8 Negara Penyokong Dana Israel Terbesar, 2 Ada di Asia

Rabu, 04 Juni 2025 - 12:30 WIB
loading...
8 Negara Penyokong Dana...
Tentara Israel dievakusi dalam perang genosida di Gaza. Foto/irna/X
A A A
TEL AVIV - Israel telah lama menerima dukungan finansial dan militer dari sejumlah negara, terutama dari Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa. Bantuan ini mencakup hibah militer, penjualan senjata, serta investasi ekonomi dan teknologi.

Rezim apartheid Zionis juga mendapat banyak keuntungan dari kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan berbagai negara di penjuru dunia.

Berikut adalah penjelasan mengenai negara-negara penyokong dana terbesar bagi Israel:

1. Amerika Serikat: Sekutu Utama dan Penyumbang Terbesar


Amerika Serikat (AS) merupakan penyokong dana terbesar bagi Israel sejak berdirinya negara tersebut.

Sejak 1967, AS telah memberikan bantuan sekitar USD158 miliar dalam bentuk bantuan bilateral dan pendanaan pertahanan rudal, termasuk sistem pertahanan udara Iron Dome.

Pada tahun 2016, kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mencakup bantuan sebesar USD38 miliar untuk periode 2019 hingga 2028, terdiri dari USD33 miliar dalam bentuk hibah Foreign Military Financing (FMF) dan USD5 miliar untuk pendanaan pertahanan rudal .

Selain itu, sejak konflik dengan Hamas pada Oktober 2023, AS telah mengesahkan bantuan militer tambahan sebesar USD12,5 miliar untuk Israel, termasuk USD3,8 miliar dari undang-undang pada Maret 2024 dan USD8,7 miliar dari undang-undang tambahan pada April 2024.

Bantuan ini mencakup pengiriman jet tempur F-35 dan F-15, serta sistem pertahanan canggih lainnya.

2. Jerman: Dukungan Historis dan Militer


Jerman memiliki hubungan khusus dengan Israel, sebagian besar karena sejarah Holocaust. Sejak 1965, Jerman telah menjadi salah satu pemasok senjata utama bagi Israel, menyumbang sekitar 30% dari impor senjata utama Israel antara 2019 dan 2023.

Bantuan ini mencakup ekspor senjata senilai 150 juta euro dan bantuan ekonomi sebesar 75 juta euro pada tahun 2023 .

Namun, pada tahun 2024, Jerman mulai meninjau kembali dukungannya karena tekanan internasional dan domestik terkait konflik di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved