AS Tangkap Tukang Kayu Bernama Yesus

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:27 WIB
loading...
AS Tangkap Tukang Kayu...
Jesus Teran atau Yesus Teran, tukang kayu asal Venezuela yang ditangkap badan imigrasi Amerika Serikat. Foto/Herald-Standard
A A A
WASHINGTON - Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat (AS) telah menangkap dan menahan Jesus Teran atau Yesus Teran, seorang imigran Venezuela dan insinyur sipil yang bekerja sebagai tukang kayu di Imperial, Pennsylvania. Lantaran bernama Yesus, komunitas gereja Amerika kini berjuang untuk membebaskannya.

Jesus Teran ditahan ICE sejak 8 Juli setelah pemeriksaan rutin di kantor lapangan lembaga tersebut di Pittsburgh.

Jesus Teran (35) dilaporkan tidak memiliki catatan kriminal dan sempat dikirim ke Penjara Regional Utara di Moundsville, Virginia Barat, sebelum dipindahkan ke Pusat Pemrosesan Moshannon Valley, menurut laporan surat kabar lokal Observer-Reporter. Fasilitas tersebut dioperasikan oleh kontraktor swasta, GEO Group, di Phillipsburg, Pennsylvania, tiga jam perjalanan dari rumahnya.

Baca Juga: Ekstremis Zionis Ini Menyalib Mati Seorang Pendeta, Ingin Bunuh 14 Pemimpin Kristen Lainnya

Kasus Jesus Teran menyoroti pengawasan ketat terhadap praktik penegakan hukum imigrasi AS, terutama terkait individu yang terintegrasi ke dalam komunitas mereka tanpa catatan kriminal.

Jesus Teran tiba di Amerika Serikat pada tahun 2021, melarikan diri dari kekacauan di Venezuela dan mencari suaka untuk bersatu kembali dengan keluarganya. Dia awalnya ditolak masuk pada tahun 2015, tetapi berhasil memasuki AS enam tahun kemudian.

Basis data ICE tidak memuat catatan apa pun tentang Jesus Teran hingga Rabu sore.

Penangkapannya telah menggerakkan komunitas dan pendukung gereja Katolik setempat, yang telah mengorganisir diri untuk membantu keluarganya dan mengupayakan pembebasannya.

Respons lokal, yang dipimpin oleh Paroki St Oscar Romero dan didukung oleh lembaga nirlaba, menyoroti meningkatnya kekhawatiran atas perpisahan keluarga dan dampaknya terhadap masyarakat akibat kebijakan imigrasi AS. Jesus Teran dan keluarganya secara rutin menghadiri Gereja Our Lady of the Miraculous Medal di Meadow Lands untuk beribadah.

"Ini merupakan pengalaman yang memilukan," ujar Pendeta Jay Donahue, vikaris paroki senior di Paroki St Oscar Romero, kepada Observer-Reporter.

"Dia telah setia hadir di pertemuan ICE selama lebih dari empat tahun, dia mengikuti protokol ICE, dia mematuhi semua yang seharusnya dia lakukan. Tiba-tiba, dia ditahan," imbuh dia, yang dilansir Newsweek, Kamis (31/7/2025).

Jesus Teran, istri, dan dua putrinya dilaporkan merupakan wajah-wajah yang familiar baik di gereja maupun di masyarakat luas, termasuk bekerja di kebun komunitas.

Dia dilaporkan telah membantu mengolah tanah di kebun dan juga memperbaiki mesin pengolah tanah yang rusak. Keluarganya menanam dan menyiram bunga dan tanaman, sementara salah satu putrinya membawakan jus semangka buatan sendiri.

"Dia sedang membangun kehidupan untuk dirinya sendiri dan keluarganya," ujar Chris McAneny, direktur perumahan untuk lembaga nirlaba Wellness Collective, yang memimpin instalasi taman tersebut, kepada Observer-Reporter.

"Dia telah berkontribusi bagi komunitasnya, dan dia sangat dihormati di komunitas ini. Dia ingin menjadi bagian dari taman komunitas, dan dia adalah bagian besar darinya," paparnya.

"Dan ketika kami menanam tanaman, dia ada di sini dua hari seminggu untuk menyiramnya," imbuh McAneny.

Tanpa kredensial AS, Jesus Teran bekerja di berbagai pekerjaan, termasuk di toko swalayan dan mengantar barang sebagai pengemudi DoorDash, sebelum diterima magang sebagai tukang kayu pada musim dingin 2024, ujar mantan gurunya, Barbara Hopkins, kepada The Bulwark.

Lebih dari 20 surat dukungan, termasuk dari para pemimpin agama dan buruh terkemuka, telah dikirimkan kepada pihak berwenang atas nama Jesus Teran. Kampanye GoFundMe dan donasi melalui dukungan gereja telah disiapkan untuk membantu keluarganya.

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Pennsylvania, Conor Lamb, menulis di X: "Mungkin ini bisa menular ke orang Kristen. Di distrik lama saya, seorang tukang kayu serikat—yang secara harfiah bernama Yesus—di balik jeruji besi. Rekam jejak yang baik, anak-anak, gereja, pekerjaan. Berasal dari Venezuela pada 2021, tahun ketika TPS memberikan tunjangan bagi mereka. Ini gila."

Seorang pengacara telah mengajukan perintah pengadilan untuk pembebasan Jesus Teran dari tahanan. Para pendukung tetap berharap dengan menekankan urgensinya, karena keluarga dan teman-temannya belum dapat mengunjunginya secara langsung, dan bergantung pada panggilan telepon harian yang mahal untuk berkomunikasi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved