Rusia: Serangan Israel terhadap Nuklir Iran Bisa Mengulang Tragedi Chernobyl
Jum'at, 20 Juni 2025 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
"Serangan terhadap Bushehr akan menjadi sangat...jahat," imbuh pernyataan Likhachev.
Menurutnya, Rusia telah mengevakuasi beberapa spesialisnya dari Bushehr, tetapi tenaga kerja inti—yang menurut Putin berjumlah ratusan orang—tetap berada di lokasi.
"Kami siap menghadapi skenario apa pun, termasuk evakuasi cepat semua karyawan kami," imbuh pernyataan Likhachev.
Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan serangan Israel terhadap fasilitas nuklir damai Iran tidak dapat diterima dan ilegal.
"Kami terutama prihatin dengan keselamatan PLTN Bushehr, yang dalam operasinya melibatkan spesialis Rusia," katanya kepada wartawan, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (20/6/2025).
"Kami ingin secara khusus memperingatkan Washington agar tidak melakukan intervensi militer dalam situasi ini, yang akan menjadi langkah yang sangat berbahaya dengan konsekuensi negatif yang benar-benar tidak dapat diprediksi," imbuh Zakharova, menggarisbawahi peringatan yang pertama kali dikeluarkan Moskow pada hari Rabu.
Menurutnya, Rusia telah mengevakuasi beberapa spesialisnya dari Bushehr, tetapi tenaga kerja inti—yang menurut Putin berjumlah ratusan orang—tetap berada di lokasi.
"Kami siap menghadapi skenario apa pun, termasuk evakuasi cepat semua karyawan kami," imbuh pernyataan Likhachev.
Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan serangan Israel terhadap fasilitas nuklir damai Iran tidak dapat diterima dan ilegal.
"Kami terutama prihatin dengan keselamatan PLTN Bushehr, yang dalam operasinya melibatkan spesialis Rusia," katanya kepada wartawan, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (20/6/2025).
"Kami ingin secara khusus memperingatkan Washington agar tidak melakukan intervensi militer dalam situasi ini, yang akan menjadi langkah yang sangat berbahaya dengan konsekuensi negatif yang benar-benar tidak dapat diprediksi," imbuh Zakharova, menggarisbawahi peringatan yang pertama kali dikeluarkan Moskow pada hari Rabu.
Lihat Juga :