AS Yakin Balas Dendam Rusia Belum Berakhir, Sampai Kapan?

Minggu, 08 Juni 2025 - 18:20 WIB
loading...
AS Yakin Balas Dendam...
Amerika Serikat yakin balas dendam Rusia belum berakhir. Foto/X
A A A
MOSKOW - Amerika Serikat (AS) yakin bahwa ancaman pembalasan Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap Ukraina atas serangan pesawat nirawaknya akhir pekan lalu belum benar-benar terjadi. Washington menyatakan kemungkinan akan menjadi serangan yang signifikan dan bercabang.

Waktu tanggapan penuh Rusia tidak jelas, dengan satu sumber mengatakan hal itu diharapkan terjadi dalam beberapa hari. Pejabat AS kedua mengatakan pembalasan itu kemungkinan akan mencakup berbagai jenis kemampuan udara, termasuk rudal dan pesawat nirawak.

Para pejabat berbicara dengan syarat anonim. Mereka tidak merinci target yang diharapkan Rusia atau menguraikan masalah intelijen. Pejabat pertama mengatakan serangan Moskow akan "asimetris," yang berarti bahwa pendekatan dan penargetannya tidak akan mencerminkan serangan Ukraina akhir pekan lalu terhadap pesawat tempur Rusia.

Rusia meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang intens di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada hari Jumat dan Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan terhadap target militer dan terkait militer itu sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya "tindakan teroris" Ukraina terhadap Rusia. Namun, pejabat AS yakin respons lengkap Rusia belum datang.

Sumber diplomatik Barat mengatakan bahwa meskipun respons Rusia mungkin telah dimulai, respons itu kemungkinan akan meningkat dengan serangan terhadap target simbolis Ukraina seperti gedung-gedung pemerintah, dalam upaya untuk mengirim pesan yang jelas ke Kyiv.

Diplomat Barat senior lainnya mengantisipasi serangan dahsyat lebih lanjut oleh Moskow. "Itu akan menjadi serangan besar, ganas, dan tak henti-hentinya," kata diplomat itu. "Tetapi orang Ukraina adalah orang-orang pemberani."

Kedutaan Besar Rusia dan Ukraina di Washington dan Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Gelombang Panas Nyaris...
Gelombang Panas Nyaris 40 Deajat Celsius, Jalanan Kota New York Meleleh
Rekomendasi
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Berita Terkini
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved