Lebih dari 640.000 Warga Palestina Dipaksa Mengungsi di Gaza sejak Maret

Jum'at, 06 Juni 2025 - 17:24 WIB
loading...
Lebih dari 640.000 Warga...
Warga mengungsi sambil membawa barang-barang mereka dengan kereta kuda, berjalan kaki, atau dengan kendaraan, menuju daerah yang mereka yakini lebih aman di Khan Yunis, Gaza, pada 3 Juni 2025. Foto/Abdallah F.s. Alattar/Anadolu Agency
A A A
GAZA - PBB pada hari Kamis (5/6/2025) mengatakan perintah pengungsian militer Israel telah memaksa lebih dari 640.000 warga Palestina mengungsi di Jalur Gaza sejak Maret. Lembaga internasional itu memperingatkan hampir sepertiga dari populasi tersebut berada di bawah perintah evakuasi berulang.

Mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), juru bicara Stephane Dujarric mengatakan, "Kemarin, otoritas Israel mengeluarkan perintah pengungsian lainnya."

"Kali ini mencakup 54 lingkungan di tiga gubernur, Gaza Utara, Gaza, dan Deir el Bala. Ini adalah perintah kedua yang dikeluarkan untuk area yang sama yang mewakili sepertiga dari Jalur Gaza," ujar dia.

"Sejak eskalasi permusuhan yang kembali terjadi pada bulan Maret, militer Israel mengeluarkan 35 perintah pengungsian," ujar Dujarric mengindikasikan perintah Israel tersebut memaksa "lebih dari 640.000 orang untuk mengungsi lagi.

"Itu hampir sepertiga warga Palestina di Gaza," papar dia.

Dujarric membunyikan alarm tentang memburuknya situasi kemanusiaan, dengan mengutip pembatasan Israel atas akses bantuan.

"Kemarin, otoritas Israel terus menolak gerakan kemanusiaan yang memerlukan koordinasi," papar dia, seraya menambahkan, "Dari 16 upaya untuk mengoordinasikan gerakan tersebut, lima ditolak, termasuk pengiriman air, pengambilan pasokan nutrisi, dan relokasi stok bahan bakar."

Enam misi tambahan tidak diselesaikan "baik karena hambatan atau karena penyelenggara harus membatalkannya," sementara hanya lima yang berhasil dilaksanakan.

Ia menambahkan misi terbatas tersebut memungkinkan pekerja bantuan "memeriksa anak-anak yang mengalami malnutrisi, menyediakan layanan medis, dan melakukan penilaian," tetapi mencatat "tidak satu pun dari misi tersebut melibatkan pengiriman pasokan, yang sangat dibutuhkan."

Dia memperingatkan "persediaan terus berkurang," dan melaporkan setengah dari dapur umum Gaza sekarang ditutup karena pengungsian atau kekurangan. Dia menekankan apa yang saat ini memasuki Gaza "hanya tetesan kecil."

Tentara Israel melanjutkan serangannya di daerah kantong itu pada 18 Maret dan sejak itu telah menewaskan 4.402 korban dan melukai hampir 13.490 orang, menghancurkan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan yang berlaku pada bulan Januari.

November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas perangnya di daerah kantong itu.

Baca juga: NATO Klaim Lebih Kuat dari Romawi dan Napoleon, Para Pakar Mencemooh
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved