Ironis, Mesir Tekan Imam Besar Al-Azhar Cabut Kecaman 'Israel Biang Kelaparan Gaza'
Kamis, 24 Juli 2025 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Sumber yang dekat dengan Al-Azhar mengatakan kepada Al Araby Al-Jadeed bahwa keputusan mencabut pernyataan kecaman terhadap Israel tidak datang dari dalam lembaga keagamaan tersebut, melainkan merupakan tanggapan langsung atas permintaan dari tingkat negara.
Pemerintah dilaporkan memberi tahu Imam Besar Al-Azhar bahwa Mesir sedang menempuh "jalur diplomatik yang sensitif" dalam negosiasi gencatan senjata, dan bahasa pernyataan tersebut dapat "mempersulit upaya mediasi Kairo".
Al-Azhar, sebuah lembaga keagamaan yang berpengaruh secara global, jarang mengeluarkan pernyataan sejelas ini dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak perang Gaza dimulai Oktober 2023.
Dalam teks pernyataan yang telah dihapus—yang diperoleh Al-Araby Al-Jadeed—, Imam Ahmed al-Tayeb menyatakan: "Mengimbau hati nurani orang-orang bebas di seluruh dunia untuk bertindak segera menyelamatkan Gaza dari kelaparan mematikan yang dipaksakan dengan kebrutalan yang belum pernah terjadi sebelumnya."
"Anak-anak dibunuh dengan darah dingin, atau dibiarkan mati karena kelaparan, kehausan, dan luka yang tidak diobati karena pusat-pusat medis ditutup akibat pengeboman," lanjut pernyataan Imam Ahmed al-Tayeb.
Pernyataan tersebut mengecam tindakan Israel di Gaza sebagai "genosida total", mengutuk mereka yang memasok senjata atau menawarkan perlindungan politik sebagai "mitra dalam pemusnahan ini".
Pemerintah dilaporkan memberi tahu Imam Besar Al-Azhar bahwa Mesir sedang menempuh "jalur diplomatik yang sensitif" dalam negosiasi gencatan senjata, dan bahasa pernyataan tersebut dapat "mempersulit upaya mediasi Kairo".
Al-Azhar, sebuah lembaga keagamaan yang berpengaruh secara global, jarang mengeluarkan pernyataan sejelas ini dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak perang Gaza dimulai Oktober 2023.
Dalam teks pernyataan yang telah dihapus—yang diperoleh Al-Araby Al-Jadeed—, Imam Ahmed al-Tayeb menyatakan: "Mengimbau hati nurani orang-orang bebas di seluruh dunia untuk bertindak segera menyelamatkan Gaza dari kelaparan mematikan yang dipaksakan dengan kebrutalan yang belum pernah terjadi sebelumnya."
"Anak-anak dibunuh dengan darah dingin, atau dibiarkan mati karena kelaparan, kehausan, dan luka yang tidak diobati karena pusat-pusat medis ditutup akibat pengeboman," lanjut pernyataan Imam Ahmed al-Tayeb.
Pernyataan tersebut mengecam tindakan Israel di Gaza sebagai "genosida total", mengutuk mereka yang memasok senjata atau menawarkan perlindungan politik sebagai "mitra dalam pemusnahan ini".
Lihat Juga :