9 Serangan Drone Rusia Terbesar ke Ukraina
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 14:55 WIB
loading...
Tentara Rusia menyiapkan serangan drone ke Ukraina. Foto/C4ISRNet
A
A
A
MOSKOW - Sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022, perang tersebut telah ditandai dengan eskalasi senjata modern, salah satunya adalah penggunaan drone kamikaze secara masif oleh Rusia. Drone seperti Shahed dan ZALA Lancet telah menjadi andalan dalam operasi udara Rusia.
Drone itu diproduksi dalam volume besar dan digunakan untuk menyerang berbagai target termasuk infrastruktur militer. Strateginya meliputi penggunaan gelombang drone besar-besaran untuk membanjiri sistem pertahanan udara Ukraina, menyertai serangan balasan, atau menyasar situs simbolis seperti pembangkit listrik dan fasilitas nuklir.
Di bawah ini, beberapa serangan drone Rusia terbesar dan paling berdampak terhadap Ukraina sejak 2022 hingga tahun 2025.
Serangan pada malam 22–23 Februari 2025 merupakan titik terberat dalam sejarah konflik. Rusia meluncurkan total 267 drone Shahed, ribuan drone tipuan (decoys), dan tiga misil balistik (Iskander-M/KN-23), menurut Angkatan Udara Ukraina.
Ukraina berhasil menembak jatuh sebanyak 138 drone, sementara 119 drone decoy hilang tanpa mencatat dampak konkret.
Serangan ini mencakup berbagai wilayah, dari Kyiv, Kharkiv, Sumy hingga Odesa dan daerah lainnya, menunjukkan skala serangan yang meluas dan intensitas operasional Rusia.
Serangan udara pada 24–25 Mei 2025 menandai penggunaan jumlah drone dan misil terbanyak dalam satu malam — 69 misil dan 298 drone (termasuk Shahed) untuk total 367 serangan udara.
Wilayah serangan mencakup lebih dari 30 kota dan desa di seluruh Ukraina, termasuk Kyiv, Odesa, Kharkiv, Dnipro, Mykolaiv, dan lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan tersebut sebagai “serangan udara paling masif” sejak invasi 2022, dan menyerukan peningkatan tekanan internasional terhadap Rusia.
Pada Juli 2025, Rusia mencetak rekor baru: meluncurkan lebih dari 6.000 drone dalam sebulan, tertinggi sejak perang dimulai.
Data menunjukkan sebanyak 6.129 drone Shahed digunakan, hampir 14 kali lipat jumlah bulan Juli tahun sebelumnya.
Pada salah satu malam, tepatnya 9 Juli, Rusia meluncurkan 741 drone dan drone decoy ke Ukraina Barat — jumlah yang melampaui keseluruhan jumlah drone dimusim sebelumnya.
Gelombang serangan ini berdampak serius: menewaskan setidaknya delapan orang dan melukai puluhan lainnya, serta merusak rumah, sekolah, dan ambulans.
Bahkan pada akhir Juli, serangan terhadap Kyiv menggunakan lebih dari 300 drone dan 8 misil, menewaskan 31 orang termasuk lima anak-anak, serta melukai 159 lainnya.
Menjelang hari ulang tahun perang Rusia–Ukraina, pihak Rusia kembali melancarkan serangan drone besar: sekitar 273 drone dan decoy diluncurkan, dengan 88 berhasil diintersep dan 128 hilang kemungkinan melalui jamming elektronik.
Ini menjadi serangan drone tunggal terbesar sejak perang dimulai, menurut laporan.
Serangan ini menyasar wilayah Kyiv serta Dnipropetrovsk dan Donetsk, menyebabkan sejumlah korban.
Pada 22 Maret 2024, Rusia melancarkan serangan besar berupa 88 misil dan 63 drone serentak di berbagai kawasan, dari Kharkiv hingga Lviv dan Odesa — total lebih dari 20 daerah terdampak.
Serangan ini menonaktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Dnieper (Dnieper HPP), menyebabkan lebih dari satu juta warga kehilangan akses listrik.
Tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka, terutama di Zaporizhzhia dan kawasan lainnya.
Pada 14 Februari 2025, satu drone tempur Rusia menghantam struktur New Safe Confinement di PLTN Chernobyl, merusak pelindung reaktor lama. Beruntung, tidak ada peningkatan radiasi atau korban jiwa yang dilaporkan.
Meskipun Rusia membantah keterlibatannya, Zelensky menyebutnya sebagai serangan yang bisa membahayakan perdamaian dan keamanan nuklir.
7. Serangan “Paling Besar” terhadap Kharkiv: 48 Drone + Misil & Bom Luncur (7 Juni 2025)
Dalam video BBC mengenai serangan Rusia terhebat terhadap Kharkiv hingga saat itu, dilaporkan 48 drone, ditambah dua misil dan empat bom gliding (gliding bombs) diluncurkan dalam satu malam, menewaskan tiga orang dan melukai 21 lainnya.
8. Efektivitas ZALA Lancet: Ratusan Serangan Bulanan (Mei 2024)
Drone kamikaze ZALA Lancet dari Rusia menjadi senjata efektif dalam perang ini. Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, Lancet termasuk yang paling efektif digunakan Rusia dalam 12 bulan terakhir.
Pada Mei 2024 saja, tercatat 285 serangan Lancet dalam 29 hari, lebih banyak daripada bulan-bulan sebelumnya.
Drone tersebut digunakan untuk menyerang kendaraan seperti howitzer, tank T-84, dan sistem pertahanan udara barat di Kharkiv, menunjukkan dampak langsung terhadap kemampuan militer Ukraina.
Beberapa serangan drone awal juga memiliki skala besar. Pada 25 November 2023, Rusia melepaskan lebih dari 75 drone Shahed ke Kyiv, kebanyakan berhasil ditembak jatuh — salah satu serangan paling masif sejak invasi penuh-besaran dimulai.
Demikian pula, pada 8 Mei 2023, tercatat serangan drone dan misil terbesar sebelum itu, melukai beberapa warga sipil dan menghancurkan gudang bantuan di Odesa.
Serangan drone Rusia ke Ukraina telah berkembang dari serangan sporadis menjadi kampanye udara intensif dan berkelanjutan.
Strateginya mengandalkan skala besar (gelombang drone dan decoy), target kritis (infrastruktur listrik, fasilitas nuklir), dan penggunaan drone canggih seperti ZALA Lancet.
Sementara itu, jumlah serangan meningkat dan semakin sering digunakan dalam bundel besar. Ukraina menghadapi tekanan besar pada sistem pertahanannya sekaligus konsekuensi kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur.
Dari sudut pandang global, skala dan intensitas serangan ini menunjukkan kebutuhan mendesak bagi sistem pertahanan udara yang lebih tangguh dan respons diplomatik terhadap agresi semacam ini.
Baca juga: Rusia Serang Ibu Kota Ukraina Besar-besaran Tewaskan 21 Orang, Zelensky Murka
Drone itu diproduksi dalam volume besar dan digunakan untuk menyerang berbagai target termasuk infrastruktur militer. Strateginya meliputi penggunaan gelombang drone besar-besaran untuk membanjiri sistem pertahanan udara Ukraina, menyertai serangan balasan, atau menyasar situs simbolis seperti pembangkit listrik dan fasilitas nuklir.
Di bawah ini, beberapa serangan drone Rusia terbesar dan paling berdampak terhadap Ukraina sejak 2022 hingga tahun 2025.
1. Serangan Terbesar dalam Sejarah Perang: 69 Rudal dan 298 Drone (22–23 Februari 2025)
Serangan pada malam 22–23 Februari 2025 merupakan titik terberat dalam sejarah konflik. Rusia meluncurkan total 267 drone Shahed, ribuan drone tipuan (decoys), dan tiga misil balistik (Iskander-M/KN-23), menurut Angkatan Udara Ukraina.
Ukraina berhasil menembak jatuh sebanyak 138 drone, sementara 119 drone decoy hilang tanpa mencatat dampak konkret.
Serangan ini mencakup berbagai wilayah, dari Kyiv, Kharkiv, Sumy hingga Odesa dan daerah lainnya, menunjukkan skala serangan yang meluas dan intensitas operasional Rusia.
2. Puncak Serangan Udara: 69 Misil + 298 drone, Total 367 Unit (24–25 Mei 2025)
Serangan udara pada 24–25 Mei 2025 menandai penggunaan jumlah drone dan misil terbanyak dalam satu malam — 69 misil dan 298 drone (termasuk Shahed) untuk total 367 serangan udara.
Wilayah serangan mencakup lebih dari 30 kota dan desa di seluruh Ukraina, termasuk Kyiv, Odesa, Kharkiv, Dnipro, Mykolaiv, dan lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan tersebut sebagai “serangan udara paling masif” sejak invasi 2022, dan menyerukan peningkatan tekanan internasional terhadap Rusia.
3. Rekor Serangan Drone: 6.000 Lebih Drone Sepanjang Juli 2025
Pada Juli 2025, Rusia mencetak rekor baru: meluncurkan lebih dari 6.000 drone dalam sebulan, tertinggi sejak perang dimulai.
Data menunjukkan sebanyak 6.129 drone Shahed digunakan, hampir 14 kali lipat jumlah bulan Juli tahun sebelumnya.
Pada salah satu malam, tepatnya 9 Juli, Rusia meluncurkan 741 drone dan drone decoy ke Ukraina Barat — jumlah yang melampaui keseluruhan jumlah drone dimusim sebelumnya.
Gelombang serangan ini berdampak serius: menewaskan setidaknya delapan orang dan melukai puluhan lainnya, serta merusak rumah, sekolah, dan ambulans.
Bahkan pada akhir Juli, serangan terhadap Kyiv menggunakan lebih dari 300 drone dan 8 misil, menewaskan 31 orang termasuk lima anak-anak, serta melukai 159 lainnya.
4. Serangan Besar pada Jelang Ulang Tahun Perang: 273 Drone (Sekitar 24 Februari 2025)
Menjelang hari ulang tahun perang Rusia–Ukraina, pihak Rusia kembali melancarkan serangan drone besar: sekitar 273 drone dan decoy diluncurkan, dengan 88 berhasil diintersep dan 128 hilang kemungkinan melalui jamming elektronik.
Ini menjadi serangan drone tunggal terbesar sejak perang dimulai, menurut laporan.
Serangan ini menyasar wilayah Kyiv serta Dnipropetrovsk dan Donetsk, menyebabkan sejumlah korban.
5. Serangan Terhadap Pembangkit Listrik: 22 Maret 2024
Pada 22 Maret 2024, Rusia melancarkan serangan besar berupa 88 misil dan 63 drone serentak di berbagai kawasan, dari Kharkiv hingga Lviv dan Odesa — total lebih dari 20 daerah terdampak.
Serangan ini menonaktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Dnieper (Dnieper HPP), menyebabkan lebih dari satu juta warga kehilangan akses listrik.
Tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka, terutama di Zaporizhzhia dan kawasan lainnya.
6. Serangan terhadap Fasilitas Nuklir: Chernobyl (14 Februari 2025)
Pada 14 Februari 2025, satu drone tempur Rusia menghantam struktur New Safe Confinement di PLTN Chernobyl, merusak pelindung reaktor lama. Beruntung, tidak ada peningkatan radiasi atau korban jiwa yang dilaporkan.
Meskipun Rusia membantah keterlibatannya, Zelensky menyebutnya sebagai serangan yang bisa membahayakan perdamaian dan keamanan nuklir.
7. Serangan “Paling Besar” terhadap Kharkiv: 48 Drone + Misil & Bom Luncur (7 Juni 2025)
Dalam video BBC mengenai serangan Rusia terhebat terhadap Kharkiv hingga saat itu, dilaporkan 48 drone, ditambah dua misil dan empat bom gliding (gliding bombs) diluncurkan dalam satu malam, menewaskan tiga orang dan melukai 21 lainnya.8. Efektivitas ZALA Lancet: Ratusan Serangan Bulanan (Mei 2024)
Drone kamikaze ZALA Lancet dari Rusia menjadi senjata efektif dalam perang ini. Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, Lancet termasuk yang paling efektif digunakan Rusia dalam 12 bulan terakhir. Pada Mei 2024 saja, tercatat 285 serangan Lancet dalam 29 hari, lebih banyak daripada bulan-bulan sebelumnya.
Drone tersebut digunakan untuk menyerang kendaraan seperti howitzer, tank T-84, dan sistem pertahanan udara barat di Kharkiv, menunjukkan dampak langsung terhadap kemampuan militer Ukraina.
9. Serangan Terbesar di Kyiv (November 2023)
Beberapa serangan drone awal juga memiliki skala besar. Pada 25 November 2023, Rusia melepaskan lebih dari 75 drone Shahed ke Kyiv, kebanyakan berhasil ditembak jatuh — salah satu serangan paling masif sejak invasi penuh-besaran dimulai.
Demikian pula, pada 8 Mei 2023, tercatat serangan drone dan misil terbesar sebelum itu, melukai beberapa warga sipil dan menghancurkan gudang bantuan di Odesa.
Serangan drone Rusia ke Ukraina telah berkembang dari serangan sporadis menjadi kampanye udara intensif dan berkelanjutan.
Strateginya mengandalkan skala besar (gelombang drone dan decoy), target kritis (infrastruktur listrik, fasilitas nuklir), dan penggunaan drone canggih seperti ZALA Lancet.
Sementara itu, jumlah serangan meningkat dan semakin sering digunakan dalam bundel besar. Ukraina menghadapi tekanan besar pada sistem pertahanannya sekaligus konsekuensi kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur.
Dari sudut pandang global, skala dan intensitas serangan ini menunjukkan kebutuhan mendesak bagi sistem pertahanan udara yang lebih tangguh dan respons diplomatik terhadap agresi semacam ini.
Baca juga: Rusia Serang Ibu Kota Ukraina Besar-besaran Tewaskan 21 Orang, Zelensky Murka
(sya)
Lihat Juga :