Bukan Lagi AS, Rakyat Rusia Kini Anggap Jerman Musuh Nomor Satu

Senin, 09 Juni 2025 - 12:56 WIB
loading...
Bukan Lagi AS, Rakyat...
Mayoritas rakyat Rusia tidak lagi menganggap Amerika Serikat sebagai musuh nomor satu negara mereka. Foto/Alexander Avilov/Moskva News Agency
A A A
MOSKOW - Mayoritas rakyat Rusia tidak lagi menganggap Amerika Serikat (AS) sebagai musuh nomor satu negara mereka, menurut survei Levada Center. Pengganti posisi Amerika tersebut sekarang adalah Jerman.

Menurut lembaga survei itu, kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih memicu harapan akan mencairnya hubungan diplomatik antara Moskow dan Washington.

Persentase responden yang menyebut AS sebagai negara paling bermusuhan terhadap Rusia telah menurun hampir setengahnya, dari 76 persen pada 2024 menjadi 40% pada tahun ini.

Baca Juga: Rusia Ingin Caplok Setengah Wilayah Ukraina pada 2026, Apa Sebenarnya Maunya Putin?

Persepsi warga Rusia terhadap AS sebagai musuh nomor satu turun dari peringkat pertama ke peringkat keempat untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.

Menurut hasil suvei, 55 persen warga Rusia menganggap Jerman musuh nomor satu, 49 persen memandang Inggris, dan 43 persen memandang Ukraina sebagai musuh utama.

Perubahan persepsi ini terjadi setelah pelantikan Trump pada bulan Januari setelah janji kampanye untuk segera mengakhiri perang di Ukraina. Pada bulan Maret, dukungan Rusia terhadap AS meningkat dua kali lipat, menurut Levada Center yang dilansir The Moscow Times, Senin (9/6/2025).

Media pemerintah Rusia dalam beberapa bulan terakhir menggambarkan Trump sebagai pemimpin pragmatis yang terbuka untuk berdialog dengan Moskow. Pada saat yang sama, sikap Rusia terhadap AS secara historis berfluktuasi dalam menanggapi peristiwa global.

Pada tahun 2008, setelah perang Rusia-Georgia, penilaian terhadap AS di antara orang Rusia anjlok karena pemerintahan Bush mengutuk tindakan Moskow dan mengirim bantuan kemanusiaan ke Georgia. Namun, sentimen positif kemudian bangkit kembali, mencapai puncaknya pada 63% tiga tahun kemudian, menurut Levada Center.

Penurunan serupa terjadi setelah aneksasi Crimea tahun 2014 dan dukungan Rusia terhadap separatis di Ukraina timur, setelah itu AS menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

Di sisi lain, survei terbaru Levada Center menyebutkan Belarusia (80%), China (64%), Kazakhstan (36%), India (32%) dan Korea Utara (30%) sebagai "sahabat dan sekutu terdekat" Rusia.

Meskipun peringkat ini mencerminkan peringkat tahun lalu, persentase responden yang menyebut Korea Utara hampir dua kali lipat setelah media pemerintah Rusia memuji pasukan Korea Utara yang membantu membebaskan wilayah Kursk dari pasukan pendudukan Ukraina.

Sebaliknya, persentase responden yang menyebut Iran sebagai sekutu utama turun menjadi 11%, turun dari 22% pada tahun 2024.

Levada Center melakukan survei tatap muka terhadap 1.613 orang dewasa Rusia antara 22 Mei dan 28 Mei.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Perang Lagi! AS Gempur...
Perang Lagi! AS Gempur 80 Target Iran, Dibalas Serangan 85 Lokasi Pangkalan Militer Timur Tengah
Rekomendasi
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Kasus Dugaan Kekerasan...
Kasus Dugaan Kekerasan ART Erin Wartia Naik Penyidikan, Rieke Diah Pitaloka Ikut Mengawal
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Berita Terkini
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved