Thailand dan Kamboja Perang, Jet Tempur F-16 Dikerahkan

Kamis, 24 Juli 2025 - 12:51 WIB
loading...
Thailand dan Kamboja...
Pasukan Thailand dan Kamboja terlibat pertempuran di sepanjang perbatasan yang disengketakan. Thailand mengerahkan jet tempur F-16 dalam pertempuran. Foto/Wikimedia Commons
A A A
BANGKOK - Pasukan Thailand dan Kamboja terlibat pertempuran di sepanjang perbatasan yang disengketakan pada Kamis (24/7/2025). Militer Bangkok telah mengerahkan jet tempur F-16 untuk menggempur target militer Kamboja, yang bisa mengancam konflik menjadi meluas.

Pertempuran pecah sehari setelah seorang tentara Thailand kehilangan kakinya akibat ledakan ranjau darat, sebuah insiden yang menyebabkan hubungan antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut merosot ke level terendah dalam beberapa tahun.

Komando militer regional ke-2 Thailand di timur laut mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook bahwa jet tempur F-16 telah dikerahkan. Mereka juga mengeklaim telah menghancurkan dua unit pendukung militer regional Kamboja.

Baca Juga: Duduk Perkara PM Thailand Dianggap Musuh Negara Gara-gara Panggil Eks PM Kamboja Paman

Wakil juru bicara Angkatan Darat Thailand, Kolonel Richa Suksuwanont, mengatakan serangan udara tersebut hanya ditujukan pada target militer.

Belum ada konfirmasi langsung dari pihak Kamboja.

Bentrokan bersenjata antara pasukan Thailand dan Kamboja telah pecah di sepanjang perbatasan yang disengketakan pada Kamis pagi, menurut para pejabat militer, yang melukai warga sipil dan mendorong evakuasi penduduk di Thailand.

Serangan dimulai dini hari ketika militer Thailand mengatakan pasukan Kamboja menembaki pangkalan militer Thailand di daerah dekat Kuil Ta Muen Thom kuno—yang terletak di wilayah sengketa di selatan Provinsi Surin, Thailand, dan di barat laut Kamboja.

Menurut laporan CNN, Kamboja telah mengerahkan pesawat nirawak di depan kuil tersebut sebelum mengirim pasukan dengan senjata.

Thailand juga menuduh pasukan Kamboja menembakkan senjata berat ke wilayah sipil di distrik Kap Choeng, Provinsi Surin, di dekatnya.

"Serangan itu melukai tiga warga sipil. Pihak berwenang Thailand telah segera mengevakuasi penduduk dari daerah tersebut untuk memastikan keselamatan jiwa dan harta benda," kata militer Thailand dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, mengatakan pasukan mereka bertindak untuk membela diri setelah serangan tak beralasan dari tentara Thailand.

"Pasukan Kamboja bertindak secara ketat dalam batas-batas pembelaan diri, menanggapi serangan tak beralasan oleh pasukan Thailand yang melanggar integritas teritorial kami," katanya.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook bahwa Thailand menyerang posisi tentara Kamboja di dua lokasi kuil di Provinsi Oddar Meanchey, serta di Provinsi Preah Vihear, Kamboja, dan dekat Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand.

“Kamboja selalu mempertahankan posisi penyelesaian masalah secara damai, tetapi dalam kasus ini, kami tidak punya pilihan selain merespons dengan kekuatan bersenjata terhadap agresi bersenjata,” kata Hun Manet.

Hun Manet juga mengimbau warga Kamboja untuk tetap tenang.

Setidaknya dua tentara Thailand terluka pada hari Kamis, menurut laporan Reuters, mengutip seorang pejabat militer Thailand.

Dua rumah sakit di Provinsi Surin, Thailand, dekat lokasi bentrokan, telah mulai mengevakuasi pasien, menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand.

Bentrokan bersenjata itu terjadi sehari setelah seorang tentara Thailand kedua dalam seminggu kehilangan kakinya akibat ledakan ranjau darat di titik berbeda di sepanjang perbatasan yang disengketakan.

Lima tentara Thailand terluka dalam ledakan tersebut, dan insiden tersebut mendorong Thailand untuk menurunkan hubungan diplomatiknya dengan Kamboja—menarik duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja.

Thailand juga menutup sebagian perbatasan timur lautnya untuk penduduk lokal dan wisatawan.

Menanggapi hal ini, Kamboja mengumumkan telah menurunkan hubungan dengan Thailand "ke level terendah" dan memerintahkan semua staf diplomatik untuk pulang.

Ketegangan antara kedua negara tetangga tersebut telah memburuk pada bulan Mei, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan antara pasukan Thailand dan Kamboja di mana kedua belah pihak melepaskan tembakan di wilayah perbatasan yang diperebutkan di Segitiga Zamrud, tempat Kamboja, Thailand, dan Laos bertemu.

Perselisihan tersebut sejak saat itu memiliki konsekuensi politik yang besar bagi Thailand dan memicu semangat nasionalis di kedua negara.

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra diskors dari tugasnya awal bulan ini dan terancam dipecat setelah bocornya percakapan teleponnya dengan mantan pemimpin Kamboja yang berpengaruh, yang di dalamnya dia tampak mengkritik tindakan militernya sendiri dalam perselisihan tersebut.

Thailand dan Kamboja memiliki hubungan yang rumit dalam beberapa dekade terakhir. Kedua negara berbagi perbatasan darat sepanjang 817 kilometer—yang sebagian besar dipetakan oleh Prancis saat mereka menduduki Kamboja—yang secara berkala menjadi saksi bentrokan militer dan menjadi sumber ketegangan politik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
5 Fakta Menarik Lionel...
5 Fakta Menarik Lionel Messi Meledak di Laga Pembuka Argentina di Piala Dunia 2026
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved