQ-9B canggih, sistem yang sebanding dengan platform pertahanan rudal S-400 Rusia.
Pengerahan ini menandakan kesiapan Kairo untuk memperkuat pertahanannya seiring meningkatnya ketegangan di Gaza.
Menteri Pertahanan Mesir Abdel Majeed Saqr baru-baru ini menekankan, “Kesiapan militer bukan sekadar masalah moral, tetapi kesiapan sejati untuk menghadapi setiap perkembangan di lapangan."
Ia memperingatkan, "Setiap upaya merusak perbatasan Mesir — bahkan sekadar memikirkannya — akan mengejutkan dunia dengan apa yang dimiliki Mesir, dan dengan apa yang belum diungkapkan tentang kemampuannya."
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran perang genosida Israel di Gaza dapat merembet ke Mesir, dengan pengungsian massal warga Palestina ke Sinai yang dipandang Kairo sebagai garis merah.
Dengan mengerahkan HQ-9B, Mesir mengirimkan pesan yang jelas tentang pencegahan dan menandakan kemampuannya merespons setiap potensi ancaman.
Sistem HQ-9B, yang terbaru dalam keluarga pertahanan rudal China, memiliki jangkauan hingga 200 kilometer dan dapat mencegat jet tempur, drone, dan rudal jelajah.
Radar canggihnya dapat melacak target hingga 300 kilometer jauhnya bahkan di bawah gangguan elektronik yang parah, sementara desainnya yang fleksibel memungkinkan penempatan pada truk bergerak atau di instalasi tetap untuk melindungi bandara, pelabuhan, dan pangkalan militer.
Dalam beberapa tahun terakhir, militer Mesir telah secara signifikan memperkuat kehadirannya di Sinai Utara, menempatkan puluhan ribu tentara dan ribuan kendaraan berat.
Israel telah menyatakan kekhawatirannya atas upaya peningkatan dan modernisasi militer Mesir, yang menurut pengamat regional sedang membentuk kembali keseimbangan strategis dan memicu spekulasi tentang postur pertahanan jangka panjang Kairo.
Baca juga: Menlu Turki: Israel Berusaha Ekspansi Menjadi Israel Raya
Sumber berita Israel sebelumnya telah mengonfirmasi Mesir telah memperoleh HQ-9B canggih, sistem yang sebanding dengan platform pertahanan rudal S-400 Rusia.
Pengerahan ini menandakan kesiapan Kairo untuk memperkuat pertahanannya seiring meningkatnya ketegangan di Gaza.
Menteri Pertahanan Mesir Abdel Majeed Saqr baru-baru ini menekankan, “Kesiapan militer bukan sekadar masalah moral, tetapi kesiapan sejati untuk menghadapi setiap perkembangan di lapangan."
Ia memperingatkan, "Setiap upaya merusak perbatasan Mesir — bahkan sekadar memikirkannya — akan mengejutkan dunia dengan apa yang dimiliki Mesir, dan dengan apa yang belum diungkapkan tentang kemampuannya."
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran perang genosida Israel di Gaza dapat merembet ke Mesir, dengan pengungsian massal warga Palestina ke Sinai yang dipandang Kairo sebagai garis merah.
Dengan mengerahkan HQ-9B, Mesir mengirimkan pesan yang jelas tentang pencegahan dan menandakan kemampuannya merespons setiap potensi ancaman.
Sistem HQ-9B, yang terbaru dalam keluarga pertahanan rudal China, memiliki jangkauan hingga 200 kilometer dan dapat mencegat jet tempur, drone, dan rudal jelajah.
Radar canggihnya dapat melacak target hingga 300 kilometer jauhnya bahkan di bawah gangguan elektronik yang parah, sementara desainnya yang fleksibel memungkinkan penempatan pada truk bergerak atau di instalasi tetap untuk melindungi bandara, pelabuhan, dan pangkalan militer.
Dalam beberapa tahun terakhir, militer Mesir telah secara signifikan memperkuat kehadirannya di Sinai Utara, menempatkan puluhan ribu tentara dan ribuan kendaraan berat.
Israel telah menyatakan kekhawatirannya atas upaya peningkatan dan modernisasi militer Mesir, yang menurut pengamat regional sedang membentuk kembali keseimbangan strategis dan memicu spekulasi tentang postur pertahanan jangka panjang Kairo.
Baca juga: Menlu Turki: Israel Berusaha Ekspansi Menjadi Israel Raya
(sya)
Lihat Juga :