Kontroversi Dmitry Medvedev, dari Presiden Rusia hingga Provokator Perang Dunia III

Selasa, 05 Agustus 2025 - 11:55 WIB
loading...
A A A
Bandingkan saja apa yang ia katakan dalam sebuah wawancara CNN pada tahun 2009 – bahwa Rusia perlu "memiliki hubungan yang baik dan berkembang dengan Barat dalam segala arti kata," dengan komentarnya di bulan Mei ini: "Mengenai kata-kata Trump tentang Putin yang 'bermain api' dan 'hal-hal yang sangat buruk' terjadi pada Rusia. Saya hanya tahu satu hal yang SANGAT BURUK — Perang Dunia III. Saya harap Trump memahami hal ini!"

Pergeseran itu tampaknya dimulai setelah masa kepresidenannya, ketika Medvedev mulai memposisikan ulang dirinya dalam upaya mempertahankan kepercayaan partai berkuasa Rusia Bersatu.

Pada tahun 2012, ia mengatakan kepada para anggota parlemen: "Mereka sering mengatakan kepada saya, 'Anda seorang liberal.' Saya dapat mengatakan dengan jujur: Saya tidak pernah memiliki keyakinan liberal."

3. Pernah Dituduh Membangun Kekaisaran Korupsi

Sebagai presiden, Medvedev telah mengatakan kepada CNN bahwa "tingkat korupsi benar-benar tidak dapat diterima." Namun kemudian, ketika menjadi perdana menteri, ia menjadi sasaran investigasi oleh Yayasan Anti-Korupsi milik tokoh oposisi Alexei Navalny yang mengklaim bahwa ia telah mengumpulkan "kekaisaran korupsi" yang terdiri dari properti mewah, kapal pesiar mewah, dan kebun anggur di seluruh Rusia.

Juru bicara Medvedev, Natalya Timakova, menolak investigasi tersebut, yang dengan cepat ditonton 14 juta kali di YouTube, sebagai "ledakan propaganda," tetapi Medvedev justru menjadi sasaran protes jalanan.

Pada tahun 2020, ia tiba-tiba mengundurkan diri sebagai perdana menteri ketika Putin memulai perombakan konstitusi untuk memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan.

Sejak itu, dari posisinya di Dewan Keamanan, ia telah melancarkan serangkaian serangan xenofobia dan ofensif terhadap warga Ukraina dan para pemimpin Barat. Medvedev memiliki 1,7 juta pelanggan di Telegram, serta akun X Rusia dan Inggris dengan total hampir 7 juta pengikut.

4. Memainkan Retorika Anti-Barat

Setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, Medvedev menyebut kepemimpinan Kyiv sebagai "kecoak yang berkembang biak dalam toples."

Dalam pidatonya awal tahun ini, Medvedev menampilkan gambar Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai Muppet dan mendesak "penghancuran rezim neo-Nazi Kyiv."

Ia sering membangkitkan momok Nazisme, dengan mengatakan tahun ini bahwa kanselir baru Jerman, Friedrich Merz, telah "menyarankan serangan di Jembatan Krimea. Pikirkan dua kali, Nazi!"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Aturan Baru, Israel...
Aturan Baru, Israel Larang Wartawan Publikasikan Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Militer
Rekomendasi
Barang Bukti OTT Bupati...
Barang Bukti OTT Bupati Muara Enim, Uang Tunai hingga Rekening Senilai Rp2 M
Viral Thania Pijiti...
Viral Thania Pijiti Pacar Sarwendah, Ruben Onsu Khawatir Kehilangan Peran sebagai Ayah
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved