Populasi Gaza Berkurang 10% Akibat Perang Genosida Israel
Jum'at, 11 Juli 2025 - 19:15 WIB
loading...
Bangunan rusak parah dan sejumlah besar tenda darurat menampung warga Palestina yang terlantar di Kota Gaza, Gaza, pada 9 Juli 2025. Foto/Ahmed Jihad Ibrahim Al-arini/Anadolu Agency
A
A
A
JALUR GAZA - Populasi Gaza berkurang 10% seiring Israel melanjutkan perang genosida di wilayah kantong Palestina tersebut. Data resmi Palestina itu dirilis pada hari Kamis (10/7/2025), Anadolu melaporkan.
“Palestina, khususnya Jalur Gaza, sedang mengalami bencana kemanusiaan dan demografi yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat agresi Israel yang berkelanjutan sejak Oktober 2023,” ungkap pernyataan Biro Pusat Statistik Palestina.
Biro tersebut menyatakan lebih dari 57.000 warga Palestina, termasuk 18.000 anak-anak dan 12.000 perempuan, tewas dalam serangan Israel, yang merupakan 2,4% dari total populasi Gaza.
Data yang dirilis oleh biro tersebut juga menunjukkan hampir 100.000 warga Palestina telah meninggalkan wilayah kantong tersebut sejak dimulainya perang genosida Israel.
Sebelum pecahnya perang genosida Israel, populasi Gaza mencapai 2.226.544 jiwa pada tahun 2023, sebagaimana ditunjukkan data resmi.
"Perkiraan populasi menunjukkan populasi telah menurun menjadi sekitar 2.129.724 jiwa, mewakili penurunan 6% dibandingkan proyeksi perkiraan pertengahan 2024," papar dia.
Dia menjelaskan, "Lebih lanjut, populasi turun menjadi 2.114.301 jiwa, penurunan 10% dari perkiraan pertengahan 2025."
Biro tersebut memperingatkan adanya "pergeseran fundamental" dan distorsi dalam piramida usia dan populasi "akibat penargetan yang disengaja terhadap kelompok usia muda oleh tentara Israel, terutama anak-anak dan remaja."
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.
Baca juga: Citra Satelit Ungkap Kemungkinan Kerusakan Pangkalan AS di Qatar yang Diserang Iran
“Palestina, khususnya Jalur Gaza, sedang mengalami bencana kemanusiaan dan demografi yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat agresi Israel yang berkelanjutan sejak Oktober 2023,” ungkap pernyataan Biro Pusat Statistik Palestina.
Biro tersebut menyatakan lebih dari 57.000 warga Palestina, termasuk 18.000 anak-anak dan 12.000 perempuan, tewas dalam serangan Israel, yang merupakan 2,4% dari total populasi Gaza.
Data yang dirilis oleh biro tersebut juga menunjukkan hampir 100.000 warga Palestina telah meninggalkan wilayah kantong tersebut sejak dimulainya perang genosida Israel.
Sebelum pecahnya perang genosida Israel, populasi Gaza mencapai 2.226.544 jiwa pada tahun 2023, sebagaimana ditunjukkan data resmi.
"Perkiraan populasi menunjukkan populasi telah menurun menjadi sekitar 2.129.724 jiwa, mewakili penurunan 6% dibandingkan proyeksi perkiraan pertengahan 2024," papar dia.
Dia menjelaskan, "Lebih lanjut, populasi turun menjadi 2.114.301 jiwa, penurunan 10% dari perkiraan pertengahan 2025."
Biro tersebut memperingatkan adanya "pergeseran fundamental" dan distorsi dalam piramida usia dan populasi "akibat penargetan yang disengaja terhadap kelompok usia muda oleh tentara Israel, terutama anak-anak dan remaja."
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.
Baca juga: Citra Satelit Ungkap Kemungkinan Kerusakan Pangkalan AS di Qatar yang Diserang Iran
(sya)
Lihat Juga :