Dana Kekayaan Norwegia Cabut Investasi dari Caterpillar Terkait Pelanggaran HAM di Gaza

Rabu, 27 Agustus 2025 - 09:08 WIB
loading...
Dana Kekayaan Norwegia...
Buldoser militer Israel menghancurkan rumah Zakaria al-Aqra, 24 tahun, setelah ia dibunuh tentara Israel di desa Qabalan dekat Nablus di Tepi Barat yang diduduki, 11 Agustus 2014. Foto/Ahmad Al-Bazz
A A A
OSLO - Dana kekayaan negara Norwegia, yang terbesar di dunia, pada hari Senin (25/8/2025) menyatakan telah divestasi dari produsen peralatan konstruksi Amerika Caterpillar Inc dan lima bank Israel terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Gaza. Langkah ini menjadi pukulan keras bagi rezim penjajah Zionis.

Dewan eksekutif dana senilai USD1,9 triliun tersebut mengatakan mereka telah memutuskan divestasi dari keenam entitas tersebut menyusul saran dari dewan etiknya, yang menyatakan keenam entitas tersebut "berkontribusi terhadap pelanggaran serius hak-hak individu dalam situasi perang dan konflik".

Dewan etik tersebut melanjutkan dengan menyatakan, "Buldoser yang diproduksi Caterpillar digunakan otoritas Israel dalam penghancuran properti Palestina secara ilegal dan meluas."

"Tidak diragukan lagi bahwa produk-produk Caterpillar digunakan untuk melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional yang ekstensif dan sistematis," ungkap pernyataan tersebut.

Mereka menambahkan, “Perusahaan tersebut belum menerapkan langkah-langkah apa pun untuk mencegah penggunaannya untuk tujuan-tujuan ini dan dewan menganggap risiko yang tidak dapat diterima bahwa Caterpillar berkontribusi terhadap pelanggaran serius hak-hak individu dalam situasi perang atau konflik."

Dalam penilaiannya, dewan etik menyatakan militer Israel telah menggunakan buldoser buatan Caterpillar selama beberapa dekade, dengan jeda singkat antara tahun 2024 dan 2025.

Mesin-mesin ini dipasok ke Israel melalui program penjualan militer asing Amerika Serikat dan kemudian dimodifikasi oleh pihak lain untuk "tujuan militer".

Dana tersebut memegang 1,2% saham Caterpillar, senilai USD2,4 miliar per 31 Desember. Hal ini merupakan pukulan bagi perusahaan, yang melaporkan penurunan laba sebesar 21% pada pendapatan kuartal kedua, karena menghadapi biaya manufaktur yang tidak menguntungkan akibat tarif yang lebih tinggi.

Tahun lalu, dana pensiun swasta terbesar Norwegia juga melepas sahamnya di Caterpillar atas keterlibatannya dalam pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki.

KLP yang berbasis di Oslo menjual saham dan obligasinya di perusahaan tersebut, senilai USD69 juta pada bulan Juni tahun lalu.

Middle East Eye menghubungi Caterpillar untuk meminta komentar, tetapi belum menerima tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Dana tersebut juga menyatakan telah menarik diri dari lima bank Israel yang membiayai pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

Perusahaan-perusahaan ini termasuk First International Bank of Israel, FIBI Holdings, Bank Leumi, Mizrahi Tefahot, dan Bank Hapoalim.

Nilai saham di kelima bank Israel tersebut mencapai USD661 juta per 30 Juni, menurut data dana tersebut.

Dana kekayaan Norwegia ini didukung oleh pendapatan minyak negara yang sangat besar, dengan nilai USD1,9 triliun dan investasi di lebih dari 8.600 perusahaan di seluruh dunia.

Divestasinya dari bank-bank tersebut berarti kini telah mengurangi separuh kepemilikannya di perusahaan-perusahaan Israel hanya dalam beberapa pekan.

Awal bulan ini, lembaga tersebut menyatakan akan mendivestasi 11 perusahaan Israel menyusul laporan di surat kabar terkemuka Norwegia, Aftenposten, yang menyatakan telah berinvestasi di produsen mesin jet Israel yang menyediakan suku cadang untuk jet tempur Israel yang menewaskan orang-orang di Gaza, yang memicu protes publik yang meluas.

Akibatnya, Perdana Menteri Jonas Gahr Store meminta Menteri Keuangan dan mantan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg untuk meninjau kembali dana tersebut.

Tekanan dari aktivis pro-Palestina terhadap dana tersebut meningkat sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023.

Pemerintah yang dipimpin Partai Buruh menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melawan tekanan, dengan parlemen Norwegia pada bulan Juni menolak proposal divestasi dari semua perusahaan militer Israel yang beroperasi di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Menurut situs web Norges Bank Investment Management, tujuan dana tersebut adalah “untuk memastikan pengelolaan pendapatan jangka panjang dari sumber daya minyak dan gas Norwegia, sehingga kekayaan ini bermanfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.”

Baca juga: Kian Merajalela, Pasukan Israel Hancurkan 1.000 Bangunan di Kota Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
5 Fakta Menarik Norwegia...
5 Fakta Menarik Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Pantai Gading
Majelis Ulama Senior...
Majelis Ulama Senior Iran Serukan Pembunuhan Donald Trump dan Netanyahu
Detik-Detik Truk yang...
Detik-Detik Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas!
Rekomendasi
Spanyol Gunduli Austria,...
Spanyol Gunduli Austria, Mikel Oyarzabal Cetak Brace
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Berita Terkini
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Infografis
Tentara Bayaran dari...
Tentara Bayaran dari AS Bertebaran di Perbatasan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved