Horor, Capres Kolombia Miguel Uribe Turbay Ditembak Kepalanya saat Kampanye

Minggu, 08 Juni 2025 - 09:20 WIB
loading...
Horor, Capres Kolombia...
Calon presiden Kolombia Miguel Uribe Turbay ditembak di bagian kepala saat kampanye di Bogota. Foto/X @Rincon001A
A A A
BOGOTA - Calon presiden (capres) Kolombia, Miguel Uribe Turbay, telah ditembak di bagian kepalanya saat kampanye di Bogota pada hari Sabtu. Serangan mengerikan ini membuatnya terluka parah.

Turbay (39), yang juga Senator dari partai sayap kanan Democratic Center, sedang bertemu para pendukungnya ketika dia ditembak di kepala sekitar pukul 17.00 sore waktu setempat, menurut pernyataan partai.

Dia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Seorang tersangka telah ditangkap di tempat kejadian.

Polisi belum mengungkap identitas tersangka dan motif penembakan.

Baca Juga: Presiden Kolombia: Saya Bukan Anti-Semit, Israel Mengulang Holocaust Hitler di Gaza

"Kami mengutuk serangan serius terhadap Senator dan calon presiden Miguel Uribe Turbay," tulis Democratic Center dalam sebuah posting di X, mengecam insiden itu sebagai bermotif politik.

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengutuk penembakan itu dan memerintahkan penyelidikan penuh untuk menghukum apa yang dia sebut sebagai "sampah kemanusiaan" di balik serangan itu.

“Simpati saya kepada keluarga Uribe dan keluarga Turbay. Saya tidak tahu bagaimana cara meringankan penderitaan mereka,” tulisnya di X, yang dikutip Russia Today, Minggu (8/6/2025).

Menteri Luar Negeri Laura Sarabia juga mengecam serangan tersebut. “Kekerasan tidak akan pernah menjadi jalan keluar...Saya sungguh berharap (Uribe) dalam keadaan sehat dan terbebas dari bahaya," tulis dia di X.

Uribe, seorang kritikus vokal pemerintahan saat ini, mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan presiden 2026 awal tahun ini.

Insiden penembakan ini menandai salah satu serangan paling serius terhadap tokoh politik nasional di Kolombia dalam beberapa dekade. Tidak ada upaya pembunuhan yang sebanding yang terjadi sejak awal 1990-an, selama era gembong narkoba Pablo Escobar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Pilu! Induk Gajah Tolak...
Pilu! Induk Gajah Tolak Tinggalkan Anaknya yang Mati Ditabrak Mobil di Jalanan
Rekomendasi
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
Kejagung Siap Hadapi...
Kejagung Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Lodewyk Pusung Tersangka Kasus Tata Kelola MBG
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
Berita Terkini
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved