3 Perlakuan Rasis Rezim Zionis terhadap Umat Islam di Israel

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 15:15 WIB
loading...
3 Perlakuan Rasis Rezim...
Israel sesumbar sebagai satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah. Namun, diskriminasi etnis, ras, dan agama terus terjadi di sana. Foto/Alestiklal
A A A
JAKARTA - Israel selama ini sesumbar sebagai satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah. Namun, dalam praktiknya, diskriminasi etnis, ras, dan agama terus terdengar di negara mayoritas Yahudi tersebut.

Bagi umat Islam yang hidup sebagai warga negara Arab Israel, perlakuan rasisme hadir dalam bentuk kebijakan yang sistematis dan berulang. Itu mencakup dalam ranah hukum, ekonomi, maupun politik.

Tindakan-tindakan rasisme tersebut bukan sekadar insiden individual, melainkan terstruktur melalui aturan negara, perencanaan wilayah, dan mekanisme keamanan. Akibatnya, sekitar 20 persen populasi Israel yang merupakan warga Arab yang mayoritas Muslim kerap merasa sebagai warga kelas dua di tanah kelahiran mereka sendiri.

Baca Juga: 5 Negara Paling Rasis di Dunia, 2 di Antaranya Musuh Bebuyutan

3 Perlakuan Rasis Rezim Zionis terhadap Umat Islam di Israel

1. Undang-Undang dan Kebijakan Mengekang Bahasa, Hak Warga, dan Keluarga

•"Nation-State Law" dan Status Bahasa Arab
Pada tahun 2018, Israel mengesahkan "Nation-State Law" yang menegaskan bahwa negara adalah milik orang Yahudi, serta menurunkan status bahasa Arab dari bahasa resmi menjadi hanya memiliki “status khusus.” Ini menciptakan legitimasi hukum bagi marginalisasi kelompok Arab—yang mayoritas Muslim dalam hal penggunaan bahasa dan hak simbolik.

•Larangan Reunifikasi Keluarga
Sejak 2003, diperpanjang berkali-kali, rezim Zionis Israel menerapkan larangan reunifikasi keluarga antara warga Arab Israel dengan keluarga mereka dari Tepi Barat atau pun Jalur Gaza. Kebijakan ini memisahkan ribuan keluarga dan dinilai sebagai pelanggaran hak asasi serta diskriminatif terhadap warga Arab.

2. Perencanaan Wilayah hingga Penggusuran Umat Muslim

•Perencanaan yang Diskriminatif
Komunitas Muslim Arab dan Bedouin sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan izin pembangunan karena keterbatasan zona perencanaan dan penolakan pemerintah. Ini mendorong pembangunan “ilegal” dan jadi alat legitimasi penggusuran rumah-rumah mereka.

•Penggusuran dan Kekerasan di Umm al-Hiran
Kasus tragis terjadi di Umm al-Hiran pada 2017, ketika polisi menindak komunitas Bedouin yang tidak diakui statusnya, dan terjadi insiden menyebabkan tewasnya seorang guru Arab. Pemerintah membangun kota Yahudi baru di atas lokasi penggusuran tersebut—menimbulkan kecaman tajam sebagai bentuk diskriminasi sistemik.

•Pembatasan Konstruksi dan Penggusuran
Ribuan warga Muslim Bedouin tinggal di desa-desa yang tidak diakui hukum, tanpa akses listrik, air, sekolah, atau pelayanan publik. Masjid dan tempat ibadah juga sering dihancurkan karena dianggap ilegal.

3. Profil Etno-Religius dan Pembungkaman Partai Islam

•Profil Etnis di Bandara Ben Gurion
Prosedur pemeriksaan di bandara Israel, khususnya Ben Gurion, menerapkan profil etnis secara sistematis—menargetkan identitas Arab atau Muslim berdasarkan nama atau fisik. Meski ada perbaikan tampilan, diskriminasi tetap terjadi dalam bentuk pemeringkatan numerik dalam pemeriksaan.

•Pelarangan Aktivitas Islam Politik
Pada 2015, cabang utara Islamic Movement di Israel dibubarkan, kantor dan dana mereka disita, dan anggota komunitas tersebut rentan dipenjara hingga 10 tahun hanya karena diduga memiliki hubungan dengan pergerakan tersebut. Hal ini dianggap meminggirkan suara politik Muslim.

•Fatwa Rabbi yang Rasis
Pada 2010, sekelompok rabbi (imam Yahudi) menerbitkan fatwa yang mengajak pemilik properti untuk tidak menyewakan rumah kepada Muslim Arab serta melarang wanita Yahudi menggauli pria Arab. Meskipun menuai kritik, polling menunjukkan 44% masyarakat Yahudi saat itu mendukung pernyataan tersebut—menunjukkan normalisasi diskriminasi rasial.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved