Efek Iran Merudal RS Israel: Warga Zionis Shock, Netanyahu Marah
Jum'at, 20 Juni 2025 - 07:54 WIB
loading...
Serangan rudal balistik Iran menghantam Soroka Medical Centre Israel, membuat para warga Zionis shock dan sedih. Sedangkan PM Israel Benjamin Netanyahu marah. Foto/Alex Kolomoisky via Ynet
A
A
A
TEL AVIV - Para warga Zionis Israel shock dan sedih, tidak menyangka jika Soroka Medical Centre di kota Beersheba hancur diserang rudal balistik Iran pada hari Kamis. Sedangkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu marah dan berjanji bahwa Teheran akan "membayar mahal" atas serangan ini.
Kerusakan parah terlihat di aula masuk rumah sakit (RS) dan beberapa departemen, termasuk unit oftalmologi di lantai tiga gedung bedah.
Ledakan misil tersebut memecahkan jendela, melemparkan kaca ke seluruh area rumah sakit, membuat langit-langit bangunan runtuh, menghancurkan peralatan medis, dan membuat koridor berantakan.
Baca Juga: Iran Akan Terus Serang Israel: Situs Nuklir Zionis Bakal Hadapi Pukulan Telak!
"Sangat menyedihkan, saya tidak pernah mengira hal seperti ini bisa terjadi. Tidak pernah. Hanya ada tenaga medis profesional di sini, dan pasien...dan lihat apa yang terjadi pada kami," kata Wasim Hin, seorang dokter mata di Soroka Medical Centre, kepada AFP, Jumat (20/6/2025).
"Di sini kami memiliki peralatan baru, semuanya hancur," ujarnya.
Yael Tiv, seorang perwira di komando Home Front Israel, mengatakan kerusakan itu akibat serangan langsung oleh rudal.
"Anda dapat melihat kerusakan di dalam. Jendela pecah, langit-langit runtuh. Ini adalah skenario yang sangat mengerikan di dalam," ujarnya.
Direktur rumah sakit dan pekerja lainnya mengatakan bahwa bayak nyawa telah diselamatkan karena bangunan yang terkena serangan telah dievakuasi dalam beberapa hari terakhir.
"Ini keajaiban. Bangunan itu baru saja dievakuasi," kata pekerja pemeliharaan Kevin Azoulay kepada AFP.
Meski begitu, 40 orang mengalami luka-luka selama serangan tersebut.
"Beberapa bangsal hancur total dan ada kerusakan parah di seluruh rumah sakit dengan kerusakan pada bangunan, struktur, jendela, langit-langit di seluruh pusat medis," kata direktur Shlomi Codish kepada wartawan.
Sistem pertahanan udara berlapis-lapis Israel telah menjadi andalan untuk mencegat sebagian besar rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan negara itu selama minggu terakhir pertempuran antara Israel dan Iran.
Namun beberapa rudal Iran berhasil lolos, menimbulkan kerusakan luas di titik benturan.
Soroka Medical Centre adalah rumah sakit terbesar di Israel selatan dan pusat medis utama bagi masyarakat Badui di Gurun Negev, serta bagi tentara Israel yang terluka yang kembali dari perang di Gaza.
Pemimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengecam serangan terhadap fasilitas kesehatan dalam perang Iran-Israel sebagai "tindakan mengerikan".
Tiba di lokasi Soroka Medical Centre untuk meninjau kerusakan pada hari Kamis, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marah dan bersumpah untuk segera membalas serangan itu.
"Kami akan membuat para tiran di Teheran membayar harga yang mahal," kata Netanyahu dalam sebuah posting di X.
Pihak berwenang Iran kemudian mengatakan bahwa rentetan serangan itu menargetkan pos komando dan pangkalan intelijen Israel di dekatnya, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh kantor berita negara, IRNA.
Korps Garda Revolusi Islam Iran juga turut memberikan tanggapan.
"Dalam operasi ini, pusat komando dan intelijen rezim di dekat sebuah rumah sakit menjadi sasaran rudal yang sangat akurat dan berpemandu," kata pasukan itu dalam sebuah pernyataan.
Di tempat lain di Israel pada hari Kamis, bangunan-bangunan juga rusak di kota-kota pusat Ramat Gan dan Holon, dekat dengan pusat pesisir Tel Aviv, yang telah berulang kali menjadi sasaran rudal Iran sejak perang pecah antara kedua negara Jumat lalu.
"Yang sebenarnya adalah, Tuhan bersama kita dan pemerintah harus terus melakukan apa yang sedang dilakukannya," kata Renana, seorang warga di sebuah gedung yang terkena serangan di Ramat Gan.
Di Soroka Medical Centre, Boris Knaizer, yang mengepalai departemen oftalmologi, merasa bingung. Dia mengatakan departemen tersebut merawat sekitar 50.000 pasien per tahun.
"Dan sekarang, bagaimana kami akan menerima mereka?" tanyanya. "Kami tidak tahu, kami tidak punya tempat, kami tidak punya kamar, semuanya telah hancur."
Kerusakan parah terlihat di aula masuk rumah sakit (RS) dan beberapa departemen, termasuk unit oftalmologi di lantai tiga gedung bedah.
Ledakan misil tersebut memecahkan jendela, melemparkan kaca ke seluruh area rumah sakit, membuat langit-langit bangunan runtuh, menghancurkan peralatan medis, dan membuat koridor berantakan.
Baca Juga: Iran Akan Terus Serang Israel: Situs Nuklir Zionis Bakal Hadapi Pukulan Telak!
"Sangat menyedihkan, saya tidak pernah mengira hal seperti ini bisa terjadi. Tidak pernah. Hanya ada tenaga medis profesional di sini, dan pasien...dan lihat apa yang terjadi pada kami," kata Wasim Hin, seorang dokter mata di Soroka Medical Centre, kepada AFP, Jumat (20/6/2025).
"Di sini kami memiliki peralatan baru, semuanya hancur," ujarnya.
Yael Tiv, seorang perwira di komando Home Front Israel, mengatakan kerusakan itu akibat serangan langsung oleh rudal.
"Anda dapat melihat kerusakan di dalam. Jendela pecah, langit-langit runtuh. Ini adalah skenario yang sangat mengerikan di dalam," ujarnya.
Direktur rumah sakit dan pekerja lainnya mengatakan bahwa bayak nyawa telah diselamatkan karena bangunan yang terkena serangan telah dievakuasi dalam beberapa hari terakhir.
"Ini keajaiban. Bangunan itu baru saja dievakuasi," kata pekerja pemeliharaan Kevin Azoulay kepada AFP.
Meski begitu, 40 orang mengalami luka-luka selama serangan tersebut.
"Beberapa bangsal hancur total dan ada kerusakan parah di seluruh rumah sakit dengan kerusakan pada bangunan, struktur, jendela, langit-langit di seluruh pusat medis," kata direktur Shlomi Codish kepada wartawan.
Sistem pertahanan udara berlapis-lapis Israel telah menjadi andalan untuk mencegat sebagian besar rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan negara itu selama minggu terakhir pertempuran antara Israel dan Iran.
Namun beberapa rudal Iran berhasil lolos, menimbulkan kerusakan luas di titik benturan.
Soroka Medical Centre adalah rumah sakit terbesar di Israel selatan dan pusat medis utama bagi masyarakat Badui di Gurun Negev, serta bagi tentara Israel yang terluka yang kembali dari perang di Gaza.
Pemimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengecam serangan terhadap fasilitas kesehatan dalam perang Iran-Israel sebagai "tindakan mengerikan".
Tiba di lokasi Soroka Medical Centre untuk meninjau kerusakan pada hari Kamis, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marah dan bersumpah untuk segera membalas serangan itu.
"Kami akan membuat para tiran di Teheran membayar harga yang mahal," kata Netanyahu dalam sebuah posting di X.
Pihak berwenang Iran kemudian mengatakan bahwa rentetan serangan itu menargetkan pos komando dan pangkalan intelijen Israel di dekatnya, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh kantor berita negara, IRNA.
Korps Garda Revolusi Islam Iran juga turut memberikan tanggapan.
"Dalam operasi ini, pusat komando dan intelijen rezim di dekat sebuah rumah sakit menjadi sasaran rudal yang sangat akurat dan berpemandu," kata pasukan itu dalam sebuah pernyataan.
Di tempat lain di Israel pada hari Kamis, bangunan-bangunan juga rusak di kota-kota pusat Ramat Gan dan Holon, dekat dengan pusat pesisir Tel Aviv, yang telah berulang kali menjadi sasaran rudal Iran sejak perang pecah antara kedua negara Jumat lalu.
"Yang sebenarnya adalah, Tuhan bersama kita dan pemerintah harus terus melakukan apa yang sedang dilakukannya," kata Renana, seorang warga di sebuah gedung yang terkena serangan di Ramat Gan.
Di Soroka Medical Centre, Boris Knaizer, yang mengepalai departemen oftalmologi, merasa bingung. Dia mengatakan departemen tersebut merawat sekitar 50.000 pasien per tahun.
"Dan sekarang, bagaimana kami akan menerima mereka?" tanyanya. "Kami tidak tahu, kami tidak punya tempat, kami tidak punya kamar, semuanya telah hancur."
(mas)
Lihat Juga :