Qatar Dinilai Dikhianati Trump usai Dibom Israel, Padahal Sudah Memberi Jet Mewah Rp6,5 Triliun

Jum'at, 12 September 2025 - 09:26 WIB
loading...
Qatar Dinilai Dikhianati...
Qatar dinilai sudah dikhianati Presiden AS Donald Trump usai dibom Israel dengan pemberitahuan dari AS datang terlambat. Padahal Qatar sudah memberi Trump jet mewah Rp6,5 triliun. Foto/India Today
A A A
DOHA - Empat bulan lalu, keluarga Kerajaan Qatar memberi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebuah jet mewah Boeing 747-8 seharga USD400 juta (lebih dari Rp6,5 triliun). Namun, pada hari Selasa, Doha dibombardir Israel dengan pemberitahuan dari Amerika datang terlambat.

Apa yang dialami Qatar ini dinilai sebagai pengkhianatan oleh Trump, yang selama ini sesumbar bahwa kerajaan tersebut merupakan sekutu dekat Washington.

Pengeboman Israel di Doha diklaim menargetkan para pemimpin Hamas. Tel Aviv mengeklaim telah mendapat restu dari Presiden Trump. "Sayangnya, sudah terlambat untuk menghentikan serangan itu," kata Trump dengan acuh tak acuh, sambil mengakui bahwa Israel telah memberi tahu AS tentang serangan tersebut.

Baca Juga: Israel Serang Qatar, PM Al Thani: Akan Ada Respons Kolektif Negara-negara Teluk!

Faktanya, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada The Times of Israel bahwa AS memang telah diberitahu jauh sebelumnya. Namun, peringatan AS kepada Qatar, disengaja atau tidak, tampaknya terlalu sedikit dan terlambat.

Qatar mengatakan pemberitahuan dari Amerika datang 10 menit setelah serangan udara Israel dimulai. "Panggilan telepon yang diterima dari seorang pejabat Amerika terjadi tepat saat ledakan terjadi," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari di X, seperti dikutip India Today, Jumat (12/9/2025).

Serangan ini juga mengungkap permainan ganda Trump yang terobsesi dengan Hadiah Nobel Perdamaian.

Serangan Israel terjadi ketika para pemimpin politik Hamas berkumpul di Doha untuk membahas proposal terbaru AS terkait gencatan senjata di Gaza setelah "peringatan terakhir" Trump untuk menyepakati kesepakatan.

"Bahwa 'peringatan terakhir' akan berakhir begitu cepat sungguh di luar imajinasi siapa pun. "Kami menganggap pemerintah AS bertanggung jawab bersama atas kejahatan ini," kata Hamas.

Serangan itu bukan hanya pukulan telak bagi kredibilitas internasional Trump, tetapi juga bagi ambisinya yang digembar-gemborkan sendiri untuk menjadi pembawa perdamaian global.

Qatar bereaksi dengan geram, menyebut serangan Israel tersebut sembrono dan pengecut.

Menteri Luar Negeri Qatar melangkah lebih jauh, menyebut serangan Israel sebagai "terorisme negara".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved