Bos NATO: Eropa Butuh 700 Jet Tempur Siluman F-35 AS untuk Melawan Rusia!
Selasa, 10 Juni 2025 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Perdana Menteri Belanda itu mengatakan bahwa dengan latar belakang tersebut, China berencana untuk memiliki 1.000 hulu ledak nuklir operasional pada tahun 2030 dan memiliki pangkalan industri militer yang jauh melampaui kapasitas kekuatan militer terbesar NATO; AS.
“Mereka yang menentang kebebasan dan demokrasi sedang bertahan,” katanya, yang menunjukkan bahwa Rusia akan dapat menyerang wilayah NATO dalam waktu lima tahun.
“Jangan menipu diri sendiri,” katanya, seperti dikutip TVP World, Selasa (10/6/2025). “Kita semua berada di sisi timur sekarang.”
"Faktanya, bahaya tidak akan hilang bahkan ketika perang di Ukraina berakhir," paparnya.
"Untuk menjaga perdamaian, kita harus bersiap untuk perang," ujarnya. "Berangan-angan tidak akan membuat kita aman. Kita tidak bisa mengabaikan bahaya. Harapan bukanlah strategi. Jadi, NATO harus menjadi aliansi yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih mematikan," imbuh Rutte.
Dalam konteks ini, Rutte berpendapat bahwa komitmen memiliki biaya dan bahwa NATO perlu membelanjakan dan menghasilkan lebih banyak lagi.
Dia mengatakan rencana untuk membangun NATO yang lebih baik akan menjadi inti dari pertemuan puncak aliansi di Den Haag, di mana dia mengharapkan para pemimpin NATO akan menyetujui kenaikan anggaran pertahanan menjadi 5% dari PDB.
Dia mengusulkan agar 3,5% dihabiskan untuk kebutuhan militer inti dan 1,5% sisanya diinvestasikan dalam infrastruktur dan biaya tambahan lainnya, termasuk membangun kapasitas industri.
“Kita perlu lompatan kuantum dalam pertahanan kolektif kita,” katanya, menekankan bahwa sekadar mengeluarkan lebih banyak uang bukanlah solusi. Dia mengatakan negara NATO harus meningkatkan kekuatan untuk mengimbangi ancaman yang terus berkembang.
“Mereka yang menentang kebebasan dan demokrasi sedang bertahan,” katanya, yang menunjukkan bahwa Rusia akan dapat menyerang wilayah NATO dalam waktu lima tahun.
“Jangan menipu diri sendiri,” katanya, seperti dikutip TVP World, Selasa (10/6/2025). “Kita semua berada di sisi timur sekarang.”
"Faktanya, bahaya tidak akan hilang bahkan ketika perang di Ukraina berakhir," paparnya.
"Untuk menjaga perdamaian, kita harus bersiap untuk perang," ujarnya. "Berangan-angan tidak akan membuat kita aman. Kita tidak bisa mengabaikan bahaya. Harapan bukanlah strategi. Jadi, NATO harus menjadi aliansi yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih mematikan," imbuh Rutte.
Dalam konteks ini, Rutte berpendapat bahwa komitmen memiliki biaya dan bahwa NATO perlu membelanjakan dan menghasilkan lebih banyak lagi.
Dia mengatakan rencana untuk membangun NATO yang lebih baik akan menjadi inti dari pertemuan puncak aliansi di Den Haag, di mana dia mengharapkan para pemimpin NATO akan menyetujui kenaikan anggaran pertahanan menjadi 5% dari PDB.
Dia mengusulkan agar 3,5% dihabiskan untuk kebutuhan militer inti dan 1,5% sisanya diinvestasikan dalam infrastruktur dan biaya tambahan lainnya, termasuk membangun kapasitas industri.
“Kita perlu lompatan kuantum dalam pertahanan kolektif kita,” katanya, menekankan bahwa sekadar mengeluarkan lebih banyak uang bukanlah solusi. Dia mengatakan negara NATO harus meningkatkan kekuatan untuk mengimbangi ancaman yang terus berkembang.
Lihat Juga :